Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Bakat Non Akademis Anak Tunagrahita

Aprima Putri, Wanda Fitri, Urwatul Wusqo, Ilmiyati Refi Fadlia Refi Fadlia, Siska Novra Elvina

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Bakat Non Akademis Anak Tunagrahita yang sekolah di SLB N 1 di Pulau Punjung”. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara dengan informan penelitian adalah orang tua dari anak tunagrahita. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan  ada empat bentuk peran orangtua yang dominan dalam mengembangkan bakat non akademis anak tunagrahita. Bentuk peran tersebut adalah 1)pendidikan (pengganti guru di sekolah, motivator (pendukung), fasilitator (pemenuh berbagai kebutuhan anak, dan sebagai konselor (sebagai teman bermain dan berbagi).  Secara umum  semua informan menajalankan semua bentuk-bentuk peran tersebut. Peran tersebut terlihat sangat membantu  anak-anak mereka yang disabilitas mengembangkan bakat non akademisnya. Anak-anak tersbut tampak gembira, mudah merespon, ramah, dan cukup aktif. Berbeda dengan satu anak dimana kedua orangtuanya mengaku tidak  dapat menjalankan peran mereka dengan baik dikarenakan kesibukan bekerja di luar rumah. Pendidikan anak lebih diutamakan pada guru di sekolah dan pengasuh yang ada di rumah. Dampaknya cukup nampak pada perilaku anak yang pasif, kurang merespon ketika diajak bicara, pendiam, dan tidak terlalu aktif.

Kata Kunci : Orang tua, Bakat, Anak Tunagrahita.


Keywords


Orang tua, Bakat, Anak Tunagrahita.

Full Text:

PDF

References


Desiningrum. (2016). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Psikosain.

Kemenko, P. (2022). “Pemerintah Wajib Penuhi Hak Pendidikan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas.” Kemenko, PMK.

Kompas.com. (2013). Mengembangkan Bakat Istimewa Berkebutuhan Khusus. Kompas.com.

Kompas.com. (2021). Siswa Berkebutuhan Khusus Raih Prestasi. Kompas.com. https://www.google.com/edu/read/2021/09/10/120202071/membanggakan-5-siswa-berkebutuhan-khusus-raih-prestasi-di-kompetisi-rias?page=all

Laila, Q. N. (2018). Problematika Pendidikan Inklusi di Sekolah. Jurnal Modeling, 5(2), 185–188.

Media.com. (2021). Anak berkebutuhan khusus mengikuti ABK Confectionary Championship. media.com. https://www.mediaindonesiacom/humaniora/449672/12

Nurwahyuni, I. (2019). Pengetahuan dan Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Masyarakat dalam Pengembangan Objek Wisata Waduk.

Saraswati, M. (2014). Peran Orang Tua dalam Mengarahkan Bakat Anak Tunarungu Jenjang SDLB di SLB Negeri Cicendo Bandung. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(2).

Sari. (2017). Pendidikan Bagi Anak Tunagrahita, Jurnal Penelitian & PKM. Jurnal Unpad, 4(2).

SAYYIDAH, A. A. (2022). (2022). Peran Pendamping Dalam Pencapaian Prestasi Non Akademik Pada Penyandang Disabilitas Di National Paralympic Committe Of Indonesia Kabupaten Jember.

Susilawati, N. (2020). (Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Bakat Non Akademis Anak Berbakat (Gifted)”. Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran, 2(2).




DOI: https://doi.org/10.15548/jbki.v15i02.9937

Refbacks

  • There are currently no refbacks.