Sejarah Lokal dan Desentralisasi Pendidikan di Indonesia

Noviyana Sari, Serly Fatma Yanti

Abstract


The diversity of the Indonesian is not just aspects of culture, language, ethnicity, but also the process of social change of society and history in each region has differences. History is not a blank and rigid space, departing from an autocritic of the History Education curriculum which has some weakness, this paper focuses on the study of the lack of local historical content in the curriculum of historical education and attempts to initiated discourses to be an alternative to enrich the content of history education with local history without ruling out Indonesia's national history. The local history can be a consideration, in addition to touching the localities and being closer to the students, local history learning can also be a means to preserve local wisdom and indigenous cultures in each region. Decentralization of education as a delegation of authority to local authorities provides opportunities for the application of local history in the curriculum of history subjects. Education policy and design of local history education curriculum can be devolved by regional authorities, cultural and historical communities, and Musyawarah Guru Mata Pelajaran dan Kelompok Kerja Guru (MGMP / KKG).

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/thje.v4i2.5650
Abstract views : 210 times
PDF : 491 times

References


Toi, A. (2010). An empirical study of the effects of decentralization in Indonesian junior secondary education. Educational Research for Policy and Practice. https://doi.org/10.1007/s10671-010-9081-6

Alfian, M. (2011). Pendidikan Sejarah dan Permasalahan yang Dihadapi. Jurnal Khazanah Pendidikan, Volume III No.2 Tahun 2011.

Amin, S. (2011). Pewarisan Nilai Sejarah Lokal Melalui Pembelajaran Sejarah Jalur Formal dan Informal pada Siswa SMA di Kudus Kulon. Jurnal Paramita Volume 21 No. 1 tahun 2011: Universitas Negeri Semarang.

Aulia, S. (2012). Desentralisasi Kebijakan Pendidikan (Studi Tentang Pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kota Surabaya Pada Tingkat Pendidikan Menengah dan Kejuruan). Jurnal Politik Muda.

Azinar, T. A. (2016). Sejarah Kontroversial di Indonesia: Perspektif Pedagogy. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Aziz, A. Z. (2015). Manajemen Berbasis Sekolah: Alternatif Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah. El-Tarbawi. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol8.iss1.art5

Badaruddin., & Lalu, M. (2016). Integrasi Sejarah Lokal dalam Paket Pengajaran Sejarah Nasional. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia ISBN; 978-602-60420-0-2: Kajian Muatan dan Posisi Mata Pelajaran Sejarah di Kurikulum 2013: Universitas Negeri Yogyakarta.

Baihaqy, A. (2004). Decentralization in Indonesia: The Possible Impact on Education (Schooling) and Human Resource Development for Local Regions. The 2nd International Conference on Indonesia: Decentralization and Structural Reformation, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro, Semarang, 7-8 July 2004

Cahyana, A. (2010). Upaya Peningkatan Mutu Sekolah melalui Satuan Otonomi Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i2.437

Carr, H. E. (1961). What is History. United Kingdom: Cambridge University Press.

Cepy, S. (2006). Meneropong Desentralisasi Pengeiolaah Pendidikan dengan Kacamata Politik Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan No. 01/Tli. Il/April 2006 El: Universitas Negeri Yogyakarta

Christoper, B. (2003). Local Responses to Decentralization in Indonesia. Comparative Education Review, Vol. 47, No. 2 (May 2003), pp. 184-216. Comparative and International Education Society: University of Chicago Press.

Suryadarma, D. (2012). How corruption diminishes the effectiveness of public spending on education in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies. https://doi.org/10.1080/00074918.2012.654485

Fatkhuri, F. (2019). Desentralisasi Pendidikan di Indonesia : Korupsi dan Problem Politik Kekuasaan. KEMUDI: Jurnal Ilmu Pemerintahan. https://doi.org/10.31629/kemudi.v3i2.874

Handayani, D. (2017). Konflik Desentralisasi Di Bidang Pendidikan Terhadap Penyalahgunaan Dana Biaya Operasional Sekolah Biaya Operasional Sekolah (Bos) Di Indonesia. Desi. Jurnal Pendidikan Islam.

