Sejarah dan Pemanfaatan Masjid Agung Inderapura sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Kabupaten Pesisir Selatan

Syahril Syahril, Enda Kurnia, Duski Samad

Abstract


Artikel ini menjelaskan sejarah perkembangan dan pemanfaatan masjid Agung Inderapura yang merupakan masjid tertua yang terletak di Kenagarian Inderapura Tengah, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Masjid ini awalnya dinamakan dengan masjid Palupuh artinya masjid yang terbuat dari anyaman buluh bambu pada tahun 1819. Masjid ini didirikan oleh Tuanku Arifin merupakan Raja kedua dari kerajaan Inderapura. Seiring waktu kemudian masjid ini dijadikan sebagai Masjid Agung Inderapura sarana pendidikan Islam di  nama masjid Palupuh ini dengan nama masjid Agung Inderapura. Perkembangan Pembangunan Masjid Agung Inderapura terbagi menjadi tujuh periode. Keadaan masjid ini telah berubah dari model dan kontruksi awal dibangunnya, tercatat telah dilakukan tujuh kali renovasi bangunan masjid yang mana dua diantaranya merupakan perbaikan skala besar. Pada awal berdirinya masjid hanya dimanfaatkan sebagai sarana ibadah, namun setelah Masjid mengalami berbagai perkembangan tata kelola masjid mulai dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam bagi masyarakat Pesisir Selatan.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/thje.v3i2.3449
Abstract views : 100 times
PDF : 97 times

References


Arikunto, S., (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Ayub, M.,E. (1996). Manajemen Masjid. Jakarta: Gema Insani Pers.

Chairusdi. (2004). Sejarah Kebudayaan Minangkabau. Padang: IAIN IB Press.

Gazalba, S. (1989). Mesjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Haradi, N. (1993). Pendidikan dalam Islam. Surabaya: AL-IKHLAS.

Harahap, S. (1993). Manajemen Masjid. Yogyakarta: Dhana Bakti Wakaf.

Hasbullah. (2012). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Helmawati. (2002). Pendidikan Nasional dan Optimalisasi Majelis Ta’lim Peran Aktif Majelis Ta’lim Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jakarta: Pt Rineka Cipta.

Jasa, U, M. (2015). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Pers.

Juwita, E. (2015). Sejarah Masjid Syuhada di Kota Bengkulu. Prodi SKI IAIN Bengkulu: Makalah.

Kartodirjo, S. (1992). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta:Gramedia.

Lubis, N, H. (2011). Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Barat, Bandung: Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia, Cabang Jawa Barat.

Muller, S. (1838). Reizen en Onderzoekingen in Sumatera.

Rifa’i, Ahmad. (2016). Revitalisasi Fungsi Masjid dalam Kehidupan Masyarakat Modern. Universum, Vol. 10 No. 2.

Roqib, M. (2009). Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: LkiS.

Rukiati, dkk. (2006). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.

Saleh, M., (2010). Pendidikan Nonformal Dimensi dalam Keaksaraan Fungsional, Pelatihan, dan Andragogi. Bandung: PT Rosdakarya.

Salim, B, P. (2005). Islamisasi Nusantara dan Lokalitasnya di Bengkulu. BKSNT Padang: Makalah.

Shamad, I, A. (2003). Ilmu Sejarah Perspektif Metodologi dan Acuan Penelitian. Jakarta: Hayfa Press.

Sidik, A. (1914). Sejarah Bengkulu 1500-1990. Jakarta: Balai Pustaka.

Sugiono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mx Methodos), Bandung: Alfabeta.

Syafwan, M, H. (2014). Intisari Sejarah Pendidikan Islam. Sukoharjo: Pustaka Arafah.

Syahruddin, H. (1986). Mimbar Masjid. Jakarta: CV Haji Masagung.

Uka, T. (2008). Masjid dan Makam Bersejarah di Sumatera. Jakarta: Dep. Kebudayaan dan Pariwisata.

Yunus, Y. (2002). Kesultanan Inderapura dan Mandeh Rubiyah di Lunang: Sprit Sejarah dan Kerajaan Bahari hingga Semangat Melayu Dunia. Padang: IAIN-IB Press.

Zainuddin. (1961). Tarich Atjeh. Medan: Pustaka Iskandar Muda.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Syahril Syahril, Enda Kurnia, Duski Samad

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Social Science Education Departement
Faculty of Education and Teacher Training
Imam Bonjol State Islamic University
email: tarikhuna@uinib.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.