Behind the Pork Sales Conflict: Intersection of Interests, Economic, and Public Policy in Medan City

Putri Zahra, Fitriani Fitriani

Abstract


The conflict over pork sales in Medan represents a socio-religious issue that has emerged within a multicultural society as a result of the convergence of religious, economic, spatial planning, and public policy interests. This study aims to analyze the conflict resolution process in the pork sales case in Medan from the perspective of Johan Galtung by examining the elements of contradiction, attitude, and behavior, as well as the conflict resolution efforts undertaken by the stakeholders involved. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews with four key informants: the Chairperson of the Indonesian Ulema Council (MUI) of Medan, the Chairperson of the North Sumatra Regional Board of the Indonesian Christian Youth Movement (GAMKI), the Chairperson of the Medan Branch of GAMKI, and a representative of the Interfaith Harmony Forum (FKUB) of Medan. Data were analyzed using the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that the conflict over pork sales was not solely driven by religious differences but also by competing interests related to economic activities, spatial planning, and government policies. From Johan Galtung's perspective, the conflict evolved through the interrelated dimensions of contradiction, attitude, and behavior. Conflict resolution was pursued through dialogue, mediation, interfaith communication, and collaboration among the government, religious leaders, civil society organizations, and the Interfaith Harmony Forum (FKUB). Nevertheless, the implementation of several agreements concerning the regulation of pork sales locations and policy certainty has yet to be fully realized. Therefore, strengthening communication, ensuring policy consistency, and fostering collaboration among stakeholders are essential prerequisites for achieving sustainable peace in a multicultural society.

Konflik penjualan daging babi di Kota Medan merupakan salah satu persoalan sosial-keagamaan yang muncul di tengah masyarakat multikultural akibat pertemuan kepentingan keagamaan, ekonomi, penataan ruang, dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan menganalisis resolusi konflik atas kasus penjualan daging babi di Kota Medan menggunakan perspektif Johan Galtung dengan mengkaji unsur contradiction, attitude, behavior, serta upaya penyelesaian konflik yang dilakukan oleh para pihak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat informan yang terdiri atas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Ketua DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumatera Utara, Ketua DPC GAMKI Kota Medan, dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik penjualan daging babi tidak semata-mata dipengaruhi oleh perbedaan keyakinan, tetapi juga oleh pertentangan kepentingan terkait aktivitas ekonomi, penataan ruang, serta kebijakan pemerintah. Berdasarkan perspektif Johan Galtung, konflik berkembang melalui keterkaitan unsur contradiction, attitude, dan behavior. Penyelesaian konflik dilakukan melalui dialog, mediasi, komunikasi lintas agama, serta kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan FKUB. Namun, implementasi sejumlah kesepakatan mengenai penataan lokasi penjualan dan kepastian kebijakan masih belum terlaksana secara optimal. Oleh karena itu, penguatan komunikasi, konsistensi kebijakan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di tengah masyarakat multikultural.

Keywords


Conflict Resolution; Johan Galtung; Pork Sales; Multicultural Society; Medan.

References


Aisyah, S., & others. (2023). Konflik sosial dalam hubungan antar umat beragama (Studi kasus di Indonesia). Tabligh: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi Islam, 24(1). https://doi.org/10.24252/jdt.v15i2.348

Akifah, A., & Cangara, H. (2025). Resolusi konflik dalam masyarakat multikultural: Pendekatan komunikasi antar budaya di Indonesia. KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 22(1), 56–70. DOI: https://doi.org/10.47007/jkomu.v22i01.1280

Almi. A. F, Erika. A, Rezkinah. I, Fahrezi. M, & Sianturi. R. A, (2026) Relevansi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Sejarah Bangsa Indonesia Sebagai benteng Persatuan Indonesia: Studi Kasus Polemik Penutupaan Warung Daging Babi di Kota Medan 2026. (JINU: Jurnal Ilmiah Nusantara, 3 (3), 26-34. https://doi.org/10.61722/jinu.v3i3.9474

Alaslan. A. Metode Penelitian Kualitatif Thesis Commons (2023). DOI. 10.31219/osf.io/smrbh

Coser, L. A. (1956). The Functions of Social Conflict. The Free Press. https://doi.org/19.2307/586859

Galtung, J. (2003). Studi Perdamaian: Perdamaian dan Konflik, Pembangunan dan Peradaban (Asnawi & Safruddin, Trans.). Pustaka Eureka. ISBN: 979-97687-3-x.

