Tiga Agama Satu Tempat Ibadah: Doktrin dan Ritual Vihara Tri Dharma Satya Budhi Bandung

Syamsul Hadi Untung, Abdullah Muslich Rizal Maulana, Annisa Syifa Mulya, Zatul Faidah, Nurul Alfiyah, Aulidina Nurfazri

Abstract


This study aimed to explain the existence of the Tri Dharma -Buddhism, Taoism, and Confucianism-, including their ritual practice and emergence factors in the Satya Budhi Vihara, the oldest Vihara in Bandung City. This research is carried out as descriptive qualitative research with mixed methods, consisting of participant observation, interviewing, and content analysis to obtain the necessary data. This study concluded that the Tri Dharma religions have a relationship where the followers of those three religions are traced back and came from the same Chinese ancestors. In addition, Tri Dharma, as a meeting point between the three religions, may be defined as a form of syncretism of the traditional beliefs of the Chinese community, which has had a significant influence on Chinese history for 2500 years. In the Satya Budhi Vihara Bandung, these three religions are interrelated and develop in the same society flexibly without any theological disputes.

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan Tri Dharma – Buddhisme, Taoisme, dan Khonghucu, termasuk praktik ritual dan faktor kemunculannya di Vihara Satya Budhi, Vihara tertua di Kota Bandung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode campuran, yang terdiri dari observasi partisipatoris, wawancara, dan konten analisis untuk memperoleh data yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian. Kajian menyimpulkan bahwa Tri Dharma memiliki hubungan dimana pemeluk ketiga agama tersebut ditelusuri kembali dan berasal dari nenek moyang Tionghoa yang sama. Selain itu, Tri Dharma sebagai titik temu antara ketiga agama dapat diartikan sebagai bentuk sinkretisme kepercayaan tradisional masyarakat Tionghoa, yang memiliki pengaruh signifikan dalam sejarah Tionghoa selama 2500 tahun yang lalu. Di Vihara Satya Budhi Bandung, ketiga agama tersebut saling terkait dan berkembang dalam masyarakat yang sama secara fleksibel tanpa perselisihan teologis.

Keywords


Buddhism; Confucianism; Satya Budhi Vihara; Taoism; Tri Dharma.



DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v4i1.5369
Abstract views : 343 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 350 times

References


Amaruli, R. J., & Utama, M. P. (2015). Konversi Agama dan Formasi Identitas: Tionghoa Muslim Kudus Pasca-Indonesia Orde Baru. HUMANIKA, 22(2), 103–113.

Bodhi, B. (2008). Aims of Buddhist Education. Yearbook of the National Society for the Study of Education, 107(2), 224–226.

Bremborg, A. D. (2011). Interviewing. Dalam M. Stausberg & S. Engler (Ed.), The Routledge Handbook of Research Methods in The Study of Religion. Routledge.

Chandra, A. R., & Budiyuwono, H. (2021). Adaptasi Sosial dan Pola Permukiman di Kampung Toleransi Bandung. Riset Arsitektur (RISA), 5(2), 190-206.

Dhavamony, M. (1973). Phenomenology of Religion. Gregorian Biblical BookShop.

Efendi, B. A., & Erniwati, E. (2022). Pola Nama Etnis Tionghoa Padang pada Masa Orde Baru. Jurnal Kronologi, 4(3), 13-28.

Gopal, M. (1990). India Through The Ages. Publications Division, Ministry of Information & Broadcasting, Government of India.

Hambalie, H. C., & Dewi, F. I. R. (2018). Gambaran Nilai Budaya Antara Generasi Tua dan Generasi Muda pada Masyarakat Tionghoa Beragama Konghucu. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 2(1), 369-377.

Hansen, U. S. S. (2008). Ikhtisar Ajaran Buddha. Vidyasena Production.

Harvey, G. (2011). Participant Observation. Dalam M. Stausberg & S. Engler (Ed.), The Routledge Handbook of Research Methods in The Study of Religion. Routledge.

Harvey, P. (2013). An introduction to Buddhism: Teachings, History and Practices (Second edition). Cambridge University Press.

Ho, C. H. (2022). Chinese Buddhist narratives of wonders: Recent studies and approaches. Religion Compass, 16(8). https://doi.org/10.1111/rec3.12445

Ho, W. (2018). Religious Mediatization with Chinese Characteristics (1 ed.). Routledge.

Keene, M. (2010). Agama-Agama Dunia. Kanisius.

Kristanto, E. (2015). Klenteng Kwan Kong di Makassar. Jurnal eDimensi Arsitektur, 3(2), 881-888.

Kung, Ven. M. C. (2011). Memahami Buddhisme Tradisi Mahayana. Kamandhis UGM.

Kurniawan, T. K. (2022, November 27). Wawancara Langsung [Komunikasi pribadi].

Kyokai, B. D. (2020). Ajaran Buddha. Kosaido Co., Ltd.

M. Diamond, Z. (2021). Introduction-Gautama Buddha in Historical Context. Wisdom Publications.

Marks, L., Nesteruk, O., Swanson, M., Garrison, B., & Davis, T. (2005). Religion and Health Among African Americans: A Qualitative Examination. Research on Aging, 27(4), 447–474.

Mattis, J. S. (2002). Religion and Spirituality in the Meaning-Making and Coping Experiences of African American Women: A Qualitative Analysis. Psychology of Women Quarterly, 26(4), 309–321.

