Religious Moderation in Aceh: A Strategy for Implementing Islam Washatiyah Values in Acehnese Society

Syibran Mulasi, Syaibatul Hamdi, Muhammad Riza

Abstract


This article aims to look at the reality of religious moderation in Acehnese society, the challenges in implementing moderation values and the solutions in introducing religious moderation in Acehnese society. This study uses a qualitative approach with data collection conducted by interviewing academics at PTKIN Aceh and observing the development of moderation in society, namely by examining religious symptoms and conflicts in Aceh. The results of the study show that the practice of religious moderation had developed in Aceh long before the term moderation was echoed by the center, Acehnese people very easily accept anyone to live side by side even if they have different beliefs. The Acehnese with the principle of "peumulia jame" can accept anyone with good intentions coming to Aceh. On the other hand the people of Aceh will rebel and fight if there are parties who disturb and want to change their local wisdom, such as bid'ah the Prophet's birthday, suing religious traditions that have been ingrained with the lure of heresy and heresy, of course this kind into resistance and resistance. To implement religious moderation in society, this can be done in a top-down manner, starting with religious leaders, the preachers and also the involvement of the Islamic campus in introducing the Islamic value of washatiyah in the community, besides that, gentle recitations using the mauidhatul hasanah method in the community so that by introducing this soft Islam will certainly hit the hearts of the Acehnese Muslim community.

Artikel ini bertujuan untuk melihat realitas moderasi beragama pada masyarakat Aceh, tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi dan solusi dalam memperkenalkan moderasi beragama pada masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai akademisi di PTKIN Aceh dan mengamati perkembangan moderasi di masyarakat yaitu dengan mengkaji gejala dan konflik keagamaan di Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik moderasi beragama telah berkembang di Aceh jauh sebelum istilah moderasi didengungkan oleh pusat, masyarakat Aceh sangat mudah menerima siapapun untuk hidup berdampingan meskipun berbeda keyakinan. Masyarakat Aceh dengan prinsip “peumulia jame” dapat menerima siapa saja yang berniat baik datang ke Aceh. Di sisi lain masyarakat Aceh akan memberontak dan melawan jika ada pihak yang mengganggu dan ingin mengubah kearifan lokalnya, seperti bid'ah Maulid Nabi, menggugat tradisi keagamaan yang sudah mendarah daging dengan iming-iming kesesatan dan kesesatan, tentu saja hal semacam ini menjadi perlawanan dan perlawanan. Untuk mengimplementasikan moderasi beragama di masyarakat dapat dilakukan secara top-down, dimulai dari tokoh agama, ustadz dan juga keterlibatan kampus Islam dalam memperkenalkan nilai Islam washatiyah di masyarakat, selain itu pengajian yang lembut dengan menggunakan metode mauidhatul hasanah di masyarakat sehingga dengan mengenalkan Islam yang lembut ini tentu akan mengena di hati masyarakat muslim Aceh.

Keywords


Acehnese Society; Moderation; Peumulia Jame.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v4i1.6067
Abstract views : 280 times
PDF : 158 times

References


Abee, Syarifuddin, Hasan Bakti Nasution, and Syahrizal Abas. 2019. “Dayah Cleric Views towards Aceh Community Plurality.” Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal 2(3): 06–14.

Abonita, Rino. 2022. “Masjid Salafi Di Aceh Barat ‘dilarang Gelar Salat Jumat’ - ‘Setiap Kelompok Harus Saling Menghargai’, Kata Sosiolog.” BBC News Indonesia.

Ade, Erlangga. 2021. “Nilai Moderasi Perspektif Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Misbah Serta Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam.” Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung.

Almu’tasim, Amru. 2019. “Berkaca NU Dan Muhammadiyah Dalam Mewujudkan Nilai-Nilai Moderasi Islam Di Indonesia.” TARBIYA ISLAMIA: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman 8(2):199–212.

Burhanudin, Jajat. 2014. “The Dutch Colonial Policy on Islam: Reading the Intellectual Journey of Snouck Hurgronje.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 52(1):25–58.

Busyro, Busyro, Aditiya Hari Ananda, and Tarihoran Sanur Adlan. 2019. “Moderasi Islam (Wasathiyyah) Di Tengah Pluralisme Agama Indonesia.” Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan Dan Kemasyarakatan 3(1): 1–12.

Fikri, M. 2017. “Transformasi Tradisi Akademik Islam Dan Kontribusinya Terhadap Resolusi Konflik Agama Di Aceh.” ARICIS PROCEEDINGS.

Hadi, A. 2016. “Aceh in History: Preserving Traditions and Embracing Modernity” MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 37(2): 449-464 .

