Viral kasihlah Roti: Representation of Humanity in Digital Space

Zelzira Miky Lezia, Abdullah Khusairi, Arifah Yenni Gustia

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh representasi kemanusiaan dalam konten viral TikTok “Kasihlah Roti” yang menampilkan seorang anak laki-laki korban banjir yang menyampaikan kalimat sederhana, yaitu “Kasihlah roti”, sehingga menarik perhatian masyarakat luas dan memunculkan berbagai respons sosial di media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana representasi kemanusiaan dibentuk melalui dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berupa video TikTok, tangkapan layar, komentar audiens, serta data interaksi media sosial seperti jumlah suka, komentar, bagikan, dan simpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, konten “Kasihlah Roti” menggunakan bahasa yang sederhana, narasi spontan, dan visual realistis yang menggambarkan kondisi korban banjir. Pada dimensi praktik wacana, penyebaran konten didukung oleh tingginya interaksi pengguna media sosial sehingga video tersebar luas melalui halaman For You Page (FYP) TikTok. Respons audiens mencerminkan empati, dukungan moral, kritik sosial, dan apresiasi terhadap bantuan yang diberikan kepada korban banjir. Pada dimensi praktik sosial, konten ini berkaitan dengan kondisi masyarakat korban banjir di Aceh serta menunjukkan bahwa media sosial dapat membangun perhatian publik, solidaritas sosial, dan tindakan kemanusiaan melalui bantuan nyata kepada korban bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten “Kasihlah Roti” tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi sarana penyebaran pesan kemanusiaan dan pembentukan kepedulian sosial masyarakat melalui media sosial TikTok.

Keywords


Representation of Humanity; Tiktok; Critical Discourse Analysis; Norman Fairlough; Kasihlah Roti

Full Text:

PDF

References


Astuti, R. W., & Wibowo, A. (2020). Affective publics dalam media sosial: Studi fenomena viral konten kreatif di Indonesia. Jurnal Komunikasi Profesional, 4(3), 215–230.

Badara, A. (2012). Analisis wacana: Teori, metode, dan penerapannya pada wacana media. Kencana.

Cibro, S. G., Dalimunthe, S. F., & Surip, M. (2022). Analisis wacana kritis Norman Fairclough pada pemberitaan Menteri Luhut Binsar Pandjaitan di media daring. BAHAS, 33(2).

Elfina, E., dkk. (2022). Motif penggunaan aplikasi TikTok oleh siswa MAN Kota Pariaman. Al Munir: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 13(2), 229–242.

Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. Edward Arnold.

Fairclough, N. (2003). Analysing discourse: Textual analysis for social research. Routledge.

Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.

Hariatiningsih, L. R., & Irwanto. (2023). Membangun atensi pada media sosial (Studi netnografi remaja pengguna Instagram). Jurnal Komunikasi, 15(2).

Harun, H., Alam, A. M., & Jufri. (2024). Analisis wacana kritis pada pidato Presiden tahun 2022: Model Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1).

Haryatmoko. (2016). Critical discourse analysis (analisis wacana kritis): Landasan teori, metodologi, dan penerapan. Rajawali Pers.

Jamil, M., & Khusairi, A. (2025). TikTok algorithms and religious polarization in Indonesia's digital public sphere. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 10(1), 41–58.

Junaidi, A. (2020). Representasi dalam media dan budaya: Perspektif teori Stuart Hall. Jurnal Studi Agama, 4(2), 123–135.

Khatima, K. (2022). Representasi konflik sosial dalam media online: Analisis wacana kritis. Jurnal Manifestasi, 7(1).

Kurniawan, E. (2021). Algoritma rekomendasi dan fenomena viralitas konten media sosial. Jurnal Media dan Komunikasi, 8(1), 45–62.

Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Nurhayati, S. (2022). Spectator dan penderitaan: Analisis wacana konten humanitarian di media sosial. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(2), 178–195.

Ritonga, M., & Wahyuni, S. (2022). Viralitas konten kreatif di era digital: Studi fenomena konten viral di platform media sosial. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11(2), 78–92.

Santoso, A., & Prasetyo, B. (2023). Respons emosional audiens terhadap konten humanitarian di media sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(1), 56–71.

Sari, N. P., Kamal, T., & Syas, M. (2018). Perilaku pemrosesan informasi melalui media sosial dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa. Al Munir: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 9(1), 73–80.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulistyo, T. (2022). Kapitalisasi kemanusiaan: Studi wacana konten humanitarian di era digital. Jurnal Manajemen Publik, 10(1), 34–48.

Ushuluddin, A. I., & Setyawan, A. G. (2024). Representasi dalam media dan budaya: Perspektif teori Stuart Hall. Sanak: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 45–60.

We Are Social. (2026). Digital 2026: Indonesia. Retrieved from https://wearesocial.com/id/blog/2026/01/digital-2026-indonesia/

Wijaya, H., & Kartika, D. (2021). Representasi kemanusiaan dalam media massa Indonesia: Analisis wacana kritis. Jurnal Kebijakan Publik, 12(3), 156–172.

Yunanto, F., dkk. (2021). Wacana media sosial dan pembentukan persepsi publik. Jurnal Kabilah, 6(2).




DOI: https://doi.org/10.15548/amj-kpi.v17i01.14510

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 zelzira miky lezia