Perubahan Emosi Anak Dengan Down Syndrome Pasca Kehilangan Orang Tua Berdasarkan Teori Kelekatan Bowlby

Alya Rahma, Aisyah Ainurrahmah Admi, Siti Azizah Zuliana Siddiq

Abstract


Kehilangan orang tua merupakan pengalaman yang dapat memengaruhi kondisi psikologis anak secara mendalam, terutama pada anak dengan Down Syndrome yang memiliki keterbatasan dalam memahami situasi serta mengungkapkan emosi secara verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan emosional yang dialami anak dengan Down Syndrome setelah kehilangan kedua orang tua, sekaligus menganalisis peran keluarga dalam mendukung proses penyesuaian diri berdasarkan Teori Kelekatan John Bowlby dan Teori Resiliensi Keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang anak berinisial WR. Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara deskriptif melalui pengkajian kondisi psikologis, faktor-faktor yang memengaruhi, dampak yang muncul, serta bentuk dukungan yang diberikan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meninggalnya ibu sebagai figur pengasuh utama menyebabkan perubahan emosi yang ditunjukkan melalui perilaku tantrum, seperti menangis, berteriak, dan melempar barang. Perilaku tersebut merupakan bentuk luapan kesedihan yang dipengaruhi oleh keterbatasan kemampuan komunikasi dan pengelolaan emosi yang dimiliki subjek. Di sisi lain, kakak perempuan yang mengambil alih tanggung jawab pengasuhan juga mengalami tekanan psikologis akibat harus menjalankan peran ganda sebagai anggota keluarga sekaligus pengasuh utama. Oleh karena itu, penguatan hubungan emosional antara anak dengan pengasuh serta dukungan dari seluruh anggota keluarga menjadi unsur penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis anak dengan Down Syndrome setelah kehilangan orang tua.


Keywords


Tantrum, Psikologi Keluarga, Sindrom Down

References


Aryanti, Z. (2016). Kelekatan Dalam Perkembangan Anak. Tarbawiyah 12 (2), 245-258.

Bull, M. J. (2020). Health Supervision for Children With Down Syndrome. Pediatrics, 145(6).

Cenceng, C. (2015). Perilaku Kelekatan Pada Anak Usia Dini (Perspektif John Bowlby). Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi 17 (2), 141-153.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Herdiana, I. (2019). Resiliensi Keluarga: Teori, Aplikasi, dan Riset. Proceeding National Conference Psikologi UMG 2018 , 1-12.

Latifa, A. N., Kusumastuti, W., & Hapsari, W. (2024). Resiliensi Ibu yang Memiliki Anak Down Syndrome di Purworejo. Journal of Psychosociopreneur, 3(1), 90-96.

Maulana, A. (2017). Resiliensi Pada Orang Tua yang Memiliki Anak Down Syndrome. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5 (2).

Puspasari, N., Puspita, L., Utami, K., & Devi, N. (2025). Hubungan Dukungan Sosial dan Resiliensi pada Orang Tua dengan Anak Sindrom Down di Bali. Jurnal Keperawatan, 17(3), 679-688.

Putri, A. P. (2023). Disorganisasi Keluarga Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian Anak. Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa dan Budaya (SEBAYA) ke-3 Tahun 2023, 58-67.

Rahmat, K., Putri, S., Zoeri, A., & Syakira, A. (2026). Fenomenologi Parenting Kasih Sayang: Pengalaman Orang Tua Mengembangkan Komunikasi dan Kemandirian Anak Down Syndrome. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10 (01) , 2241-2249.

Renawati, Darwis, R., & Wibowo, H. (2017). Interaksi Sosial Anak Down Syndrome Dengan Lingkungan Sosial (Studi Kasus Anak Down Syndrom Yang Bersekolah Di SLB Puspa Suryakanti Bandung). Journal Penelitian & PKM Vol 4, No. 2, 252-256.

Salsabila, & Ramadhana, M. R. . (2021). Komunikasi Orangtua-Anak Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Perbandingan Komunikasi Kelekatan Orangtua Asuh dan Orangtua Kandung). JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga Dan Pendidikan), 8(01), 81–90.

Soedjito, H., Edwina , I., & Riasnugrahani, M. (2025). Training Emosi Positive Untuk Meningkatkan Family Resilience Pada Ibu yang Memiliki Anak Down Syndrome di Komunitas Anak Down Syndrome di Bandung. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 9(1), 41-49.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suwartono, C., & Widyawati, Y. (2018). Pengembangan Skala Resiliensi Keluarga Dengan Anak Berkebutuhan Khusus. Humanitas: Indonesian Psychological Journal Vol 15, No.2, 82-95.

Walsh, F. (2016). Strengthening Family Resilience (3rd ed.). Guilford Press.

Worden, J. W. (2018). Grief Counseling and Grief Therapy (5th ed.). Springer.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Alya Rahma, Aisyah Ainurrahmah Admi, Siti Azizah Zuliana Siddiq

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.