Press Release BSI Scholarship Batch 2

Publish: Minggu, 18 Mei 2025 (Pukul 14.00 WIB)
Penyunting: Divisi Litbang UKM Bengkel Kata

Siapkan CV, Siapkan Diri: Saatnya Anak Muda Menaklukkan Dunia Kerja

Oleh: Febrian Hidayat
Program Studi Hukum Keluarga, Fakultas Syariah
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

 

Tantangan dunia kerja pasca-pandemi kian nyata. Ijazah dan nilai akademik tak lagi menjadi jaminan untuk diterima kerja. Di tengah kegelisahan mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru, Awardee Kelompok 11 BSI Scholarship Batch 2 hadir menjawab keresahan itu lewat sebuah webinar bertajuk “Career Hack: Bikin CV Lolos ATS dan Dilirik HRD” yang sukses digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini bukan sekadar rutinitas pelatihan. Ia adalah momentum. Momentum untuk membangkitkan kesadaran bahwa generasi muda Indonesia harus segera mempersenjatai diri, bukan hanya dengan gelar, tapi juga dengan strategi konkret menghadapi dunia kerja digital yang kian kompetitif.

Webinar ini dihadiri oleh 105 peserta aktif dari berbagai daerah di Indonesia: mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Pulau Jawa. Peserta berasal dari beragam latar belakang, namun sebagian besar merupakan mahasiswa akhir dan fresh graduate yang sedang mencari jalan memasuki dunia profesional. Aulia Fazira, selaku Ketua Pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan bersama para awardee terhadap kenyataan lapangan: ribuan CV dikirim setiap hari, tapi hanya sebagian kecil yang benar-benar dibaca oleh HR. “Kami ingin para peserta tidak sekadar tahu teori, tapi tahu taktik. Dunia kerja tidak menunggu siapa pun,” ujar Aulia dengan tegas.

Hadir sebagai narasumber adalah Nurul Khotimah, praktisi Human Resources Development (HRD) berpengalaman yang telah bergelut di bidang rekrutmen sejak 2015. Dalam paparannya, Nurul membuka mata peserta dengan fakta mengejutkan: 70–80% CV ditolak oleh sistem otomatis ATS (Applicant Tracking System) hanya karena kesalahan teknis seperti penggunaan tabel, font tidak standar, atau format file yang tidak kompatibel. “CV itu bukan daftar riwayat hidup biasa. CV adalah senjata marketing pribadi. Kalau kamu tidak tahu cara menjual dirimu, kamu akan kalah di persaingan ini,” tegas Nurul, disambut riuh komentar peserta di kolom chat. Nurul memperkenalkan tiga jenis CV yang relevan untuk zaman sekarang:

  1. Kronologis Terbalik, mengutamakan pengalaman kerja terbaru.
  2. Fungsional, menonjolkan skill, cocok bagi fresh graduate.
  3. Kombinasi, gabungan keduanya, cocok untuk karier dengan hard skill dan pengalaman kerja sekaligus.

Ia juga menyarankan peserta untuk menggunakan kata kerja aktif, angka konkret, dan menghindari bahasa klise seperti “berkomunikasi dengan baik” tanpa bukti. Tak hanya soal teknis CV, Nurul menekankan pentingnya personal branding di era digital. Ia mencontohkan bagaimana LinkedIn bisa dioptimalkan, bukan sekadar menjadi tempat unggahan foto formal, tapi sebagai etalase profesional yang menunjukkan minat, proyek, hingga portofolio pribadi. “Jangan asal upload foto wisuda. Ceritakan proyekmu. Ceritakan dampaknya. LinkedIn bukan Instagram,” ujarnya, memancing tawa sekaligus kesadaran peserta bahwa dunia profesional menuntut keseriusan dalam presentasi diri.

Sesi yang berlangsung selama dua jam ini diwarnai dengan interaksi aktif: peserta menjawab kuis, mengirim pertanyaan, dan bahkan menunjukkan CV mereka untuk dikoreksi langsung. Usai acara, panitia membagikan template CV ATS-friendly, e-sertifikat, dan rekaman webinar, sebagai bentuk keberlanjutan dari kegiatan edukatif ini. “Saya langsung ubah CV saya malam itu juga. Saya baru sadar ternyata selama ini saya salah format,” ungkap Fitri, salah satu peserta dari Sumatera Utara. Panitia menyebutkan bahwa webinar ini adalah bagian dari kontribusi nyata awardee BSI Scholarship Batch 2, tidak hanya sebagai penerima beasiswa, tapi sebagai agen perubahan yang membawa manfaat ke masyarakat luas, khususnya generasi muda Indonesia.

Webinar ini telah membuktikan bahwa edukasi karier tidak harus kaku dan membosankan. Ia bisa hidup, menggugah, bahkan menyulut transformasi nyata. Pesan utama yang menggema dari webinar ini adalah: siapkan CV, siapkan diri, dan taklukkan dunia kerja dengan strategi, bukan sekadar harapan. Bagi generasi muda yang ingin sukses di dunia profesional, inilah saatnya untuk tidak hanya lulus, tapi juga siap bersaing. Sebab dunia kerja tidak akan menunggu siapa pun.