Harahap, R. A. G., & Faridah, F. (2024). Penerapan Fungsi Manajemen Forum Kerukunan Umat Beragama Dalam Membangun Kerukunan dan Moderasi Beragama di Kota Medan. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 5(3), 138–148. https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i3.1872

Hasibuan, A. A., & Ritonga, M. H. (2024). Dinamika Komunikasi Antar Budaya dalam Menjaga Kerukunan di Kota Medan. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(3), 5182–5190. https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i3.5182

Irwansyah. (2013). Potensi Keretakan Hubungan Sosial Muslim-Buddhis (Kasus Konflik Patung Buddha di Kota Tanjungbalai Sumatera Utara). Analisa Journal of Social Science and Religion, 20(2), 155–168. https://doi.org 10.18784/analisa.v20i2.173

Islami. D. Munir, (2025) Kepastian Hukum Penuhan dan Perlindungan Hak-Hak Pedagang kaki Lima (Studi di Pasar Tradisional Sila Kabupaten Bima). 6(8). 2-12. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i8.1469

Kahmad, D. (2000). Sosiologi Agama. Remaja Rosdakarya. ISBN 979-692-001-8.

Lubis, R. (2021). Merawat Kerukunan: Pengalaman Indonesia. PT Gramedia. ISBN: 978-623-00-1386-7.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. ISBN: 978-1-4522-5787-7

Milhan. (2021). Kesadaran Hukum Masyarakat Muslim Kota Medan dalam Mengonsumsi Makanan Tidak Berlabel Halal. http://repository.uinsu.ac.id/10830/

Olivhien Huqmi Adhelia (2023). Perjanjian Baku Menurut Perspektif Pengusaha, Konsumen dan Kepastian Hukum Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, 5(4), 3256-3263. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.638

Pratama, M. A., & Faridah, F. (2024). Dakwah Multikultural, Toleransi Beragama dan Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) di Kota Medan. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(2), 711–728. https://doi.org/10.33367/ijhass.v5i2.5517

Pratama, T. A., & Harahap, N. (2024). Peran Komunikasi Interkultural Dalam Penguatan Moderasi Beragama Pada Masyarakat Kota Medan (Analisis FKUB Di Medan). Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 5(2), 2081–2095. https://doi.org/10.33367/ijhass.v5i2.5517

Rambe, T., & Sari, S. M. (2022). Moderasi Beragama Di Kota Medan: Telaah Terhadap Peranan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Medan. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 5(2), 84–101. https://doi.org/10.30829/jisa.v5i2.12630

Rosyid, Moh. (2020). Solusi Penuntasan Akar Konflik SARA: Belajar dari Kasus Konflik Muslim-Buddhis di Tanjungbalai Medan Tahun 2016. Jurnal Intelektualita: Keislaman, sosial Dan Sains, 9(2). https://doi.org/10.19109/intelektualita.v9i2.5308

Tanjung, E., Syahminan, M., & Muary, R. (2024). Konflik Tersembunyi Masyarakat Batak Toba Islam Dengan Batak Toba Kristen Di Perumnas Mandala Kota Medan Semar: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 19–32. https://doi.org/10.59966/semar.v2i2.737

Wahyuni, & others. (2025). Efektivitas Peraturan Walikota Medan Nomor 26 Tahun 2013 di Desa Mandala, Kecamatan Medan, Kota Medan Terkait Larangan Usaha Peternakan Berkaki Empat (Babi). Jurnal Hukum Dan Kebijakan Publik, 7(2). https://journalversa.com/s/index.php/jhkp/article/view/1114

Wirman, & Ababil, H. (2023). Peranan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dalam Menangani Daerah Rawan Konflik di Kota Medan. Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies, 3(2), 180–189. https://doi.org/10.47467/tarbiatuna.v3i2.2916

Yuherman & Fahririn (2022). Kepastian Hukum Tempat Berdagang Bagi Kaki Lima Di Pasar Klender Jakarta Timur, 4 (1), 1-7. https://doi.org/10.35586/esensihukum.v4i1.118




DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v7i1.14615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 putri zahra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Kampus III Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kode pos 25171
E-mail: [email protected]


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.