CYBER RELIGION: Implementasi Keberagamaan dan Respons Generasi Milenial

Dadang Kuswana, Yoshy Hendra Hardiyan Syah, Acep Aripudin

Abstract


This article discusses the practice of religion in cyberspace and the response of the millennial generation to the social media account @Bimbingan_Islam, as a form of practice of Cyber Religion. The account discusses various study themes, including the theme of patience, life advice, istiqomah in worship, the glory of dhikr, the glory of praying, and others. The purpose of this study is First, to find out how the world of Cyber Religion is on the YouTube, Instagram, and Facebook platforms @Bimbingan_Islam. Second, to find out how the millennial generation responds in the comments column to posts on religious studies on the Instagram platform account @Bimbingan_Islam. This article uses qualitative research methods using data collection techniques (Literature Review) with a non-participatory virtual ethnographic approach and analysis techniques using Lasswell's communication theory. The limitations of the millennial generation referred to in this article are in the age range of 18 to 34 years. What's interesting in this article is that it displays technological developments, illustrations of information dissemination, the level of popularity of social media, and the spread of religious studies in cyberspace, making it a powerful attraction for the millennial generation to continue to deepen, upgrade, and hone their insights about religion, namely on account @ Bimbingan_Islam, then this article finds a case on the social media account, namely there is a sentence that is inappropriate to be presented to the public by using strong language in broadcasting religious studies through social media.

Artikel ini membahas tentang praktik agama di dunia maya dan respon generasi milenial pada akun media sosial @Bimbingan_Islam, yaitu Cyber Religion. Akun tersebut membahas berbagai macam tema kajian, seperti kesabaran, nasehat hidup, istiqomah dalam beribadah, kemuliaan zikir, salawat, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana dunia Cyber Religion dalam platform YouTube, Instagram, dan Facebook pada akun @Bimbingan_Islam. Selanjutnya mengetahui bagaimana respon generasi milenial dalam kolom komentar terhadap postingan kajian agama pada plaform Instagram akun @Bimbingan_Islam. Metode penelitian kualitatif digunakan melalui pengumpulan data studi pustaka (Literature Review) dengan pendekatan etnografi virtual yang bersifat non-partisipasi. Kemudian dianalisis menggunakan teori komunikasi Laswell. Artikel ini memperlihatkan perkembangan teknologi, ilustrasi penyebaran informasi, tingkat popularitas media sosial, dan penyebaran kajian agama. Ini membuat daya tarik yang dahsyat bagi generasi milenial untuk senantiasa terus memperdalam, mengupgrade, dan mengasah wawasan tentang agama. Namun dalam akun @Bimbingan_Islam, ditemukan suatu kasus, yaitu terdapat suatu kalimat yang tidak pantas untuk disajikan kepada khalayak publik dengan menggunakan bahasa yang kasar dalam menyiarkan kajian agama melalui media sosial.

Keywords


Millennial Generation; Religion and Media; Religion in Cyberspace.



DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v4i2.6192
Abstract views : 131 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 59 times

References


Acep Aripudin. (2023). When Quranic Learning Goes Online: The Phenomenon of Yusuf Mansur in Da’wah Marketing Facing the Covid-19 Pandemic. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 17(1).

Ar’Rayyan, F., Kamalludin, & Suhendra. (2022). Peran Instagram sebagai Media Dakwah pada Masa Pandemi: Strategi Dakwah Akun @Penuntutilmu.Bogor. Jurnal Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 2(2), 81–97. https://doi.org/http://journal.laaroiba.ac.id/index.php/dawatuna/article/view/546

Bohang, F. K. (2018a). Berapa Jumlah Pengguna Internet di Indonesia? Kompas.Com.

Bohang, F. K. (2018b). Berapa Jumlah Pengguna Internet di Indonesia? In KOMPAS.COM. Kompas.com.

Brasher, B. E. (2001). Give Me That Online Religion. Jossey-Bass.

Budiasa, I. M. (2020). Metode Etnografi Virtual dalam Analisis Cyber Religion di Era Digitalisasi. Seminar Nasional Ilmu Komunikasi Di Era Milenial IHDN, 2.

Campbell, H. (2006). Religion and The Internet. Journal Communication Research Trends: Centre For The Study Of Communication And Culture, 25(1), h. 4.

Dawson, L. L. (1998). Anti-modernism, modernism, and postmodernism: Struggling with the cultural significance of new religious movements. Journal Sociology of Religion, 59(2), h. 131-156.

Fakhrurroji, M. (2017). Dakwah di era media baru: Teori dan aktivisme dakwah di internet. Simbiosa Rekatama Media.

Goffman, E. (1959). The Moral Career of The Mental Patient. Journal Psychiatry, 22(2), h. 123-142.

Hine, C. (2015). Ethnography for Internet. Embedded, Embodied, and Every day. Bloomsbury Academic.

Hojsgard, M. T. (2005). Religion and Cyberspace. Routledge.

Malik, H. (2021). Cyber Religion Dan Real Religion Di Tengah Masyarakat Digital. Jurnal Komunika, 4(1), h. 63-78.

Manheim, K. (1952). The Problem of Generations: In Essays on The Sociology of Knowledge. Routledge.

Masluhah, & Hafid, A. (2021). Regenerasi Dakwah Humanis di Era Cyber Religion. Jurnal Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2), 66–79.

Mulyana, D. (2000). Ilmu Komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Oktavia, N. A., Muhid, A., & Hamidah, L. (2021). Cyber-Religion Pada Generasi Z: Kontribusi Mindfulness Terhadap Penggunaan Akun Dakwah Jejaring Sosial Sebagai Referensi Keagamaan. Jurnal PSIKOISLAMEDIA: Jurnal Psikologi, 6(1), 108–121.

Prasetya, H. (2013). VIRTUAL ETNOGRAPHY (Kajian Etnografi Komunikasi pada Media Sosial Facebook di Indonesia). Jurnal Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 12(4), 355–371. https://doi.org/https://doi.org/10.32509/wacana.v12i4.118

Qadri, M. (2020). Pengaruh Media Sosial Dalam Membangun Opini Publik. Jurnal Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 1(1), 49–63.

Rakhman, M. A., & Haryadi. (2019). Perilaku dan Partisipasi Politik Generasi Z. Jurnal JISIP: Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik, 3(1), 29–40.

Schimmel, A. (1994). Deciphering the signs of God: A phenomenological approach to Islam. State University of New York Press Albany.

Setiyawati, A., Sofian, A., & Parmudi, M. (2019). Komunikasi Agama di Dunia Virtual: Kajian terhadap Fanpage Santrionline. Jurnal JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 3(2), 125–144. https://doi.org/10.21580/jsw.2019.3.2.5023

Silalahi, J. N. (2018). Tantangan Hidup Perempuan Generasi Milenial “Berkarir Atau Menikah. Journal Sosiologi, 1(2), 92–100.

Sulastri, I., Gustia, A. Y., & Juniat, L. (2020). Penggunaan Media Sosial Dalam Berdakwah: Study Terhadap Da’i Di Kota Padang. Jurnal Al-Munir: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 11(2), 153–163. https://doi.org/https://doi.org/10.15548/amj-kpi.v0i0.2081

Toni, H., Rolando, D. M., Yazid, Y., & Putra, R. A. (2021). Fenomena Cyber Religion sebagai Ekspresi Keberagamaan di Internet pada Komunitas Shift. 32(1), 56–74. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24014/jdr.v32i1.11626


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Al-Adyan: Journal of Religious Studies

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.