Perempuan di Persimpangan Syariat dan HAM: Analisis Film La Luna (2023) Perspektif An-Na‘im
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam film La Luna (2023) di tengah ketegangan antara syariat Islam dan hak asasi manusia dengan menggunakan perspektif pemikiran Abdullahi Ahmed An-Na‘im. Melalui pendekatan ini, penelitian berupaya mengungkap bagaimana film tersebut merepresentasikan perlawanan perempuan terhadap konstruksi sosial dan tafsir agama yang tidak kontekstual, serta bagaimana gagasan reformasi syariat dapat mendorong terciptanya pemahaman Islam yang lebih humanis dan setara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual-teksual (qualitative visual-textual analysis) yang berfokus pada interpretasi makna simbolik dan naratif dalam film La Luna. Sumber data utama berasal dari adegan, dialog, dan narasi film yang berkaitan dengan isu perempuan, kebebasan berekspresi, dan norma keagamaan, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur akademik yang relevan mengenai perempuan, hak asasi manusia, dan Islam progresif. Proses analisis dilakukan melalui tahap pengumpulan data visual-teksual, pengodean tematik, analisis isi, serta validasi interpretasi dengan triangulasi teori An-Na‘im. Hasil penelitian menunjukkan bahwa La Luna tidak hanya merepresentasikan pergulatan perempuan terhadap struktur patriarki dan tafsir agama konservatif, tetapi juga menghadirkan kritik terhadap ketimpangan gender dalam masyarakat Muslim. Film ini menegaskan pentingnya reinterpretasi syariat secara etis dan kontekstual demi mewujudkan keadilan dan kesetaraan dalam kerangka Islam yang humanis.
The article examines how the film La Luna (2023) portrays the position of women amidst the tension between Islamic Sharia values and human rights principles. Using the perspective of Abdullahi Ahmed An-Na'im thoughts. Through this perspective, the research seeks to reveal how the film portrays women’s resistance against non-contextual social constructions and religious interpretations, as well as how the idea of Sharia reform can foster a more humanistic and egalitarian understanding of Islam. The study employs a qualitative descriptive method with a visual-textual analysis approach, focusing on the interpretation of symbolic and narrative meanings in La Luna. The primary data are drawn from the film’s scenes, dialogues, and narratives related to issues of women, freedom of expression, and religious norms, while supporting data are obtained from relevant academic literature on women, human rights, and progressive Islam. The analytical process involves several stages, including visual-textual data collection, thematic coding, content analysis, and validation through theoretical triangulation based on An-Na‘im’s framework. The findings indicate that La Luna not only represents women’s struggle against patriarchal structures and conservative religious interpretations but also offers a critical reflection on gender inequality within Muslim societies. The film underscores the importance of ethical and contextual reinterpretation of Sharia to realize justice and equality within a humanistic Islamic framework.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Aini, N. (2023). Konflik Sosial dalam Film Miracle in Cell No. 7 Karya Hanung Bramantyo (Kajian Sosiologi Sastra). http://etheses.iainmadura.ac.id/6582/
Akbar, D. S., & Abbas, A. F. (2020). Pemikiran Abdullah An-Na`Im Tentang Teori Evolusi Syari`Ah (Nasakh) Dan Relevansinya Dengan Metode Istinbath Hukum Islam. Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam, 5(1), 1. https://doi.org/10.30983/alhurriyah.v5i1.2110
Alawiyah, N. L., & Hasan, M. S. (2022). Hak Asasi Manusia di Dunia Islam: Isu tentang Hak Perempuan. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 4142–4156.
Amir, A. N., & Rahman, T. A. (2024). ABDULLAHI AHMED AN-NA‘IM DAN KONTEKS PENAFSIRAN HUKUMNYA. Journal of Fatwa and Falak Selangor (JUFFAS) |, 1(2), 55–65. https://www.researchgate.net/profile/Zulkifli-Abdurrahman-Usman/publication/367475042_Neo-Sekularisme_dalam_Pemikiran_Abdullahi_Ahmed_an-Naim_Studi_tentang_Relasi_Islam_dan_Negara/links/675b1657e9427c77e907cb0b/Neo-Sekularisme-dalam-Pemikiran-Abdullahi-Ahmed-an-Naim-Studi-tentang-Relasi-Islam-dan-Negara.pdf
An-Na‘im, A. A. (1990). Toward an Islamic Reformation: Civil Liberties, Human Rights, and International Law. Syracuse University Press.
An-Na’im, A. A. (2003). The synergy and interdependence of human rights, religion, and secularism. In A. S. Joseph Runzo, Nancy M. Martin (Ed.), Human Rights and Responsibilities in the World Religions (pp. 31–33). Oneworld Publications.
