PERLAWANAN ULAMA MINANGKABAU TERHADAP KOLONIALISME BELANDA ABAD XIX-XX

Syahrul Rahmat

Abstract


The internal conflict between adat and religious (known as Paderi) groups in Minangkabau was initiated by the involvement of Dutch in the early 19th century. As requested by the Adat group to demolish the domination of Paderi, the Dutch had commenced to attack the Paderi group. Starting from that time, Ulama from religious groups had fought against the Dutch colonialism manifested in many forms of resistances. This study aims at reviewing types of resistance of Ulama in Minangkabau to the Dutch colonialization from the early 19th century until the early 20th century. Anchored in historical research methods involving heuristics, source criticism, interpretation and historiography, the data were analysed from the perspective of social conflict and history of thought. Finding reports the two types of resistance namely physical and non-physical ones triggered by various reasons i.e. religion, politics, economics and others.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/h.v15i1.2866
Abstract views : 253 times
PDF : 389 times

References


Abdullah, Taufik. 2019. et.al. Ilmu Sejarah dan Historiografi. Yogyakarta: Ombak.

Alfian, Ibrahim. 1987. Perang di Jalan Allah. Jakarta: Sinar Harapan.

Amir, Mafri. 2013. Pengaruh Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawy dalam Pembaharuan Islam dan Ide-ide Pergerakan Bangsa Indonesia Awal Abad XX. Padang: Makalah Seminar Seabad Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Amran, Rusli. 1981. Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang. Jakarta: Sinar Harapan.

Arsa, Dedi. 2018. “Yang Tersingkap Dan Yang Tersungkup: Perang Padri Dan Implikasinya Terhadap Pakaian Keseharian Perempuan Minang-Muslim Pada Awal Abad XIX”, dalam Analisis: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 18, No. 2. DOI: http://dx.doi.org/10.24042//ajsk.v18i2.3673

Azra, Azyumardi. 2004. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana.

Azra, Azyumardi. 2013. Peran Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi dalam Transmisi Keilmuan dan Pembaharuan di dunia Islam pada Awal Abad XX. Padang: Makalah Seminar Seabad Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Baso, Ahmad, et.al. 2017. K.H Hasyim Asyari, Pengabdian Kiyai Untuk Negeri. Jakarta: Museum Kebangkitan Nasional.

Burhanudin, Jajat. 2012. Ulama dan Kekuasaan. Jakarta: Mizan.

Coser, Louis. 1956. Functions of Social Conflict. New York: Free Press.

Daliman. 2018. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak, 2008.

Dobbin, Christine. 2008. Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Gerakan Paderi. Jakarta: Komunitas Bambu.

Erman. 2015. “Perlawanan Ulama Minangkabau Terhadap Kebijakan Kolonial di Bidang Pendidikan Awal Abad XX”, dalam Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, vol. 3, no. 1. DOI: https://doi.org/10.15548/turast.v3i1.372

Graves, Elizabeth E. 2007. Asal Usul Elit Minangkabau Modern. Jakarta: Yayasan Obor.

Hadler, Jeffrey. 2010. Sengketa Tiada Putus. Jakarta: Freedom Institute.

Hamka, 1976. Gerakan Pembaharuan Islam di Minangkabau. Jakarta: Bulan Bintang.

Hamka. 1982. Ayahku. Jakarta: Umminda.

Hamka. 1984. Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Ibrahim Datuak Sanggano Dirajo. 2013. Tambo Alam Minangkabau. Bukittinggi: Kristal Multimedia.

Ilyas, Ahmad Fauzi. 2017. “Syekh Ahmad Khatib Minangkabau dan Polemik Tarekat Naqsyabandiyah Di Nusantara”, dalam Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies, Vol. 1, No. 1. DOI: 10.30821/jcims.v1i1.1008

J.C. Boelhouwe, J.C. 2009. Kenang-kenangan di Sumatra Barat Tahun 1831-1834, terj. Sutan Sjahrial. Padang: Kharisma Offset.

Kartodirjo, Sartono. 2015. Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta: Ombak.

Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

L. Dt. Rajo Dihulu. 1939. Riwajat Perdjoeangan Toankoe Imam Bondjol. Medan: Boekhandel Islamijah.

Mansoer, M.D. 1970. Sedjarah Minangkabau. Jakarta: Batara.

Navis. A.A. 1980. Alam Terkembang Jadi Guru. Jakarta: Grafiti Press.

Nur, M. 1991. Gerakan Kaum Sufi di Minangkabau Awal Abad ke-20. Yogyakarta: Tesis Universitas Gajah Mada.

Parlindungan, Mangaraja Onggang. 2007. Tuanku Rao. Yogyakarta: LKiS.

Rahmat, Syahrul. 2014. “Biografi Tokoh Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi”, dalam Jurnal Tsaqafy, vol. 4, no. 1.

Ricklefs, M.C. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.

Rozi, Safwan. 2012. “Negosiasi Islam Kultur dalam Gerakan Paderi Rao di Sumatera Tengah 1820-1833”, dalam Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Vol. 6, No. 1. DOI: 10.24042/klm.v6i1.396

Samad, Duski. 2003. Syekh Burhanuddin dan Islamisasi Minangkabau: Syarak Mandaki Adat Manurun. Jakarta: The Minangkabau Foundation.

Syamdani, et.al. 2017. Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi: Building a Network of Islamic Thought between the Arab World with Minangkabau. Padang: Pemerintah Kota Padang.

Takdir, Mohammad. 2017. “Identifikasi Pola-pola Konflik Agama dan Sosial”, dalam Jurnal Ri’yah, vol. 2, no. 1. DOI: 10.32332/riayah.v2i01.962

Veer, Paul Van’t. 1985. Perang Aceh, Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje. Jakarta: Grafiti Press.

Wirman, Eka Putra. 2013. Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Icon Thalabul Ilmi untuk Refleksi Sumatera Barat Hari Ini dan Masa Depan. Padang: Makalah Seminar Seabad Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Yayasan Raudhatul Hikmah. 1993. Petunjuk Ziarah ke Maqam Syekh Burhanuddin. Jakarta: Licah Stope.

Yunus, Yulizal, et.al. 2008. Beberapa Ulama di Sumatra Barat. Padang: UPTD Museum Adityawarman.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Anton Publishing Logo

Licence

This work is licensed under a

Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License