Hartani, Mallia, and Soni Akhmad Nulhaqim. 2020. “Analisis Konflik Antar Umat Beragama Di Aceh Singkil” Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik 2(2): 93-99.

Husin, A. 2017. “Conflict and Nonviolence: Ulama in the Aceh Peace Process.” The Promise of Reconciliation?. Routledge 43-72.

Islam, Tazul, and Amina Khatun. 2015. “‘Islamic Moderation’ in Perspectives: A Comparison Between Oriental And Occidental Scholarships.” International Journal of Nusantara Islam 3(2):69–78.

Ismail, F. 2020. “Interaksi Sosial Masyarakat Lawe Sigala-Gala Kabupaten Aceh Tenggara: Suatu Kajian Tentang Toleransi Antar Umat Beragama” Jurnal Adabiya 19(2): 81-100.

Lexi, J., and M. M.A. 2010. “Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif.” Rake Sarasin 54–68.

Mahyuddin, M. 2020. “Peran Strategis IAIN Ambon Dan IAKN Ambon Dalam Merawat Toleransi Sosial Dan Moderasi Beragama Di Ambon Maluku.” KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan 3(1): 103-124.

Manan, Abdul, Rahmad Syah Putra, and Saprijal Saprijal. 2022. “The Moderation in Actualizing The Religious Harmony and Islamic Culture in South West Coast of Aceh–Indonesia.” PROCEEDINGS ICIS 2021.

Misrawi, Zuhairi. 2010. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari: Moderasi, Keumatan, Dan Kebangsaan. Penerbit Buku Kompas.

Moleong, Lexi J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Ramaja Rosdakarya.

Muhaini, M. 2022. “Internalisasi Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Sistem Pendidikan Dayah Tradisional Di Kota Langsa.(Studi Kasus Di Dayah Tradisonal Raudhatun Najah Kota Langsa)” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 10(2).

Muhdina, Darwis. 2014. “Kerukunan Umat Beragama Berbasis Kearifan Lokal Di Kota Makassar.” Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Muntafa, Raudhatul Ulum Farham. 2019. Surve Indeks Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia Tahun 2018. Vol. 53. edited by R. U. F. Muntafa. Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI.

Muvid, Muhamad Basyrul. 2019. Para Sufi Moderat: Melacak Pemikiran Dan Gerakan Spiritual Tokoh Sufi Nusantara Hingga Dunia. Aswaja Pressindo.

Ridwan. 2011. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan Dan Peneliti Pemula. Bandung: Al-Fabeta.

Riza, M. 2019. “Relasi Antar Iman Di Negeri Syari’at Islam (Studi Peran Dan Fungsi FKUB Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Di Aceh Tengah).” Jurnal As-Salam 3(1): 48-60.

Romadhon, Sahrul, and Ardi Wina Saputra. 2021. “Humor Sebagai Strategi Moderasi Umat Beragama Pascateror BOM Makassar 2021.” Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan 15(2):154–65.

Rusmayani. 2018. “Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Islam Bagi Siswa Di Sekolah Umum.” Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars (2):786–95.

Semiawan, Conny R. 2010. “Metode Penelitaian Kualitatif Jenis, Karakteristik, Dan Keunggulannya.” Metode Kualitatif (Jenis, Karakteristik, Dan Keunggulannya).

Sukardi. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Triyono, Agus, and Ahmad Joko Setyawan. 2021. “Aceh Dan Konflik Agama: Kontruksi Pada Harian Republika.” Profetika: Jurnal Studi Islam 22(1):141–58.

Warsah, Idi. 2021. “Jihad and Radicalism: Epsitemologi of Islamic Education at Pesantren Al-Furqan in Musi Rawas District.” Jurnal Ilmiah Islam Futura 21(2): 152-169.

Widodo, Asrip. 2019. “Moderation of Islamic Education as an Effort to Prevent Radicalism (Case Study of FKUB Singkawang City, Kalimantan, Indonesia).” Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 13(2):271–94.

Wijaya, Aksin, Nur Rif’ah Hasaniy, and Tati Nur Pebiyanti. 2021. Berislam Dengan Berkemanusiaan. Yogyakarta: IRCiSoD.

Zamimah, Iffati. 2018. “Moderatisme Islam Dalam Konteks Keindonesiaan.” Jurnal Al-Fanar 1(1):75–90.

Zukhdi, M. 2017. “Dinamika Perbedaan Mazhab Dalam Islam (Studi Terhadap Pengamalan Madzhab Di Aceh).” Jurnal Ilmiah Islam Futura 17(1): 121-149.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Al-Adyan: Journal of Religious Studies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.