Pandemic and The Path To Religious Moderation

Thaufiq Hidayat, Asmawati Asmawati

Abstract


The Covid-19 threat continues to grow the life of the human life. It is not this epidemic to be a problem for the way of the Muslim religion. The controversy of Covid-19 earnings has a variety of understanding of the influence on Muslim attitudes in the face of pandemics. It may respond with excessive fear so that it is to dismiss the power of God; others are too manifesting impressed to reject the scientific reality. Therefore, it is necessary to understand the meaning of religious moderation in handling this outbreak. This article analyzes how to actualize religious moderation during a pandemic, from understanding steps to actual steps. The research method used in this paper uses the library research approach formulated by the description method and interpretative analysis related to the issues discussed. The results of this study show there are several roads to actualize the moderate of this pandemic era, among others, balancing theology, obeying the health protocol, strengthening knowledge, taking alerting or controlling emotions, and if it has been declared positively immediately prioritized.

Ancaman Covid-19 terus menggerus lini kehidupan umat manusia. Tak pelak juga wabah ini menjadi problem terhadap cara keberagamaan muslim. Kontroversi mewabahnya Covid-19 menimbulkan berbagai sudut pemahaman yang berpengaruh pada sikap muslim dalam menghadapi pandemi. Kiranya ada yang menanggapi dengan rasa takut yang berlebihan sehingga menafikan kekuasaan Tuhan, sebagian lainnya bersikap terlalu menyepelekan terkesan menolak realitas ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan sikap dan pemahaman yang mengandung makna moderasi beragama dalam menangani wabah ini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana mengaktualisasiakan moderasi beragama di tengah pandemi mulai dari langkah memahami sampai pada langkah nyatanya. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan library research yang diformulasikan dengan metode deskripsi dan analisis interpretatif berkaitan dengan persoalan yang dibahas. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa jalan mengaktualisasikan moderasi beragama era pandemi ini antara lain, menyeimbangkan teologi, menaati protokol kesehatan, penguatan pengetahuan, mengambil sikap waspada atau mengontrol emosi, dan apabila telah dinyatakan positif hendaknya segera dikarantina.


Keywords


Religion; Covid-19; Moderation; Pandemic.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v3i1.3907
Abstract views : 131 times
PDF : 47 times

References


A, A. N., & Alamsyah, A. (2021). Perempuan dan Moderasi Beragama di Tengah Pandemi Covid-19. Vox Populi, 4(36).

Al-Damsiqi. (1997). Al-Bidayah wa al-Nihayah. Dar Hirun li al-Tiba’ah wa al-Nasyri’ wa al-Tauzi’ wa al-I’lan.

Andrios, B. (2021). Menag Tegaskan Moderasi Beragama Penting dalam Memperkuat Negara. In kemenag.go.id. https://kemenag.go.id/read/menag-tegaskan-moderasi-beragama-penting-dalam-memperkuat-negara

Armayani, C., Rania, A. A., Gurning, F. P., & Septiani, A. (2021). Meningkatkan Moderasi Umat Beragama pada Masyarakat Desa Pematang Kuala di Masa Pandemi Covid-19. Mukadimah: Jurnal Pendidikan Sejarah, daN Ilmu Sosial, 5(1), 52–60.

Beaudreau, S. A., & R., O. (2009). The Association of Anxiety and Depressive Symptoms with Cognitive Performance in Community-Dwelling Older Adults. Psychology and Aging, 24(2).

Broderick, R. (2020). Scientists Haven’t Found Proof The Coronavirus Escaped From A Lab In Wuhan. Trump Supporters Are Spreading The RumorAnyway. Buzz Feed News.

Brooks, S. K., Webster, R. K., Smith, L. E., Woodland, L., Wessely, S., Greenberg, N., & Rubin, G. J. (2020). The Psychological Impact Of Quarantine And How To Reduce It: Rapid Review Of The Evidence. Lancet, 395, 912-920.

