Perspektif Islam dan Kristen Terhadap Multikulturalisme

Zaiddin Zaiddin

Abstract


The relationship between Islam and Christianity often appears in a paradoxical face.  In the aspects of power and politics there are often tensions, conflicts and even violence.  However, in the aspects of socio-cultural, tolerance, mutual respect and cooperation still appear to be running, as if two religions promote multiculturalism.  This research discusses how multiculturalism is in the perspective of Islam and Christianity.  This article is compiled using the multiculturalism approach itself by referring to books and articles discussing about issues of multiculturalism about the two religions.  The results of the research conclude that normatively Islam does not only recognize the existence of religions but also respects and gives freedom to their adherents to practice their beliefs as well as cultural diversity.  Meanwhile, in both the Old and New Testaments, Jesus also made a similar movement.  Even as a continuation of the teachings of Judaism, he came not to destroy it, but to fulfill and perfect it.  Jesus also respected the different sects and understandings of each religious group.

Relasi Islam dan Kristen seringkali tampil dalam wajah paradok. Pada aspek-aspek kekuasan dan politik sering diwarnai ketegangan, konflik bahkan kekerasan. Namun pada aspek-aspek sosial budaya, toleransi, saling menghargai dan kerjasama masih tampak berjalan yang mengandaikan kedua agama meruangkan multikulturalisme. Tulisan ini membahas bagaimana multikulturalisme dalam perspektif Islam dan Kristen. Artikel ini disusun denga menggunakan pendekatan multikulturalisme sendiri dengan merujuk buku-buku dan artikel yang berbicara tentang isu-isu multikulturalisme terhadap kedua agama tersebut. Hasil riset menyimpulkan bahwa secara normatif Islam tidak hanya mengakui keberadaan agama-agama tapi juga menghormati dan memberi kebebasan pada pemeluk-pemeluknya untuk mengamalkan keyakinannya itu termasuk juga keragaman budaya. Sementara baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Yesus juga melakukan gerakan serupa. Bahkan sebagai pelanjut ajaran agama Yahudi, ia datang bukan untuk menghancurkannya, melainkan untuk menggenapi dan menyempurnakannya. Yesus juga menghormati perbedaan aliran dan pemahaman masing-masing kelompok keagamaan.


Keywords


Multiculturalism, Islam, Christianity



DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v1i2.1940
Abstract views : 427 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 103 times

References


Alfandi, M. (2013) “Potensi Pemicu Konflik Internal Umat Islam”, Walisongo, Vol. 21, NO. 1, Mei

Angel, D. (2017) “Muslim-Christian Relationships in Indonesian Reform Era Within the Framework of Democracy: Case Study of Bandung, Bekasi and Bogor (1998-2015)”, Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), Vol. 129 Third International Conference on Social and Political Sciences (ICSPS 2017)

Arifianto, A. R. (2009). Explaining the Cause of Muslim-Christian Conflicts in Indonesia: Tracing the Origins of Kristenisasi and Islamisasi. Islam and Christian–Muslim Relations, 20(1), 73–89. https://doi.org/10.1080/09596410802542144

Aritonang, J. S. (2006). Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. Jakarta: Gunung Mulia.

Azzuhri, M. (2012). Konsep Multikulturalisme Dan Pluralisme Dalam Pendidikan Agama (Upaya Menguniversalkan Pendidikan Agama Dalam Ranah Keindonesiaan). Forum Tarbiyah, 10(1), 16.

