Rekonstruksi Karakter Toleransi Siswa Sekolah Dasar Melalui Implementasi Pendidikan Multikultural

Barsihanor Barsihanor, M Fahmi Arifin, M Uhaib, Siti Liani

Abstract


Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia yang ditandai oleh keragaman sosio-kultural dan geografis. Keragaman ini berpotensi memicu konflik apabila tidak dikelola dengan baik, sehingga pendidikan multikultural hadir sebagai instrumen strategis untuk menanamkan nilai-nilai penghargaan terhadap perbedaan dan memperkuat karakter toleransi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter toleransi melalui pendidikan multikultural di sekolah dasar serta mengidentifikasi berbagai hambatan dalam implementasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa di Kota Banjarbaru. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi karakter toleransi dilakukan melalui tiga mekanisme utama: internalisasi nilai, pembiasaan sosial, dan keteladanan guru. Sekolah berhasil membangun budaya inklusif dan anti-diskriminatif sebagai wujud nyata agen sosialisasi kebhinekaan. Kendati demikian, implementasi tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan kompetensi pedagogik guru, pendekatan pembelajaran yang masih bersifat simbolik, serta resistensi stereotip budaya. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan serta sinergi kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat esensial untuk mewujudkan pembentukan karakter toleran yang berkelanjutan pada peserta didik.

Keywords


Pendidikan Multikultural; Karakter Toleransi; Sekolah Dasar

Full Text:

PDF

References


A. Akhyar dkk., “The Influence of Multicultural Education in the Preservation of Local Culture: A Case Study in Elementary Schools in Aceh,” International Journal of Society, Culture and Language 13, no. 2 (2025): 44–58, Scopus, https://doi.org/10.22034/ijscl.2025.2053929.3930.

A. Wardana, “Minority, Local Tradition and Islam: Contextualizing Multicultural Education in Indonesian Schools,” Kasetsart Journal of Social Sciences 46, no. 3 (2025), Scopus, https://doi.org/10.34044/j.kjss.2025.46.3.07.

Abdul Karim Suhadha, dkk. (2025). The urgency of multiculturalism in the curriculum according to Kenneth T. Henson in Indonesian education. Curricula: Journal of Curriculum Development, 4(2), 1011-1022. https://doi.org/10.17509/curricula.v4i2.85782

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall.

Banks, J. A. (2015). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching. Routledge.

Dedi Gunawan Saputra. (2025). Using A Multicultural Approach in The School Curriculum to Increase Social Awareness and Intercultural Tolerance. Indonesian Journal of Education (INJOE), 5(3), 336–349. https://injoe.org/index.php/INJOE/article/view/231

Fitriyani, ,. L. (2016, 03). Krisis Moral Melanda Gernerasi Muda Tanpa Adanya Pendidikan Karakter. Dipetik September 2021, dari www.kompasiana.com.

I. P. E. Sudarsana dkk., “Multicultural Education in Indonesia: A Systematic Review and Bibliometric Analysis,” Journal of Ethnic and Cultural Studies 13, no. 3 (2026): 80–111, Scopus, https://doi.org/10.29333/ejecs/2911.

Kholik, N. (2017). Peranan Sekolah Sebagai Lembaga Pengembangan Pendidikan Multikultural. Jurnal Tawadhu , 1 (2), 19.

Lestari, A. (2023). Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Negeri Karet 01 Jakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45–59.

Ningsih, D., & Sari, F. (2023). Pembiasaan Nilai Toleransi melalui Pendidikan Multikultural di Sekolah Inklusif. Prosiding Seminar Nasional FKIP UNMA, 4(2), 201–210.

Patnani, M. (2012). Pengajaran Nilai Toleransi Usia 4-6 Tahun. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenuous Psychology , 1 (1), 132.

R. Raihani dkk., “Multicultural Education In Indonesia’s ‘Merdeka’ Curriculum,” Journal of Education Culture and Society 16, no. 1 (2025): 413–32, Scopus, https://doi.org/10.15503/jecs2025.2.413.432.

R. Rodiyana dkk., “Development of a Multicultural Education Model through Value Inquiry for Promoting Multicultural Attitudes in Prospective Elementary School Teachers,” Perspektivy Nauki i Obrazovania 2026, no. 1 (2026): 261–76, Scopus, https://doi.org/10.32744/pse.2026.1.16.

Rachman, H. (2023). Tantangan Implementasi Pendidikan Multikultural di Era Global. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 8(1), 77–86.

Ragmawati, K., & Fatmawati, L. (2016). Penanaman Karakter Toleransi di Sekolah Dasar Inklusi Melali Pembelajaran Berbasis Multikultural. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan , 293-294.

Rahayu, T. (2022). Pembelajaran Kolaboratif sebagai Strategi Penguatan Toleransi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 9(3), 112–123.

Rohaning, W. (2017). Peran Teman Sebaya dalam Membentuk karakter Kelas VB di SD Negeri Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta. Jurnal Universitas Almaa Ata Yogyakaart , 11-12.

S. R. Lyu dkk., “Cultural Imaginaries through a Postcolonial Lens: Insights from South Korean Early-Childhood Educators,” Multicultural Education Review 17, no. 3 (2025): 253–71, Scopus, https://doi.org/10.1080/2005615X.2025.2553988.

S. Tur dan A. Yildiz, “Primary School Teachers’ Experiences Regarding Children’s Rights and Multicultural Education,” International Online Journal of Education and Teaching 13, no. 1 (2026): 223–32, Scopus.

Saleh, S. R. (2018). Penanaman dan Implementasi Nilai Pendidikan Multicultural (Studi Kasus di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Jurnal Educational Research and Development , 45.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suprapto, E. (2022). Budaya Sekolah dan Penguatan Pendidikan Karakter. Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosial, 5(1), 55–66.

Suryana, D. (2021). Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 188–199.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Grasindo.

Tilaar, H. r. (2014). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan Dalam Transformasi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

UNESCO. (2017). Education for Global Citizenship: Preparing Learners for the Challenges of the 21st Century. Paris: UNESCO.

Widiatmaka, I. (2023). Implementasi Pendidikan Multikultural sebagai Upaya Menumbuhkan Sikap Toleransi. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 8(2), 101–115.

Wulandari, N. P., & Ariefyanto, ,. M. (t.thn.). Kekerasan Antaretnis Dayak dan Madura Pecah, , dikutib pada tanggal 05 Maret 2020. Dipetik Maret 2021, dari Republika.co.id: www.google.co.id/amp/s/m.republika.co.id/amp/mif18e

Wulandari, S. (2022). Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Multikultural. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, 5(4), 230–240.




DOI: https://doi.org/10.15548/alawlad.v16i1.14807

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Barsihanor Barsihanor, M Fahmi Arifin, M Uhaib, Siti Liani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.