Pola Perubahan, Wacana, dan Tren Konflik Sosial di Indonesia

Muliono Muliono

Abstract


The social history of Indonesia has recorded many types of conflict with serious impacts. The character of conflict in Indonesia has gradually changed. This study aims to elaborate the trends and patterns of the conflict changes in Indonesia, mapping the basic issues of the conflict, and offering the ideas of deconstruction to the discourse of plurality on ethnicity, religion, race, and inter-groups that tend to be seen as the causes of conflict. This study shows that the changing of violent conflict’s character in Indonesia is strongly influenced by the developments of a regime’s socio-economic and political climate dynamics. Under this reason, to understand the phenomenon of conflict in Indonesia cannot be strictly based on the plurality of ethnicity, religion, race, and inter-group issues, although the experiences of communal conflicts that have occurred have shown the ideological articulations that legitimize the use of violence related to ethnicity, class, and religious affiliation. Through the deconstructive approach, this study negates that the root of violent conflict comes from the character of local communality. On the contrary, the plurality of ethnicity, religion, and race should be seen as the social capital that worthwhile as the local mechanisms in resolving the various conflicts and as a means of empowerment.

Sejarah sosial Indonesia mencatat banyak jenis konflik yang berdampak serius.  Karakter konflik di Indonesia berangsur-angsur berubah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi tren dan pola perubahan konflik di Indonesia, memetakan isu-isu dasar konflik, dan menawarkan gagasan dekonstruksi terhadap wacana pluralitas suku, agama, ras, dan antarkelompok yang cenderung dilihat sebagai penyebab konflik.  Studi ini menunjukkan bahwa perubahan karakter konflik kekerasan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan dinamika iklim sosial ekonomi dan politik suatu rezim.  Oleh karena itu, memahami fenomena konflik di Indonesia tidak dapat secara tegas didasarkan pada kemajemukan etnis, agama, ras, dan masalah antarkelompok, meskipun pengalaman konflik komunal yang terjadi telah menunjukkan artikulasi ideologis yang melegitimasi penggunaan kekerasan yang terkait dengan etnis, kelas, dan afiliasi agama.  Melalui pendekatan dekonstruktif, studi ini menyangkal bahwa akar konflik kekerasan bersumber dari karakter komunalitas lokal.  Sebaliknya, pluralitas suku, agama, dan ras harus dilihat sebagai modal sosial yang bermanfaat sebagai mekanisme lokal dalam menyelesaikan berbagai konflik dan sebagai sarana pemberdayaan.


Keywords


Trend, Pattern of Conflict, Deconstruction



DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v1i2.1949
Abstract views : 238 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 227 times

References


Affandi, H. I. (2004). Akar Konflik Sepanjang Zaman- Hakimul Ikhwan Affandi. Pustaka Pelajar. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/jp.v7i2.2414

Agger, B. (2009). Teori Sosial Kritis: Kritik, Penerapan dan implikasinya (Terj). Kreasi Wacana.

Ali-Fauzi, I., Alam, R. H., & Panggabean, S. R. (2009). Pola-pola konflik keagamaan di Indonesia, 1990-2008.

Asia Report. (2007). Aceh : Komplikasi Paska Konflik.

Aspinall, E., & Berger, M. T. (2001). The break-up of Indonesia? Nationalisms after Decolonisation and the Limits of the Nation-state in Post-cold war Southeast Asia.

Azwar, W., & Muliono. (2020). Sosiologi Dakwah. Prenada Media Group.

Barron, P., Jaffrey, S., & Varshney, A. (2014). How Large Con icts Subside: Evidence from Indonesia How Large Conflicts Subside: Evidence from Indonesia (Indonesian). The World Bank.

Bertrand, J. (2004). Nationalism and Ethnic Conflict in Indonesia. Cambridge University Press.

Briantika, A. (2019). Protes Politik Sepanjang 2019: Direpresi Habis-habisan. Tirto.Id.https://tirto.id/protes-politik-sepanjang-2019-direpresi-habis-habisan-epiL

CNN Indonesia. (2020). Konflik Lahan Era Jokowi 2 Kali Lipat dari 2 Periode SBY. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200106132321-20-462771/konflik-lahan-era-jokowi-2-kali-lipat-dari-2-periode-sby

Cribb, R. (1991). The Indonesian Killings of 1965-1966 Studies from Java and Bali (R. Cribb (ed.)). Centre of Southeast Asian Studies.

Deutsch, M., Coleman, P. T., & Marcus, E. C. (2016). Handbook Resolusi Konflik. Nusamedia.

