Mahar Pernikahan Menurut Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah dalam Perspektif Hukum Islam

Tedy Tedy, Tazkia Salwa, Rajcina Muahmmed

Abstract


Mahar merupakan pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai konsekuensi hukum dari suatu perkawinan. Dalam hukum Islam, mahar tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga mengandung makna penghormatan, tanggung jawab, dan kesungguhan seorang laki-laki dalam membangun kehidupan rumah tangga. Meskipun demikian, para ulama memiliki perbedaan pandangan mengenai kedudukan mahar dalam akad nikah, khususnya terkait status penyebutannya sebagai bagian dari pelaksanaan akad perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Imam Syafi'i dan Imam Abu Hanifah mengenai status mahar dalam perkawinan serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan argumentasi hukum yang digunakan oleh keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif melalui penelaahan terhadap sumber-sumber hukum Islam dan literatur fikih yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Syafi'i dan Imam Abu Hanifah sama-sama berpendapat bahwa pemberian mahar merupakan kewajiban suami dan menjadi hak istri yang harus dipenuhi. Perbedaannya terletak pada konstruksi hukum mengenai kedudukan mahar dalam akad nikah. Imam Abu Hanifah memandang mahar sebagai konsekuensi hukum yang memiliki kedudukan serupa dengan kewajiban nafkah setelah terjadinya akad, sedangkan Imam Syafi'i berpendapat bahwa penyebutan mahar pada saat akad nikah merupakan sunnah dan bukan syarat maupun rukun perkawinan. Oleh karena itu, tidak dicantumkannya mahar dalam akad tidak memengaruhi keabsahan perkawinan, namun kewajiban memberikan mahar tetap melekat pada suami sebagai hak yang harus dipenuhi kepada istri.

Keywords


Pernikahan, Mahar, Hukum Islam

References


Aik FauzanFikri, P. I. (2020). Kebolehan pernikahan beda agama menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 dan kompilasi hukum Islam. Istinbath| Jurnal Penelitian Hukum Islam, 191-230.

al-Amin, S. J. (2023). Mahar Uang Hiasan Menurut Perpektif Madzhab Imam Syafi’i dan Imam Hanafi. Menara Tebuireng: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 19.1 (2023): , 1-13.

Aravik, H. (2016). Konstribusi pemikiran ekonomi abu yusuf terhadap Perkembangan ekonomi islam modern. Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah , 29-38.

Asy-Syafi’i, I. (2014). Al Umm, Terj. Misbah . Jakarta: Pustaka Azzam.

At-Bugha, D. M. (2016). FIKIH ISLAM LENGKAP Penjelasan Hukum-Hukum lslam Madzhab Syafi'i. Solo: Media Zikir.

Balqis, D. R. (2020). Pandangan Mazhab Hanafi Dan Maliki Terhadap Jumlah Kadar Mahar Pada Akad Nikah. Jawi, 41-58.

Basri, R. (2019). FIQH MUNAKAHAT 4 Mazhab dan Kebijakan Pemerintah . Parepare: CV. Kaaffah Learning Center.

Chadziq, A. H. (2022). Kedudukan Perempuan Dalam Penentuan Mahar Menurut Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanafi. Masadir: Jurnal Hukum Islam , 479.

Chadziq, A. H. (2022). Kedudukan Perempuan Dalam Penentuan Mahar Menurut Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanafi. Masadir: Jurnal Hukum Islam, 484-485.

Chadziq, A. H. (2022). Kedudukan Perempuan Dalam Penentuan Mahar Menurut Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanafi. Masadir: Jurnal Hukum Islam 2.2 (2022): , 486.

Chadziq, A. H. (2022). Kedudukan Perempuan Dalam Penentuan Mahar Menurut Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanafi. Masadir: Jurnal Hukum Islam, 487-488.

Cumeda. (2019). Batas Minimal Mahar. Mozaic: Islam Nusantara 5.2 (2019): , 131-150.

Giu, A. R. (2022). "Tradisi Mahar Dan Antar Harta Pada Perkawinan Masyarakat Muslim Di Kota Manado (Suatu Tinjauan Sosial Kultural). Dialog , 119-138.

Hani, U. (2019). Analisis Perbandingan 4 Mazhab Tentang Pernikahan Dalam Islam. Al-Kalam: Jurnal Komunikasi, Bisnis Dan Manajemen, 14-33.