Hartono. (2015). Otonomi Pendidikan. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam.

Hassan, H. (2008). Problematika Pendidikan Sejarah. Handbook Pendidikan Sejarah: FPIPS-UPI.

Ismail, F. (2018). Manajemen Berbasis Sekolah: Solusi Peningkatan Kcalitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam Iqra’. https://doi.org/10.30984/jpii.v2i2.541

Kemendiknas Republik Indonesia. (2008). Standar Pengembangan Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran.

Kuswandi, A. (2011). Desentralisasi Pendidikan Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah Di Indonesia. Governance (Jurnal Ilmu Pemerintahan).

Margolis, Eric & Partners. (2001). Hidden Curriculum in Higher Education. New York and London: Routledge.

Muatan dan Posisi Mata Pelajaran Sejarah di Kurikulum 2013: Universitas Negeri Yogyakarta

Mukhsin, M. (2019). Strategi Peningkatan Mutu Di Era Otonomi Pendidikan. Jupe : Jurnal Pendidikan Mandala. https://doi.org/10.36312/jupe.v4i5.845

Musanna, A. (2012). Quo Vadis Praksis Evaluasi Kurikulum: Studi Pendahuluan terhadap Ranah Kurikulum yang Terlupakan*). Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan. https://doi.org/10.24832/jpnk.v18i1.64

Muttaqin, T., Van Duijn, M., Heyse, L., & Wittek, R. (2015). The impact of decentralization on educational attainment in Indonesia. In Decentralization and Governance in Indonesia. https://doi.org/10.1007/978-3-319-22434-3_4

Nazir. (1988). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia: Jakarta.

Pangandaran, Sjamsi. (2004). Desentralisasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 11 No.2 Tahun 2004: Universitas Negeri Malang.

Pasandaran, Sjamsi. (2016). Desentralisasi Pendidikan dan Masalah Pemberdayaan Sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan.

Sa’ud, U. S. (2013). Pengembangan Kebijakan Pendidikan Dalam Kerangka Otonomi Daerah. Journal of Chemical Information and Modeling.

Sarnoto, Ahmad Zain. (2012). Konsepsi politik pendidikan di Indonesia. EDUCHILD: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya.

Sejarah Lokal Mendapat Tempat di Kurikulum Pendidikan oleh Tribunnews.com: http://wartakota.tribunnews.com/2013/09/16/sejarah-lokal-mendapat-tempat-dalam-pendidikan. 16 Oktober 2013

Setyaningsih, K. (2017). Esensi Tranformasi Sistem Sentralisasi-Desentralisasi Pendidikan. Journal of Islamic Education Management.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta: Bandung.

Supriyanta, S. (2018). Desentralisasi Pendidikan Di Era Otonomi Daerah. Cakrawala. https://doi.org/10.32781/cakrawala.v2i1.85

Syafi’i, S, Amirrachman, A. & Welch, A. (2009). Decentralising Indonesian Education: The Promise and the Price. In Decentralisation, School-Based Management, and Quality. https://doi.org/10.1007/978-90-481-2703-0_8

Taufik, Abdullah. (2005). Sejarah Lokal di Indonesia. UGMPress: Yogyakarta.

Wasino & Purnamasari, Iin. (2011). Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Situs Sejarah Lokal di SMA Negeri Kabupaten Temanggung. Jurnal Paramita Volume 21 No.2 Tahun 2011: Universitas Negeri Semarang.

Widodo, N. E, Dan Bima Wahyu. (2016). Desentralisasi Pendidikan Dan Peran Aktif Masyarakat Menuuju Pendidikan Berkualitas. Jurnal Penelitian. https://doi.org/10.21043/jupe.v10i1.866

Yuliana, Anisa. (2016). Pembelajaran Sejarah Lokal, Nilai-Nilai dan Aplikasi. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia ISBN; 978-602-60420-0-2: Kajian


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Noviyana Sari, Serly Fatma Yanti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Social Science Education Departement
Faculty of Education and Teacher Training
Imam Bonjol State Islamic University
email: tarikhuna@uinib.ac.id

View My Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.