An-Na’im, A. A. (2008). Islam and the Secular State: Negotiating the Future of Shari’a. Harvard University Press. https://eltearabszak.hu/wp-content/uploads/2019/01/Abdullahi-Ahmed-An-Na-im-Islam-and-the-Secular-State_-Negotiating-the-Future-of-Sharia.pdf
Ariziq, B. L. (2022). Kedudukan Dan Kondisi Wanita Sebelum Dan Sesudah Datangnya Agama Islam. Jurnal Keislaman, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.54298/jk.v5i1.3398
Asiah, N. (2017). HAK ASASI MANUSIA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Jurnal Syari’ah Dan Hukum Diktum, 15(1), 55–66.
Aswandi, B., & Roisah, K. (2019). NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM KAITANNYA DENGAN HAK ASASI MANUSIA (HAM). Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(128–145). https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jphi/article/view/4286/2363
Da Silva, A., Wutun, M., & Nafie, J. A. (2022). Konstruksi Eksistensi Istri Pertama Dalam Film (Analisis Semiotika John Fiske Pada Film Surga Yang Tak Dirindukan). Jurnal Digital Media Dan Relationship, 4(2), 56–64. http://ejurnal.ars.ac.id/index.php/jdigital/article/view/808
Film Komedi La Luna Jadi Wakil Singapura ke Oscar 2025. (2024). CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20241009200908-220-1153548/film-komedi-la-luna-jadi-wakil-singapura-ke-oscar-2025.%0A
Hana, M. Y. (2022). Kedudukan Perempuan dalam Islam. FIHROS: Jurnal Sejarah Dan Budaya, 6(1), 1–9. https://ejournal.staisyekhjangkung.ac.id/index.php/fihros/article/view/44
Hiburan. (2023). “La Luna filem ‘pecah tanah’ One Cool Film.” Utusan Malaysia. https://www.utusan.com.my/nasional/2023/05/la-luna-filem-pecah-tanah-one-cool-film/
Krisnalita, L. Y. (2018). Perempuan, HAM dan Permasalahannya di Indonesia. Binamulia Hukum, 7(1), 71–81. https://doi.org/10.37893/jbh.v7i1.15
Mernissi, F. (1991a). The Veil and the Male Elite: A Feminist Interpretation of Women’s Rights in Islam. Addison-Wesley Publishing Company.
Mernissi, F. (1991b). Women and Islam: An historical and theological enquiry. Blackwell.
Mukti, D. A., Luberti, A. F., & Astuti, Y. N. (2022). Analysis Of Abdullah Ahmed An-Na’im’s Opinion In Renewing Sharia Public Law. Milrev, 1(1), 115–134.
Novita, C. (2023). Sinopsis Film La Luna yang Tayang di Bioskop Indonesia. Tirto.Id. https://tirto.id/sinopsis-film-la-luna-yang-tayang-di-cgv-gRFa
Nurdin, N., & Athahira, A. U. (2022). HAM, gender dan demokrasi: Sebuah tinjauan teoritis dan praktis. CV. Sketsa Media. http://eprints2.ipdn.ac.id/id/eprint/927/1/BUKU HAM.pdf
Santoso, M. B. (2016). Lgbt dalam perspektif hak asasi manusia. SHARE: SOCIAL WORK JURNAL, 6(2), 154–272. https://jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/13206/6036
Smith, R. K. M., Ranheim, C., Arinanto, S., & Falaakh, F. (2008). Hukum Hak Asasi Manusia (E. R. Knut D. Asplund, Suparman Marzuki (Ed.)). Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII). https://jdih.situbondokab.go.id/barang/buku/13. Hukum Hak Asasi Manusia by Rhona K.M. Smith, dkk. (z-lib.org).pdf
Taufiq, A. (2018). Pemikiran Abdullah Ahmed An-Naim tentang Dekontruksi Syari’ah sebagai Sebuah Solusi. International Journal Ihya’ ’Ulum Al-Din, 20(2), 145–166. https://doi.org/10.21580/ihya.20.2.4044
Usman, Z. A., & Hasbi, B. (2022). Neo-Sekularisme dalam Pemikiran Abdullahi Ahmed an-Naim : Studi tentang Relasi Islam dan Negara. Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam, 5(1), 58–85. https://doi.org/10.21043/politea.v5i1.13688
DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v6i2.12131
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Ika Fitri Alviyanti, Sunaryo -

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Kampus III Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kode pos 25171
E-mail: [email protected]

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