Maulana, A. M. R., Camila, M., Putri, M. I., Hafitzah, N., & Sidqi, N. L. (2023). Torah sebagai Kitab Suci Yudaisme: Konsep dan Klasifikasi. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(1), 35-49.

Maulana, A. M. R., Muttaqin, M., & Fitriyani, A. N. (2021). Paguyuban Sumarah and Interrituality: An Enquiry to The Practice of Interreligious Ritual Participation in Sujud Sumarah. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 29(1), 27–54.

Maulud, M. I. (2019, Februari 8). Vihara yang Terbakar saat Imlek Dipugar, Tim Asistensi Cagar Budaya Dilibatkan. https://www.pikiran-rakyat.com/ bandung-raya/pr-01306263/vihara-yang-terbakar-saat-imlek-dipugar-tim-asistensi-cagar-budaya-dilibatkan

Miharja, D., Gumilar, S., Ruswanda, A. S., & Alivin, M. Z. (2022). Tridharma Religion in Indonesia: Reading Hikmah Tridharma and Tjahaja Tri-Dharma Magazines during the 1970s-1980s. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 6(2), 223–230.

Mila, I. (2018). Studi Tentang Keberadaan Agama Tao di Surabaya. Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Nazwar, N. (2016). Konsep Ketuhanan (T’ien) dan Relevansinya dengan Pembentukan Etos Kerja dalam Ajaran Kong Hu Cu (Konfusius). Intizar, 22(2), 349-364.

Nelson, C., & Woods, J., Robert H. (2011). Content Analysis. Dalam M. Stausberg & S. Engler (Ed.), The Routledge Handbook of Research Methods in The Study of Religion. Routledge.

Oktavya, E., Nurdin, Ikhsan, M., Wahidah, F., & Mubarak, M. S. (2022). Analisis Perbandingan Konsepsi Ketuhanan dalam Al-Qur’an dan Bible. Gunung Djati Conference Series, 14, 148–160.

Palmer, D. A. (2019). Cosmology, Gender, Structure, and Rhythm: Marcel Granet and Chinese Religion in the History of Social Theory. Review of Religion and Chinese Society, 6(2), 160–187.

Rosidi, A., & Ulum, R. (Ed.). (2019). Potret Umat Agama Khonghucu di Indonesia: Religiusitas, Rekognisi, dan Pelayanan Keagamaan. Litbangdiklat Press.

Rudin, T. (2017). Ajaran Taoisme dan Mistisisme Islam (Studi Komparatif). Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 6(2), 271–294.

Sabila, A. (2022). Dinamika Warga Negara Indonesia Keturunan Tionghoa di Surabaya Tahun 1966-1980. Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah, 13(1), 93-112.

Shofwan, A. M. (2022). Character Building Melalui Ajaran Agama Buddha. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 22(1), 28-37.

Shofwan, A. M. S. (2021). Etika Ajaran Agama Buddha untuk Membangun Bangsa dan Negara dalam Kebersamaan. Jurnal Agama Buddha Dan Ilmu Pengetahuan, 7(2), 172-178.

Sorensen, R. (2022). Buddha: Absence of Wholes. Dalam R. Sorensen, Nothing. Oxford University Press.

Tan, C.-B. (2020). Chinese Religion in Malaysia: Temples and Communities. BRILL.

Trainor, K. (2004). Buddhism: The Illustrated Guide. Oxford University Press.

Untung, S. H., Maulana, A. M. R., Musdalifah, S. A., Inayatullah, I., Aniatuzzahro, L., & Jamilah, N. A. (2022). Relevansi Metta Karuna dan Implementasinya dalam Yayasan Buddha Tzu Chi. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(2), 381-396.

Upa. Sasanasena Seng Hansen. (2008). Ikhtisar Ajaran Buddha. Vidyasena Production.

Virana & Tjeng Ing. (2008). Keyakinan Umat Buddha. CV.Santusita.

Widisuseno, I. (2016). Etika Natural Taoisme dan Implementasinya. Humanika, 23(2), 49-58.

Wynne, A. (2022). Gotama, the Historical Buddha. Dalam Buddhism. Oxford University Press.

Xing, G. (2018). Filial Piety in Chinese Buddhism. Dalam G. Xing, Oxford Research Encyclopedia of Religion. Oxford University Press.

Yoswara, H. P., Santosa, I., & Haswanto, N. (2015). Simbol dan Makna Bentuk Naga (Studi Kasus: Vihara Satya Budhi Bandung). Wimba : Jurnal Komunikasi Visual, 3(2), 17-30.

Yuet Chau, A. (2020). Religion In China. Journal of Chinese Religion, 48(1), 96-109.

Yuliawati, S., Dienaputra, R. D., & Yunaidi, A. (2023). Coexistence of the ethnic Chinese and Sundanese in the city of Bandung, West Java: A case study on Kampung Toleransi. Asian Ethnicity, 24(3), 390–405.

Zahra, A. A. (2022, Ocotober). Merakit Toleransi Melalui Tur ke Kelenteng Satya Budhi. BandungBergerak.id. https:// bandungbergerak.id/ article/detail/ 14632/merakit-toleransi-melalui-tur-ke-kelenteng-satya-budhi

Zhafira, A. R. (2021). Konsep Ketuhanan di dalam Agama Taoisme Dan Konfusianisme. EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 2(2), 1–10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Al-Adyan: Journal of Religious Studies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.