Daniel, A. (2017) “Korelasi Hak Asasi Manusia dan Hukum Islam”, Sosial & Budaya Syar-I, Vol. 4 No. 1

Diman, L., Nufus, H. Khozin, N. (2018) “Nilai Pendidikan Multicultural (Kajian Tafsir al-Qur’an Surah al-Hujurat Ayat 9-13)”, al-Iltizam, Vol.3, No.2, November

Fredrik D. Y. A. (2018) “Merajut Ke-Indonesia-an Yang Multikultural Dalam Pandangan Gereja “,Millah, Vol. 18, No. 1

Ibnu, R. A. (2016) “Pendidikan Multikultural Untuk Membangun Bangsa Yang Nasionalis Religius”, Civics Vol. 13 No. 1, Juni

Jamiliya, S. (2018) “Hak Asasi Manusia Perspektif Agama Kristen”, Penelitian Dan Pemikiran Keislaman, No.1, Februari. Vol. 5

King, R. R. (2016). Music, peacebuilding, and interfaith dialogue: Transformative bridges in Muslim-Christian relations. International Bulletin of Missionary Research, 40(3), 202–217. https://doi.org/10.1177/2396939316636884

Lola, J. A. (2019). Iman Kristen dan Budaya Populer. Teologi Kristen, 1(1), 112.

Middya, B. (2017) “Masyarakat Multikultural: Studi Interaksi Sosial Masyarakat Islam Melayu Dengn Non Melayu Pada Masyarkat Suka Bangun Kel. Sukajadi Kec. Sukarami Pelembang”, JSA, Vol 1, No 2

Misbahuddin, J. (2011) “Konsep Al-Islam Dalam Al-Qur’an”, Jurnal Al- Ulum, Vol 11, No 2, Desember, 2011

Muhandis, A. (2012), Konsep Multikulturalisme Dan Pluralisme Dalam Pendidikan Agma (Upaya Menguniversalakan Pendidikan Agama Dalam Ranah Keindonesian, Forum Tarbiyah Vol. 10. No.1. Juni

Makmun, M. R. (2016) “Islam Rahmatan Lil Alamin Perspektif KH. Hasyim Muzadi”, Episteme, Vol. 11, No. 1, Juni

Myengkyo, S. (2013) “Missions without Missionaries: the Social Dimension of Church Growth in Muslim Java, Indonesia”, Islam and Christian—Muslim Relations, Vol. 24, No. 1

Nursyam. (2019). Tantangan Multikulturalisme Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Pharekh, B. (2008). Rethinking Multiculturalism Keberagaman Budaya Dan Teori Politik. Yogyakarta: Kanisius.

Rasyid, L. A. (2018). Problematika Hukum Cadar Dalam Islam: Sebuah Tinjauan Normatif-Historis. Jurnal Ilmiah Al-Syir`ah, 16(1), 74–92.

Seo, M. (2013). Missions Without Missionaries: The Social Dimension of Church Growth in Muslim Java, Indonesia. Islam and Christian–Muslim Relations, 24(1), 71–89. https://doi.org/10.1080/09596410.2013.745300

Sholihin, N. (2014). Demokrasi di Nagarinya Para Tuan (1st ed.; M. Sholihin, ed.). Padang: Imam Bonjol Press.

Sumanto, A. Q (2015) “Ambonese Muslim Jihadists, Islamic Identity, and the History of Christian–Muslim Rivalry in the Moluccas, Eastern Indonesia”, International Journal of Asian Studies, (12), 1

Sumbullah, U. (2016). Muslim-Christian Relation on the Basis of Christian Village in Malang , East Java , Indonesia : Socio-Theological Reconstruction for Building Religious Harmony. Research on Humanities and Social Sciences, 6(12), 1–7.

Suryadi, U. B. (2020) Multikulturalisme dan Politik Identitas dalam Teori dan Praktek (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2020)

Ujan, A. A. (2011). Multikultulralisme Belajar Hidupbersama Dalam Perbedaan. Jakarta: PT Indeks.

Wahyuni, D. (2017) “Agama Sebagai Media dan Media Sebagai Agama” Jurnal Ilmu Agama, Vol. 18, No 2, Desember

Zulkarnain, Z., & Samsuri, S. (2018). Religious Leaders and Indonesian Religious Harmony. Proceedings of the Annual Civic Education Conference (ACEC 2018) Advances in Social Science, Education and Humanities Research, Vol. 251. Paris, France: Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/acec-18.2018.23


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.