KEENGGANAN DEWASA AWAL MEMASUKI KEHIDUPAN BERKELUARGA DI DESA PULAI PAYUNG, KABUPATEN MUKOMUKO, PROVINSI BENGKULU (Ditinjau dari Perspektif Bimbingan Konseling Keluarga)

Mulia Sri Rahma, Urwatul Usqo, Meri Susanti

Abstract


Pada masa dewasa awal terdapat delapan tugas-tugas perkembangan yang lima di antara tugas perkembangan dewasa awal tersebut berkaitan dengan pernikahan atau kehidupan berkeluarga. Namun yang terjadi saat ini masih banyak individu dewasa awal yang enggan atau belum menikah. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui faktor internal dan eksternal keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga serta mengetahui tinjauan konseling keluarga terhadap keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang individu yang berada pada masa dewasa awal yang belum menikah, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Faktor internal keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga berasal dari faktor psikologis. 2) Faktor eksternal keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga berasal dari stimulus dan lingkungan. 3) Tinjauan konseling keluarga terhadap keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga. Dalam hal ini konseling keluarga memiliki fungsi edukatif atau pengembangan yang mana konselor berkolaborasi atau bekerja sama dalam upaya membantu klien mencapai tugas-tugas perkembangan.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/jbki.v14i02.7296
Abstract views : 69 times
PDF : 175 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.