Pengembangan Studi Agama-Agama Dalam Konteks Mayoritas Muslim (Sebuah Tawaran)

Faisal Faisal, Ayu Rustriana Rusli

Abstract


This article aims to offer the development of SAA studies, especially at UIN Imam Bonjol Padang in the context of the Muslim majority. Overlapping course materials and difficulties in syllabus development have an impact on the unclear scientific direction of the study program. Including the lack of attention to the dynamics of Islam in West Sumatra. For this reason, it is necessary to formulate the characteristics of the study program that color the development of studies by adapting the pattern of similar study programs at UIN Jakarta and Yogyakarta. This field research uses qualitative methods, with data collection tools of observation, interviews, and documentation. This research borrows the grand theory of constructivism, especially Karl Mannheim's sociology of knowledge, which sees the strong socio-cultural and historical influence on knowledge. The results found that the pattern of development of SAA studies at UIN Jakarta is built on its distinctive characteristics as an institution whose existence in the metropolitan capital city so that its studies are more theoretically conceptual and responsive to actual issues. Then the pattern of UIN Yogyakarta is built on the distinctive characteristics of integration-interconnection of Islamic science and multicultural Indonesia. While the relevant pattern of SAA UIN Padang is to carry "majority Islam" as a distinctive characteristic. This is linear with the fact of its existence in the midst of West Sumatra society with the dominance of Minangkabau ethnicity which makes Islam a socio-cultural foundation. It is on this distinctive characteristic that the pattern of study development is constructed.

Artikel ini bertujuan memberikan penawaran terhadap pengembangan kajian SAA khususnya di UIN Imam Bonjol Padang dalam konteks mayoritas muslim. Tumpang tindih materi kuliah serta kesulitan pengembangan silabus berdampak pada ketidakjelasan arah keilmuan program studi. Termasuk kurangnya perhatian terhadap dinamika Islam di Sumatera Barat. Untuk itu perlu dirumuskan penciri khas prodi yang mewarnai pengembangan kajian dengan mengadaptasi pola prodi serupa di UIN Jakarta dan Yogyakarta. Riset lapangan ini menggunakan metode kualitatif, dengan alat pengumpul data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Riset ini meminjam grand theory konstruktivisme khususnya sosiologi pengetahuannya Karl Mannheim yang melihat pengaruh kuat sosial-budaya dan historis terhadap pengetahuan. Hasil riset menemukan bahwa pola pengembangan kajian SAA di UIN Jakarta dibangun di atas penciri khasnya sebagai institusi yang eksistensinya di ibu kota metropolitan sehingga kajiannya lebih teoretis konseptual dan responsif terhadap isu-isu aktual. Kemudian pola UIN Yogyakarta dibangun di atas penciri khas integrasi-interkoneksi ilmu keislaman dan keindonesiaan yang multikultural. Sementara pola SAA UIN Padang yang relevan adalah mengusung “Islam mayoritas” sebagai penciri khas. Ini linear dengan fakta eksistensinya di tengah masyarakat Sumatera Barat dengan dominasi etnis Minangkabau yang menjadikan Islam sebagai landasan sosio-kultural. Di atas penciri khas inilah pola pengembangan kajian dikonstruk.

Keywords


Characteristics; Islam is the Majority; Religious Studies.



DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v4i2.7506
Abstract views : 58 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 42 times

References


Abdullah, A. (1996). Studi Agama Normativitas atau Historisitas? Pustaka Pelajar.

Ahmad Muttaqin. (2021). Gagasan Studi Agama Terapan Dalam Bingkai Kampus Merdeka: Perspektif Sosiologi Pengetahuan. Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial.

Ahmad, S., Wahyuni, D., & Hidayat, M. (2022). The Existence of Religious Studies in Sharia Regions: West Sumatra and Aceh. Khazanah Pendidikan Islam, 4(3), 119-134.

Alles, G. D. (2008). Religious Studies A Global View (New York; Routledge, 2008) h. 16 dan 56-57. Routledge.

Andri Ashadi. (2018). Relasi Antaretnik: Negosiasi Identitas Keislaman Orang Minang dan Kekristenan Orang Nias di Seberang Palinggam dan Sungai Buluh. Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Asbandi. (2017). Konsep Toleransi Menurut Buya HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar. , Skripsi Program Studi Ilmu AL-Qur’an dan tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran islam Universitas Islam negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ashadi, A. (n.d.). “Studi Perbandingan Agama: Tantangan dan Harapan.” Al-Adyan; Jurnal Ilmu Perbandingan Agama, 2(1).

Aslam Saad. (2022). Comparative Religion its Growth and Development in Indonesia. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Bahri. (2023). Wawancara 17-07-2023.

Burhanuddin Daja. (1998). Studi Agama-Agama di Perguruan Tinggi Indonesia Dalam Rangka Membangun Manusia Seutuhnya Yang Rukun. Seminar Kerukunan Umat Beragama Dan Studi Agama-Agama Di Perguruan Tinggi.

Daja, B. (2006). Ilmu Perbandingan Agama I. Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.

Danil. (2023). Wawancara.

Dian. (2023). Wawancara, 02-08-2023.