Fahmi, C. (2014). Jejak Konflik Baru di Aceh: Pemetaan Jenis & Sumber Konflik Politik, Hukum, Sumber Daya Alam, Agama, Etnis dan Ekonomi. Kesbangpol dan Linmas Provinsi Aceh.

Fatmawati, N. I. (2020). Pierre Bourdieu dan Konsep Dasar Kekerasan Simbolik. MADANI: Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan, 12(1), 41–60. http://www.e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/MADANI/article/view/1899

Fromm, E. (2008). Akar Kekerasan: Analisis Sosio-Psikologis atas Watak Manusia. Pustaka Pelajar.

Fukuyama, F. (2002). Trust: Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran (Terjemahan). Qalam.

Galtung, J., & Fischer, D. (2013). Pioneer of Peace Research (June 11, 2). Springer.

Hanifah, S. (2017). Catatan Pelanggaran HAM yang Terjadi di Era Jokowi-JK versi Kontras. Merdeka.Com. https://www.merdeka.com/peristiwa/catatan-pelanggaran-ham-yang-terjadi-di-era-jokowi-jk-versi-kontras.html

Heryanto, A. (2006). State Terrorism and Political Identity in Indonesia: Fatally Belonging. Routledge.

Hoed, B. H. (2011). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya (1st ed.). Komunitas Bambu.

Irwandi, & Chotim, E. R. (2017). Analisis Konflik Antara Masyarakat, Pemerintah dan Swasta (Studi Kasus di Dusun Sungai Samak, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung). JISPO, 7(2), 24–42.

Kammen, D., & Zakaria, F. (2012). Detention in Mass Violence. Critical Asian Studies, 44(3), 441–466. https://doi.org/10.1080/14672715.2012.711979

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK) Laporan Bulanan.

Klinken, G. van. (2007). Communal Violence and Democratization in Indonesia Small town wars. Routledge.

Kompas.com. (2020). Refleksi Pemilu 2019, Sebanyak 894 Petugas KPPS Meninggal Dunia.

Laclau, E., & Mouffe, C. (2008). Hegomoni dan Strategi Sosialis-Post Marxisme dan Gerakan Sosial Baru. Resist Book.

Liem Soei Liong. (2020). “It’s the Military, Stupid!,” in Freek Colombijn and J. Thomas Lindblad (eds.) Roots of Violence in Indonesia: Contemporary Violence in Historical Perspective: Institute of Southeast Asian Studies.

Mittal, D., & Ranjan, A. (2016). India-Pakistan: Contours of Relationship. Space and Culture, India, 4(1), 6–18. https://doi.org/10.20896/saci.v4i1.192

Mouffe, C. (2000). The Democratic Paradox. In The democratic paradox. British Library CaraloguillJ in Publication.

Ningtyas, E. (2015). Pierre Bourdieu, Language and Symbolic Power. Poetika, 3(2), 154–157. https://doi.org/10.22146/poetika.v3i2.10437

Panggabean, S. R., & Smith, B. (2011). Explaining Anti-Chinese Riots in Late 20th Century Indonesia. World Development, 39(2), 231–242. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2009.11.036

Purdey, J. (2006). Anti–Chinese Violence in Indonesia, 1996–199. Singapore University Press.

Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2014). Teori Sosiologi Modern. Kencana Prenada Media Group.

Robinson, G. (1995). The Dark Side of Paradise: Political Violence in Bali. Cornell University Press.

Sen, A. (2016). Kekerasan dan Identitas. Marjin Kiri.

Silvestri, S. (2015). The Role of Religion in Conflict and Peacbuilding. The British Academy.

Susan, N. (2014). Sosiologi Konflik. Prenada Media Group.

Tajima, Y. (2013). The Institutional Basis of Intercommunal Order: Evidence from Indonesia’s Democratic Transition. American Journal of Political Science, 57(1), 104–119. https://doi.org/10.1111/j.1540-5907.2012.00631.x

The Habibie Center. (2013). Map of Violence in Indonesia (May-August 2013) and Land Dispute between Local Residents in Nusa Tenggara Timur Province (05/Novembe). The Habibie Center. http://snpk.kemenkopmk.go.id/Docs/EN-THC-Ed5.pdf

Wirutomo, P. (2012). Sosiologi untuk Jakarta: Menuju Pembangunan Sosial Budaya. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta.

World Bank. (2010). Pola-pola Baru Kekerasan di Indonesia: Data Awal dari Enam Provinsi dengan Pengalaman Berskala Tinggi.

YLBHI. (2020). Reformasi Dikorupsi Oligarki. Laporan Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.