Calisher, C., Carroll, D., Colwell, R., Corley, R. B., Daszak, P., Drosten, C., & Enjuanes, L. (2020). Statement in Support of The Scientists, Public Health Professionals, and Medical Professionals of China Combatting COVID-19. The Lancet, 395.

Covid-19, S. (2022). Analisis Data Covid-19 Indonesia. Covid.go.id.

Darmawan. (2020). Sikap Keberagamaan Masyarakat Muslim Menghadapi Covid-19. Religious, 4(2), 115–125.

Dahlan, M. (2020). Respons Jamaah Tabligh terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Covid-19. Qiyas, 5(1), 53–69.

Firmansyah, M. (2020). Ancaman Psikologis dan Imbas Cemas Akibat Covid-19. In Alenia.id. https://alenia.id/gaya-hidup/ancaman-psikologis-dan-imbas-cemas-akibat-covid-19.bizlh.9swk

Fitriyana, N. (2020). God Spot dan Tatanan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19. JIA, 21(1), 1–24.

Gertz, B. (2020). Coronavirus Link to China Biowarfare Program Possible, Analyst Says. washingtontimes.com.

Group, S. (2021). Global Jihadist Response to Covid-19 Pandemic. Siteinteligence News.

Hasan, M. I. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia.

Kaelan. (2005). Metodologi Kualitatif Bidang Filsafat. Pramadina.

Kamali, M. H. (2015). Middle Path of Moderation in Islam. Oxford University Press.

Kemendikbud. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Balai Pustaka.

Kustiani, R. (2020). 2 Sikap Berbahaya yang Muncul Saat Pandemi Covid-19. gaya.tempo.co. https://gaya.tempo.co/read/1366772/2-sikap-berbahaya-yang-muncul-saat-pandemi-covid-19

Maliki, M. (2020). Covid-19, Agama, dan Sains. Maarif, 15(1), 60–92.

Matippanna, A. (2021). Apatisme Masyarakat Sebagai Penghambat Penanganan Covid-19. BPSDM Sulawesi Selatan.

Mbui, C. (2020). New Corona: Tool War Perang Militer setelah Perang Dagang AS vs China. voxntt.com.

Okazaki, S. (1997). Sources of ethnic differences between Asian American and White American College Students on Measures of Depression and Social Anxiety. Journal of Abnormal Psychology, 106(1).

Piper, J. (2020). Kristus dan Virus Corona. Perkantas Jawa Timur.

Putri, A., & Septiawan, A. (2020). Manajemen Kecemasan Masyarakat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19. Academica Journal of Multidisciplinary Studies, 4(2).

Qustulani, M., Irfani, F., Fariduddin, E., & Suhendra, A. (2019). Moderasi Beragama: Jihad Ulama Menyelamatkan Umat dan Negeri dari Bahaya Hoax. Tangerang: PSP Nusantara Tangerang.

Rasyid, I., Efendi, J., & Peranto, S. (2021). Pandemi, Demokrasi, dan Ekstremisme Berkekerasan di Indonesia.

RI, T. P. K. A. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Rochmawati, I. (2020). Mengelola Cemas Pada Masa Pandemi Covid-19 di DIY. FK-KMK-UGM.

Sabara. (2020). Beragama dengan Moderat di Era Pandemi Covid-19. Mimikri: Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 6(2).

Syatar, A., Islam, U., Alauddin, N., & Amiruddin, M. M. (2020). Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan. Kuriositas, 13(2).

Usman, A. M. (2015). Islam Rahmah dan Wasathiyah: Paradigma Keberislaman Inklusif. Toleran dan Damai, Jurnal Humanika, 15(1).

Yurnalis, S. A. F. H. (2020). COVID-19: Pespektif Kalam Dalam Takdir Antara Qadariyah Jabariyah dan Tawakal. Jurnal Al-Aqidah: Jurnal Ilmu Aqidah Filsafat, 12(1).

Zulva, T. N. I. (2020). Covid-19 dan Kecenderungan Psikosomatis. Inf. Model.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.