Kolonialisme, Pendidikan, dan Munculnya Elit (Minangkabau Modern: Sumatera Barat Abad ke-19)

Herman Herman

Abstract


Dalam jangka panjang, dasar kebijaksanaan pendidikan kolonial adalah untuk menghasilkan calon tenaga pegawai yang terdidik, untuk kemudian ditempatkan di dalam berbagai jabatan dinas pemerintah. Sistem tanam paksa atau usaha-usaha swasta yang memerlukannya , kualifikasi pendidikan , karenanya menjadi alat penyeleksi dan melatih orang untuk memegang posisi tertentu dalam birokrasi pemerintah, tetapi pada saat yang sama juga menjadi simbol status yang tinggi ditengah-tengah masyarakat. Dari segi perbandingan, mereka yang telah memanfaatkan kesempatan pendidikan Barat itu tidaklah begitu besar bilanganya, akan tetapi hasil dari kebijaksanaan pendidikan pemerintah itu tidaklah sepadan dengan jumlah yang terlibat secara langsung di dalamnya. Sebenarnya pemerintah Belanda disadari atau tidak telah mengambil langkah-langkah untuk melahirkan golongan elit terpelajar dengan tidak memikirkan sungguh-sungguh bagaimana golongan elit baru itu digunakan. Sejak dasawarsa terakhir abad ke-19, terdapat banyak pengangguran bekas murid dari berbagai sekolah, bukan saja karena jabatan- jabatan dalam dinas pemerintah di Sumatera Barat tidak mampu menampung mereka, melainkan juga karena bersamaan dengan meningkatnya murid-murid tamatan sekolah- sekolah swasta yang sebelumnya masih langka.


Full Text:

PDF Remote


DOI: https://doi.org/10.15548/thje.v2i2.2699
Abstract views : 271 times
PDF : 112 times Remote : 57 times

References


G.J. Resink.1968.,Indonesia’s History Between the Myths (The Hague : Martinus Nijhoff, 1968) khususnyapp.103-105.

Philip G. Altbach and Gail P. Kelly, Education and Colonialisme (New York : 1978) terutama pada Bab Pendahuluan, pp.1-47.

Robert Van Niel. 1960. The Emergence Of the Modern Indonesian Elit. Bandung, pp. 2, 29, 165, dan242.

E. Graves. 1962.The Minangkabau Response to Teach Colonial Rule In the Nineteenth Century.ithaca, New York : Monograph Series, No. 60, Cornell Modern Indonesia Project,1981.

M. Joustra, Batakspingel (Leiden : S.C. Van Dusburg, 1926), p.32.

E. B. Kielstra, “Koffij Cultuur ter Sumatra’s” estkust” IG, X (1888), p.1458.

Cholid Narbuko, Abu Achmadi, (2009)Metodologi Penelitian, Cetakan 10, Jakarta: Bumi Aksara),

Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor, 2004

Kartini Kartono, (1980), pengantar metodologi research social, Bandung: alumni

M. Iqbal Hasan, (2002), Pokok -pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Jakarta:Galia Indonesia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Herman Herman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Social Science Education Departement
Faculty of Education and Teacher Training
Imam Bonjol State Islamic University
email: tarikhuna@uinib.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.