Hasyim, M. (2022). Komparasi Konsep Kafaah dalam Perspektif Imam Maliki dan Imam Syafii. Jurnal Pusaka , 35-48.

Hayati, B. G. (2017). Pembatasan Jumlah Mahar Melalui Keputusan Musyawarah Adat Kluet Timur. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 174-204.

Hidayah, A. (2023). Ulema Opinion On Providing For Wives Who Do Not Live In The Same House. Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam, 134-147.

Hidayah, A. S. (2023). The Concept Of Kafa'ah In Marriage According To The Views Of Ulama Of Amuntai Tengah District. MAQASID, 34.

Hidayah, S. a. (2023). The Concept of Qiwamah and Its Implications for Gender Justice in Islamic Family Law in Indonesia. An-Nisa Journal of Gender Studies, 251-268.

Hikmatullah. (2021). FIQH MUNAKAHAT Pernikahan dalam Islam. Jakarta Timur: Edu Pustaka,.

Hikmatullah. (2021). FIQH MUNAKAHAT Pernikahan dalam Islam. Jakarta Timur: Edu Pustaka.

Iqbal, M. (2018). Konsep Mahar Dalam Perspektif Mazhab Imam Syafi’i. Al-Mursalah, 15.

Kosim. (2019). FIQH MUNAKAHAT I Dalam Kajian Filsafat Hukum Islam dan Keberadaannya Dalam Politik Hukum Ketatanegaraan Indonesia. Depok: PT RajaGrafindo Persada.

M. Alwi Ath Thariq, M. Z. (2022). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penggunaan Uang Yang Dibentuk Dalam Hiasan Sebagai Mahar Pernikahan. Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 16-33.

M. Ikhwanul Muslimin Saida, M. R. (2018). Analisis Pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i tentang Mahar Berupa Hafalan Al-Qur’an. Prosiding Hukum Keluarga Islam, 26.

M. Ikhwanul Muslimin Saida, M. R. (2018). Analisis Pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i tentang Mahar Berupa Hafalan Al-Qur’an. Prosiding Hukum Keluarga Islam , 25.

Maharani, S. (2018). Skripsi: Konsep Mahar Menurut Imam Syafi'i dan Relevansinya dengan Kompilasi Hukum Islam. Ponorogo: IAIN Ponorogo.

Moh Asep Zakariya Ansori, Y. J. (2023). Microeconomic Theory According to Abu Ubayd And Al-Shaibani. al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 400-416.

Mugni Muhit, Y. J. (2023). "The Urgency of Abu Yusuf's Economic Thoughts in the Stretch of Contemporary Sharia Economic Law. al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 469-483.

Muhamad Saefulfajar, M. Y. (2023). Tinjauan Hukum Islam terhadap Uang Panaik dalam Praktik Perkawinan Adat Bugi. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 41-46.

Mustofa, I. (2024). Analisis Perbandingan Konsep Mahar Menurut Pemikiran Imam Syafi’i Dan Imam Hanafi. Comparativa: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum, 43-72.

Muzammi, I. (2019). FIQH MUNAKAHAT Hukum Pernikahan dalam Islam. Tanggerang: Tira Smart.

Ningsih, C. F. (2018). Skripsi: Pendapat Imam Malik dan Imam Syafi’i Tentang Kadar Mahar Dalam Perkawinan . metro: IAIN Metro, 2018), hal. 50.

Nur Sofiyah Gunawan, d. (2020). "Batasan Mahar dalam Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum , 440.

Nur Sofiyah Gunawan, d. (2020). Batasan Mahar dalam Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum , 437.

Purnama, M. N. (2018). Persyaratan Pernikahan menurut Mazhab Hanafi. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 2.1 (2018): , 28.

Putra, F. S. (2021). Urgensi dan Kedudukan Shodaq (Mahar) dalam Pernikahan. Jurnal An-Nahl , 78-90.

Rahmawati, T. (2021). FIQH MUNAKAHAT 1 (Dari Proses Menuju Pernikahan Hingga Hak dan Kewajiban Suami Isri. PEMEKASAN: Duta Media Publishing, 2021), hal. 80.

