DINAMIKA OTORITAS LEMBAGA KAN (KERAPATAN ADAT NAGARI) DALAM MEMBERIKAN LAYANAN MEDIASI BERBASIS KONSELING DI SUMATERA BARAT

Ilmiyati Refi Fadlia, Roma Ulinhuna, Wanda Fitri, Siska Novra Elvina

Abstract


Tujuan dari penelitian ini yakni untuk melihat bagaimana dinamika otoritas dari lembaga KAN dalam memberikan layanan mediasi pada masyarakat yang sedang mengalami permasalahan dengan orang lain atau kelompok. Penelitian ini menggunakan studi pustaka Adapun Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini diperoleh dari buku, artikel online, selain itu juga menggunakan jurnal publikasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian inipun merupakan sumber data sekunder, karena data diperoleh dari berita, artikel, dan jurnal publikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelakasanaan penyelesaian masalah atau konseling dengan layanan konseling di lembaga KAN memiliki tujuan dan pelaksanaan yang sama hanya saja di lembaga KAN tidak menyebutkan bahwa pelayanan tersebut tidak disebut dengan konseling namaun secara pelaksanaan dan tujuan memiliki kesamaan, di lembaga KAN ini memiliki dinamika otoritas yang sangat penting, memberikan jalan keluar dalam penyelesaian masalah yang di alami oleh orang yang sedang mengalami masalah dengan orang lain  maupun secara kelompok. Dapat di katakan bahwa penghulu sebagai simbol tokoh masyarakat memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat minangkabau. Sebagaimana yang terdapat dalam yaitu teori interaksi simbolik.

 


Keywords


Layanan Mediasi, Dinamika Otoritas, Lembaga KAN

Full Text:

PDF

References


(LKAAM)., Lembagaa Kerapatan Adat Alam Minangkabau. (2005). Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Padang: Pemprov Sumbar.

(LKAAM), Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau. (2002). Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Pedoman Hidup Banagari. Padang: Pemprov Sumbar.

Abbas, S. (2009). Mediasi: Dalam Perspektif Hukum Syariah, Hukum Adat dan Hukum Nasional. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Azra, V. F., & Dkk. (2017). Kewenangan Kerapatan Adat Nagari (KAN) dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat di Nagari Koto Baru Kabupaten Solok Berdasarkan Perda Sumatera Barat No. 6 Tahun 2008. 6(2).

Effendy, O. U. (1989). Kamus Komunikasi. Bandung: Mandar Maju.

Nasution, H. S., & Abdillah. (2019). Bimbingan Konseling “Konsep, Teori dan Aplikasinya.” Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).

Safitri Lia, & Dkk. (2018). Nagari Sebagai Pranata Penyelesaian Konflik : Suatu Kajian Tentang Kerapatan Adat Nagari (Kan) di Nagari Ketaping, Pariaman, Sumatra Barat. 8(1).

Sari, N. P., & Setiawan, M. A. (2020). Bimbingan Konseling Perspektif Indigenous. Yogyakarta: CV. Budi Utama.

Setiawan, M. A., & Ibnu, A. K. (2021). Layanan-layanan Bimbingan dan Konseling Pendekatan Quran. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Tohirin. (2013). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integritas),Ed. Revisi 5. Jakarta: Rajawali Pers.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.15548/jbki.v16i01.12078

Refbacks

  • There are currently no refbacks.