Dari Mistis Ke Bisnis: Praktik Okultisme Gus Syamsudin di Youtube

Mohammad Fattahun Ni'am

Abstract


In this postmodern era, occultism practices with a mystical touch still have a large market in Indonesia. This article discusses the occultism practices of Gus Syamsudin on the Nur Dzat Sejati youtube channel. The phenomenon of commercializing religion using occultism practices by Gus Syamsudin deserves to be studied because it has attracted a lot of public attention with all its controversies. The practices carried out by Gus Syamsudin certainly contain discourses that need to be revealed because they do not simply appear from a vacuum. This research attempts to expose the discourse of Gus Syamsudin by unraveling the ideology or power of the discourse maker. The author uses the critical discourse analysis theory by Teun van Dijk, which elaborates on three dimensions: text (all elements of semiotics), social cognition (how the text is consumed and interpreted), and social context (the background of text consumption). The Van Dijk model theory is used because it can study the mental state of the discourse maker and analyze the discourse that is prevalent in society. The results of this study show that the practices carried out by Gus Syamsudin are solely for commercial business purposes. He sees an opportunity in the midst of the religious Indonesian society, which is prone to having mystical beliefs, to make a profit.

Di era post-modern praktik okultisme yang berbau mistis masih memiliki pasar besar di Indonesia. Artikel ini membahas mengenai praktik okultisme gus Syamsudin dalam channel youtube padepokan Nur Dzat Sejati. Fenomena komersialisasi agama dengan menggunakan praktik okultisme yang dilakukan oleh Gus Syamsudin ini perlu untuk dikaji karena banyak menarik perhatian masyarakat dengan segala kontroversinya. Praktik yang dilakukan oleh Gus Syamsuddin tentu memuat wacana yang perlu untuk diungkap karena tak serta merta muncul dari ruang hampa. Penelitian ini berusaha untuk menelanjangi wacana Gus Syamsudin dengan menyibak muatan ideologi atau kekuasaan pembuat wacana. Penulis menggunakan teori analisis wacana kritis model Teun van Dijk dengan mengelaborasikan tiga dimensi yakni teks (keseluruhan elemen semiosis), kognisi sosial (bagaimana teks dikonsumsi dan dimaknai), dan konteks sosial (latar belakang akibat konsumsi teks). Teori model Van Dijk ini digunakan karena dapat meneliti mental dari pembuat wacana dan menganalisa wacana yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik yang dilakukan oleh Gus Syamsuddin semata hanya untuk kepentingan bisnis komersial. Ia melihat kesempatan ditengah masyarakat Indonesia yang agamis dan cenderung memiliki kepercayaan mistis untuk meraup keuntungan.

Keywords


Critical Discourse Analysis; Gus Syamsuddin; Occult.



DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v3i2.4997
Abstract views : 617 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 217 times

References


Arikunto, S. Prosedur Peneltian: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2013.

Arwani Ilyas. “Paradigma Masyarakat Tentang Dukun (Melacak Peran dan Posisi Dalam Struktur Sosial Politik Dan Ekonomi Masyarakat).” Kontemplasi 6, no. 2 (2017).

Baryadi, P. Dasar-Dasar Analisis Wacana Dalam Ilmu Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Gondhosuli, 2002.

Braginsky, Vladimir. Tasawuf Dan Sastra Melayu: Kajian Teks-Teks. Jakarta: usat Pengembangan Bahasa & Leiden University, 1993.

Daniels, Timothy. Islamic Spectrum in Java. 0 ed. Routledge, 2016. https://doi.org/10.4324/9781315590059.

Darma, Yoce Aliah. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya, 2013.

Deborah Schiffrin, Deborah Tannen, and Heidi E. Hamilton. The Handbook of Discourse Analysis. Oxford: Blackwell Publishers, 2001.

Dunn, Patrick. Magic, Power, Language, Symbol. Minnesota: Llewellyn Publications, 2008.

Francis Grierson. Modern Mystisicm and Other Essyays. New York: John Lane Company, 1914.

G. Brown and G. Yale. Discouse Analysis. London: Cambridge University Press, 1984.

I. Lerich, Christopher. The Occult Mind. New York: Cornel University Press, 2007.

Indonesia, Data. “Survei: Warga Indonesia Lebih Sering Akses Internet Dibanding TV.” Dataindonesia.id. Accessed October 23, 2022. https://dataindonesia.id/ragam/detail/survei-warga-indonesia-lebih-sering-akses-internet-dibanding-tv.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Jawa. Jakarta: PN Balai Pustaka, 1984.

Melton, J. Gordon. The Encyclopedia of Occultism and Paraphyschology. New York: Gale Group, 2001.

Munna, Uskuri Lailal, and Lutfiah Ayundasari. “Islam Kejawen: Lahirnya Akulturasi Islam Dengan Budaya Jawa Di Yogyakarta.” Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) 1, no. 3 (March 31, 2021): 317–25. https://doi.org/10.17977/um063v1i3p317-325.

Nasir, Muhammad Iqbal. “Mistisisme Islam Modern.” Jurnal Diskursus Islam 7, no. 1 (April 19, 2019): 93–116. https://doi.org/10.24252/jdi.v7i1.10094.

Nasrullah, Rulli. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, Dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017.

Tribunnews.com. “Profil Gus Samsudin, Pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati yang Berseteru dengan Pesulap Merah.” Accessed October 22, 2022. https://www.tribunnews.com/regional/2022/08/15/profil-gus-samsudin-pemilik-padepokan-nur-dzat-sejati-yang-berseteru-dengan-pesulap-merah.

Rudito, B, and Famiola, M. Social Mapping. Metode Pemetaan Sosial. Teknik Memahami Suatu Masyarakat Atau Komuniti. Bandung: Penerbit Rekayasa Sains, 2008.

Setiawan, Arif, and Musaffak Musaffak. “Mistisisme Sebagai Bentuk Literasi Budaya Di Kalangan Masyarakat Jawa.” Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia (SENASBASA) 3, no. 1 (January 19, 2019). https://doi.org/10.22219/.v3i1.3321.

Tribunsumsel.com. “Sosok Gus Samsudin Pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati, Dulunya Pengusaha Rongsokan Besi Bekas.” Accessed October 22, 2022. https://sumsel.tribunnews.com/2022/08/01/sosok-gus-samsudin-pemilik-padepokan-nur-dzat-sejati-dulunya-pengusaha-rongsokan-besi-bekas.

Spencer, Herbert. Principles of Sociology Vol I (1876). London: Forrgotten Book’s, 2009.

Suyono, R.P. Dunia Mistik Orang Jawa: Roh, Ritual, Dan Benda Magis. Yogyakarta: LKis, 2007.

Van Dijk, Teun A. “Critical Discourse Analysis.” The Handbook of Discourse Analysis, 2015, 466–85.

Van Dijk, Teun A. Macrostructures :An Interdisciplinary Study of Global Structures in Discourse, Interaction, and Cognition. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers, 1980.

Van Dijk, Teun A. “Principles of Critical Discourse Analysis.” Discourse & Society 4, no. 2 (1993): 249–83.

Van Dijk, Teun A. Society and Discourse. Cambridge: Cambridge University Press, 2009.

Wodak, Ruth, and Michael Meyer. Methods of Critical Discourse Analysis. London: SAGE Publications, 2001.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Al-Adyan: Journal of Religious Studies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.