Ramadhania, M. H. (2020). Ayat Al Quran (Jasa) Sebagai Mahar Pernikahan Menurut Perspektif Islam dan Imam Mazhab. Action Research Literate (ARL), 32.

Ramadhania, M. H. (2020). Ayat Al Quran (Jasa) Sebagai Mahar Pernikahan Menurut Perspektif Islam dan Imam Mazhab. Action Research Literate (ARL) 4.1 (2020): , 36.

Ridwan, M. (2020). Kedudukan Mahar Dalam Perkawinan. Jurnal Perspektif 13.1 (2020): , 45-46.

Ridwan, M. (2020). Kedudukan Mahar Dalam Perkawinan. Jurnal Perspektif, 43-51.

Ridwan, M. (2020). Kedudukan Mahar Dalam Perkawinan. " Jurnal Perspektif, 43-51.

Setyowati, R. (2020). "Konsep Mahar Dalam Perspektif Imam Syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam. Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam , 2-3.

Setyowati, R. (2020). Konsep Mahar Dalam Perspektif Imam Syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam. Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam , 5-6.

Setyowati, R. (2020). Konsep Mahar Dalam Perspektif Imam Syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam. Istidal: Jurnal Studi Hukum Islam 7.1 (2020): , 8.

Shuhufi, M. (2015). "Mahar dan Problematikanya (Sebuah Telaah Menurut Syari’at Islam. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum 13.2 (2015): , 124-125.

Shuhufi, M. (2015). Mahar dan Problematikanya (Sebuah Telaah Menurut Syari’at Islam. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum , 124.

Shuhufi, M. (2015). Mahar dan Problematikanya Sebuah Telaah Menurut Syari’at Islam. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum 1, 121.

Shuhufi, M. (2015). Mahar dan Problematikanya Sebuah Telaah Menurut Syari’at Islam. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum 13.2 (2015):, 124.

Sofyan, A. (2019). Mewajibkan Walimatul ‘Urs, Batasan Mahar Dan Spekulasi Mahar Dijadikan Uang Dapur Dalam Pernikahan. SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah Dan Hukum 3.2 (2019): , 282-299.

Subhan. (2017). Nalar Kesetaraan Mahar dalam Perspektif Syariah Islam. At-Turas: Jurnal Studi Keislaman, 2-3.

Subhan. (2017). Nalar Kesetaraan Mahar dalam Perspektif Syariah Islam. At-Turas: Jurnal Studi Keislaman, 11-13.

Sudirwan, N. a. (2022). Studi Komparasi Pendapat Imam Syafi’i Dan Imam Malik Tentang Batas Minimal Maskawin. Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam , 42-67.

Syamsiah Nur, d. (2022). FIKIH MUNAKAHAT Hukum Perkawinan dalam Islam. TASIKMALAYA: Hasna Pustaka.

Syarifuddin, N. d. (2019). Istinbath Hukum Mahar Non Materi (Jasa) Perspektif Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i. JPA, 28.

Umami, U. N. (2024). Hak Ijbar Wali Dalam Perkawinan Wanita Hamil Di Luar Nikah Dengan Selain Laki-Laki Yang Menghamili Perspektif Mazhab Hanafi. Jas Merah: Jurnal Hukum dan Ahwal al-Syakhsiyyah , 59-84.

Winario, M. (2020). Esensi dan Standardisasi Mahar Perspektif Maqashid Syariah. Jurnal Al Himayah , 69-89.

Yunita, H. A. (2023). Derajat Mahar Dalam Proses Perkawinan Tinjauan Fikih Munakahat. Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH), 19-32.

Yuvira Andini Lubis, A. S. (2023). Pembayaran Mahar Secara Cicilan Dalam Perkawinan Menurut Pandangan Imam Syafi’i. Journal Smart Law , 91-100.

Zulaifi. (2022). Tesis Konsep Mahar Menurut Pemikiran Ulama Empat Mazhab dan Relevansinya di Era Kontemporer. Qawwam 16.2 (2022): 1, 105-120.

Zulaifi. (2022). Tesis: Kontekstualisasi Mahar Menurut Pemikiran Ulama Empat Mazhab dam Relevansinya Di Era Kontemporer. Mataram: UIN Mataram.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Tedy Tedy, Tazkia Salwa, Rajcina Muahmmed

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.