Hubungan Religiusitas dan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa dalam Perspektif Psikologi Islam

Firyal Nadhifah, Karimulloh Karimulloh

Abstract


Abstract: In college education, certainly the students will face difficulties or challenges. In order to overcome every challenge and difficulty well, students need the academic resilience in themselves. One of the internal factors that impact the academic resilience is religiosity. This study aims to see the relation between religiosity and academic resilience in students in the perspective of Islamic psychology. This research uses library research method. The result of this research is that religiosity is one of the factors that affect the academic resilience, In Islam, individuals with good religiosity will believe that God will not give a difficulty beyond the limits of someones ability and the individual also realizes that every difficulty there must be ease afterwards, as long as the individual is willing to try, pray, and be patient. In other words, individuals with good religiosity will be able to solve the difficulties or problems in their lives.

Keywords


Islamic Psychology, Religiosity, Academic Resilience.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/alqalb.v12i1.2444
Abstract views : 1040 times
PDF : 1017 times

References


Abdullah. (2004). Tafsir ibnu katsir. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi'i.

Ad-Darimi, A. (2000). Sunan Ad-Darimi. Riyadh: Darul Mughni.

Al-Ghazali. (2018). Ihya Ulumiddin. Jakatya: Republika Penerbit.

Ancok, D., & Suroso, F. N. (2019). Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Angganantyo, W. (2014). Coping religius pada karyawan muslim ditinjau dari tipe kepribadian. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 2(1), 50-61.

Annalakshmi, N., & Abeer, M. (2011). Islamic worldview, religious personality and resilience among muslim adolescent students in India. Europe’s Journal of Psychology, 716-738.

Darmawanti, I. (2012). Hubungan antara tingkat religiusitas dengan kemampuan dalam mengatasi stres (coping stress). Jurnal Psikologi: Teori & Terapan, 2(2), 24-29.

Hartaji, R. A. (2012). Motivasi berprestasi pada mahasiswa yang berkuliah dengan jurusan pilihan orangtua.

Hidayatulloh. (2016). Relasi ilmu pengetahuan dan agama. Proceeding of ICECRS, 1, 901-908.

Hulukati, W., & Djibran, M. R. (2018). Analisis tugas perkembangan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo. Jurnal Bikotetik, 2(1), 73-114.

Indra, H. (2009). Pandangan islam tentang ilmu pengetahuan dan refleksinya terhadap aktivitas pendidikan sains di dunia muslim. Miqot, XXXIII(2), 245-260.

Iswati. (2019). Long life eduction dalam perspektif hadits (Suatu tinjauan pendidikan sejak pranatal dan analisis terhadap kualitas hadits pendidikan sepanjang hayat). At-Tajdid, 03(02), 126-147.

Khalaf, M. A. (2014). Validity and reliability of The Academic Resilience Scale in Egyptian context. US-China Education, 4(3), 202-210.

Kodina, E. Y., Rama, B., Getteng, A. R., & Said, N. (2016). Hakikat materi akidah perspektif pendidikan agama Islam dalam kurikulum sekolah dasar kelas V. Jurnal Diskursus Islam, 4(3), 523-551.

Muslim. (2006). Shohih Muslim. Riyadh: Dar Thoybah

Nashori, F. (2010). Agenda Psikologi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nuandri, V. T., & Widayat, I. W. (2014). Hubungan antara sikap terhadap religiusitas dengan sikap terhadap kecenderungan perilaku seks pranikah pada remaja akhir yang sedang berpacaran di Universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 3(2), 60-69.

Poerwanto, A., & Prihastiwi, W. J. (2017). Analisis prediktor resiliensi akademik siswa sekolah menengah pertama di Kota Surabaya. Psikosains, 12(1), 45-57.

Rojas F, L. F. (2015). Factors Affecting Academic Resilience in Middle School Students: A case study. Gist Education and Learning Research Journal(11), 63-78.

Sahnan, A. (2018). Konsep akhlak dalam Islam dan kontribusinya terhadap konseptualisasi pendidikan dasar Islam. Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 99-112.

Sari, P. K., & Indrawati, E. S. (2016). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan X Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Jurnal Empati, 5(2), 177-182.

Sarifandi, S. (2014). Ilmu pengetahuan dalam perspektif Hadis Nabi. Jurnal Ushuluddin, XXI(1), 62-82.

Smither, R., & Khorsandi, A. (2009). The implicit personality theory of Islam. Psychology of Religion and Spirituality, 81-96.

Sumarna, E. (2016). Syariah islam dalam konteks perguliran sosial, politik, dan budaya. Jurnal Sosioreligi, 14(2), 59-64.

Sutoyo, A. (2017). Peran iman dalam pengembangan pribadi konselor. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 1(1), 11-17.

Wahidah, E. Y. (2018). Resiliensi perspektif Al Quran. Jurnal Islam Nusantara, 2(1), 105-120.

Wulan, D. A., & Abdullah, S. M. (2014). Prokrastinasi akademik dalam penyelesaian skripsi. Jurnal Sosio-Humanior, 5(1), 55-74.

Zain, T. S. (2017). Hubungan antara agama dan ilmu dalam pandangan Al Farabi. JIA, 18(1), 33-46.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ruang Jurnal,
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama,
UIN Imam Bonjol Padang
Jl. Mahmud Yunus No.6,Lubuk Lintah,
Kota Padang, Sumatra Barat
E-mail: jurnal-alqalb@uinib.ac.id

 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.