Djam’annuri. (2001). Pengembangan Kelembagaan Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Rapat KerjaPimpinan Fakultas Ushuluddin IAIN Se-Indonesia.

Djam’annuri. (2003). Studi Agama-Agama Sejarah dan Pemikiran. Pustaka Rihlah.

Encyclopædia Britannica. (2023). Society of Jesus.

Fahri Zulfikar. (2023). 10 Kampus Islam Terbaik Versi EduRank 2023, Ada UMS hingga UAD. Detik.Com.

Faisal. (2014). Dinamika Perkembangan Kajian Ilmu Perbandingan Agama di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Fak. Ushuluddin IAIN Imam Bonjol.

fitk.uinjkt.ac.id. (n.d.). UIN Jakarta Tempati Posisi Kedua dari 10 PTKIN Terbaik Versi Webometrics Januari 2023.

Fitri Eriyanti. (2013). Aspek Sosio-Budaya, Kebijakan Pemerintah, dan Mentalitas yang Berpengaruh terhadap Integrasi Sosial dalam Masyarakat Sumatera Barat. Humanus, 12(1), 73–82. https://media.neliti.com/media/publications/7133-ID-aspek-sosio-budaya-kebijakan-pemerintah-dan-mentalitas-yang-berpengaruh-terhadap.pdf

Ghazali, A. M. (2019). Reformulasi Materi Ajar Ilmu Perbandingan Agama Pada Jurusan Studi Agama-Agama. Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Halim, I. A. (2020). Meneropong studi agama-agama se-Indonesia. FORMASA-I. https://etheses.uinsgd.ac.id/32168/

Hamzah. (2023). Wawancara, 02-08-2023.

Hayadin. (2018). Menyoal Eksistensi Program Studi Agama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/menyoal-eksistensi-program-studi-agama-di-perguruan-tinggi-keagamaan-islam-negeri-ptkin

Hidayanti, A. (2021). MINIMNYA MINAT CALON MAHASISWA MEMILIH PRODI STUDI AGAMA-AGAMA UIN AR-RANIRY BANDA ACEH (Studi siswa kelas XII MAN 3 Banda Aceh). UIN AR-RANIRY.

Icha, H., Moeis, I., Indrawadi, J., Fatmariza, F., & Wirdanengsih, W. (2022). Social Integration of Multiethnic Community of Padang City Based on Local Wisdom. MUHARRIK: Jurnal Dakwah Dan Sosial, 5(2), 247–263. https://doi.org/10.37680/muharrik.v5i1.1365

Ilyas, H. (2002). Pandangan Muslim Modernis terhadap Non-Muslim (Studi Pandangan Muhammad ’Abduh dan Rasyid Ridha terhadap Ahli Kitab dalam Tafsir al-Manar). Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Lisfa. (2023). Wawancara, 17-07-2023.

M. Amin Abdullah dkk. (2003). Rekonstruksi Metodologi Ilmu-Ilmu Keislaman. SUKA-Press.

Makhdum Ahmad Alpetoti. (2002). Etika Kato Nan Ampek Dalam Budaya Minangkabau, Skripsi Prodi Aqidah Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mannheim, K. (1952). Essays on the Sociology of Knowledg. Oxford University Press.

Media Zainul Bahri. (2015). Wajah Studi Agama-Agama Dari Era Teosofi Indonesia (1901-1940) Hingga Masa Reformasi. Pustaka Pelajar.

Mohd Ashraf Malik. (2020). WESTERN METHODOLOGY TO STUDY RELIGION WITH SPECIAL REFERENCE TO COMPARATIVE RELIGION. Indonesian Journal of Islamic Studies, 1(02), 145–154. https://doi.org/10.20885/ijiis.vol.4.iss1.art3

Ovi Hidayanti. (2021). Minimnya Minat Calon Mahasiswa Memilih Prodi Studi Agama-Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Studi Siswa Kelas Xii Man 3 Banda Aceh). UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

Ropi. (2023). Wawancara, 18-07-2023.

Steenbrink, K. A. (1990). The Study of Comparative Religion by Indonesian Muslims: A Survey. Numen, 37(2), 141–167. https://doi.org/10.2307/3269860

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Alfabeta.

Susilawati. (2023). Wawancara.

Tim Penyusun. (2020). Pedoman Akademik Program Strata 1 2019/2020. UIN Syarif Hidayatullah.

Tungkagi, D. Q. (2022). Tradisi Minoritas Muslim dan Toleransi di Lingkungan Kristen: Konstruksi Identitas Muslim Kendahe di Perbatasan Indonesia-Filipina. Jurnal Bimas Islam, 15(2), 237–272. https://doi.org/10.37302/jbi.v15i2.694

uin-suka.ac.id. (n.d.). Prestasi Gemilang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, PTKIN Paling Diminati di Indonesia Melalui Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2023.

www.uinjkt.ac.id. (n.d.). QS AUR 2023, UIN Jakarta is Chosen as the Best PTKIN.

Yuangga K. Yahya, et. al. (2020). Islamic Identity in Minangkabau: A Case Study of the Rejection of Minangkabau Bible Translation Application. Proceedings of the International Joint Conference on Arts and Humanities.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Faisal Faisal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.