HARMONISASI MASYARAKAT MENTAWAI

Rizal Kurniawan

Abstract


Mentawai merupakan salah satu suku yang masih primitif yang masih menyimpan sisa-sisa kehidupan pemburu dan pengumpul. Mereka masih hidup terpisah hidup berkelompok, masih menjalankan agama kepercayaan mereka, memiliki tato sebagai penanda identitas kelompok. Situasi-situasi tersebut menyimpan potensi untuk terjadinya konflik antar kelompok. Namun beberapa dinamikan kehidupan masyarakat mentawai dan nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka mampu meredam konflik tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengambarkan beberapa nilai budaya dan dinamika kehidupan masyarakat Mentawai yang dapat meredakan konflik antar kelompok. Studi pustaka digunakan pada penelitian ini. Hasilnya yang didapatkan bahwa nilai gotong royong yang masih diterapkan dalam membangung tempat tinggal, tersedianya transportasi air yang memudahkan mereka untuk melakukan kontak sosial dan perkawinan antar kelompok yang dipraktekkan dan menghukum berat mereka yang membunuh dapat meminimalisir untuk terjadinya konflik.


Keywords


Mentawai, harmonisasi, persilangan sosial

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/alqalb.v9i2.859
Abstract views : 338 times
PDF : 1201 times

References


Bechtel, B. R. (2002). Hand Book of Environmental Psychology. New York: Willey.

Delfi, M. (2005). Dari Desa ke Rangai: Resistensi dan Identitas Orang Mentawai. Tesis Fakultas Ilmu Budaya UGM. 323, 6 del d

Delfi, M. (2013). “Kaipa Pulaggajatnu”: Wacana kementawaian di bumi Sikerei. Disertasi. Universitas Gadja Mada. Yogyakarta.

Dovidio, F. A. (2003). Intergroup Contact: The Past, Present and The Future. Group Process and Intergroup Relation. 6(1), 5-21.

Faturochman. (2007). Model-model Psikologi Kebhinekatunggalikaan dan Penerapannya di Indonesia. Paper Temu Ilmiah dan Kongres X Himpsi. h. 8.

Hogg, M. A., & Vaughan, G. M. (2010). Essentials of Social Psychology. Pearson: Essex.

Kompas (14 November 2008). Mulok Budaya Mentawai Belum Juga Terwujud. Situs (kompas.com).

Kompas (17 November 2008). Pudarnya Budaya Mentawai. Situs (kompas.com).

Kompas (24 Juni 2010). Kebudayaan Mentawai Mulai Ditinggalkan. Situs (kompas.com).

Kompas (8 November 2010). Relokasi Korban Rawan Konflik. Situs (kompas.com).

Munaf, Yarni. (2001). Kajian Semiotik dan Mitologis Terhadap Tato Masyarakat Tradisional Kepulauan Mentawai. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Sanderson, C. A. (2010). Social Psychology. Danver: Willey and Sons.

Schefoldf, R. (2014). Aku dan Orang Sikudei: Menjaga Jiwa di Rimba Mentawai. Kompas: Jakarta.

Senatung. (2005). Kearifan lokal masyarakat Mentawai dalam pengelolaan sumber daya hutan dan lingkungan di Pulau Siberut Propinsi Sumatra Barat. Tesis. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ruang Jurnal,
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama,
UIN Imam Bonjol Padang
Jl. Mahmud Yunus No.6,Lubuk Lintah,
Kota Padang, Sumatra Barat
E-mail: jurnal-alqalb@uinib.ac.id

 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.