Ketergantungan Mahasiswa Gen Z Terhadap AI

Ketergantungan Mahasiswa Gen Z Terhadap Artificial Inteligence (AI)

Oleh: Aidil Sugiarto

Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Pernahkah Anda berpikir apa yang akan terjadi jika mahasiswa Gen Z terus-menerus ketergantungan pada  Artificial Inteligence?. Mahasiswa Gen Z adalah generasi yang hidup pada masa berkembangnya teknologi,  tentu pada masa ini mulai bermunculan fitur-fitur terbaru yang dapat memudahkannya dalam melakukan proses pembelajaran.

Di antara banyaknya fitur-fitur terbaru yang memudahkan mahasiswa Gen Z, salah satunya adalah  Artificial Inteligence (AI). AI adalah kecerdasan buatan yang dapat membantu seseorang dalam melakukan  pekerjaannya. AI ini sangat membantu dalam proses pembelajaran, baik dalam mencari materi tugas, menjawab soal, membuat makalah dan sebagainya. Sebab setiap materi yang kurang dipahami bisa ditanyakan langsung kepadanya, karena berbasis teknologi sehingga soal-soal yang diajukan akan langsung dijawab dengan cepat.

Di samping itu, AI ini sangat berdampak bagi pola pikir mahasiswa Gen Z. Dalam melakukan pembelajaran, sering kali hanya menyalin saja tanpa memahami isi dari materinya terlebih dahulu,  sehingga menyebabkan sering terjadinya plagiarisme dalam pembelajaran , serta dapat mempengaruhi kemampuan dalam berpikir secara kritis, karena hanya ketergantungan terhadap teknologi saja (Ikhsan Kamil, dkk. 2025).

Di antara dampak ketergantungan mahasiswa Gen Z terhadap AI, pertama  menjadikan mahasiswa malas berfikir, seperti dalam menjawab soal-soal ujian atau dalam berdiskusi, mahasiswa tidak perlu lagi untuk memikirkan jawabannya, karena bisa dicari lewat AI dan jawaban yang diberikanpun  cukup lengkap. Kedua , menjadikan mahasiswa malas membaca buku, dengan adanya AI mahasiswa sangat jarang ke perpustakaan untuk membaca, karena informasi yang didapatkannya sudah terpenuhi oleh AI.

Ketiga, AI membuat mahasiswa menjadi kurang memahami pelajaran, karena semua yang diperlukan dalam hal pembelajaran bisa dilakukan melalui AI ini. Antusiasnya dalam memahami pelajaran menjadi berkurang sehingga AI ini menyebabkan rasa malas bagi mahasiswa. Seharusnya mahasiswa Gen z ini harus merubah pandangannya, bahwa AI itu bisa membantu dalam pembelajaran, namun jangan dijadikan sebagai ketergantungan, sebab semakin canggihnya teknologi sekarang, maka pengaruh-pengaruh yang dihasilkan pun sangat tidak baik jika kita tidak bisa dalam mengontrol diri.

Mahasiswa Gen Z perlu berpikir lebih matang, jangan sampai AI ini membuat generasi sekarang tidak berkualitas, padahal generasi ini yang akan menentukan masa depan bangsa kedepannya. Sebenarnya memanfaatkan teknologi yang ada merupakan sesuatu yang cerdas, namun perlu menyeimbangkannya, diantara cara yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan AI dengan bijak yaitu:

1. AI bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mancari informasi seputar materi, yang dapat menjadikan mahasiswa lebih mandiri, tekun dan gembira , karena kemudahan informasi yang didapat (Desvita, dkk. 2024 ).

2. AI dapat dijadikan sebagai rujukan yang bersifat cadangan, maksudnya ketika kita tidak menemukan buku tentang materi yang dibahas, maka bisa kita menggunakannya.

3. AI dapat dijadikan sebagai tambahan penjelasan materi, agar pembelajaran lebih mudah dipahami. Banyak mahasiswa yang kurang memahami mengenai materi yang di bahas, maka bisa bertanya kepadanya.

Dengan begitu  Artificial Inteligence (AI) ini akan sangat bermanfaat bagi orang yang bijak dalam menggunakannya, namun akan menjadi dampak yang buruk bagi orang yang ketergantungan dengannya. Sebagai mahasiswa yang cerdas, hendaknya teknologi dapat menjadi gerbang menuju kesuksesan bukan menjadi penghambat untuk maju.

 

Referensi:

Dwi Hapsari, Desvita dkk. 2024. Literature Review : Pengaruh Artificial Intelligence (AI) Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. Jurnal Empati. Vol.13 No.4

Kamil, Ikhsan dkk. 2025. Pengaruh Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) Terhadap Mahasiswa Di Perguruan Tinggi.  JEDBUS (Journal of Economic and Digital Business) Vol.2 No.1