Implementasi Ajaran Konfusius Dalam Barongsai: Telaah Grup Satya Dharma Kelenteng Hok Hien Bio Di Kudus Jawa Tengah

Moh Rosyid, Lina Kushidayati

Abstract


The purpose of this paper is to find a correlation between the teachings of Confucius and the lion dance group Satya Dharma at the Hok Hien Bio Temple in Kudus. The importance of research to provide understanding to the public that lion dance is not only a game or sport but Confucian values characterize the actors. Research data obtained by interviews and observations were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the lion dance group practiced regularly twice a week for free, followed by young people of all religions and ethnicities. This group was invited by residents in Kudus to the cultural carnival and people's party. The behavior of players and coaches follows the teachings of Confucius in the Si Shu Bible. First, it contains 8 confessions of faith (ba chen gui), realizing taboos, namely that what is immoral should not be seen (Hwi Lee But Si), heard (Hwi Lee But Thing), spoken (Hwi Lee But Gan), done (Hwi Lee But Tong), uphold the four pillars, understand the word (Ti Bing), receive the word (Siu Bing), uphold the word (Liep Bing), perfect the word (SingBing). Both behave in a friendly, gentle, honest, capable, obedient, sincere, simple, steady, and mighty manner, do tripusaka, are wise (Ti), loving (Jien), and brave (Yong). Third, abandon the 3 behaviors of arrogant, lazy, and extravagant, friendly, honest, and knowledgeable, have good relations with others (Ren Dao) and God (Tian/Shang Di) (Tian Dao).

Tujuan tulisan ini adalah untuk mencari korelasi antara ajaran Konfusius  dan kelompok barongsai Satya Dharma di Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus. Pentingnya riset untuk memberi pemahaman pada publik bahwa barongsai tidak hanya permainan atau olahraga tetapi nilai konfusius mewarnai para pelakunya. Data riset diperoleh dengan interviu dan observasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil riset memperlihatkan bahwa kelompok barongsai berlatih rutin seminggu dua kali secara gratis, diikuti oleh anak muda lintas agama dan etnis. Kelompok ini diundang warga di Kudus pada acara kirab budaya dan pesta rakyat. Perilaku pemain dan pelatih menaati ajaran Konfusius dalam Kitab Suci Si Shu. Pertama, memuat 8 pengakuan iman (ba chen gui), mewujudkan pantangan yakni yang tak susila jangan dilihat (Hwi Lee But Si), didengar (Hwi Lee But Thing), diucapkan (Hwi Lee But Gan), dilakukan (Hwi Lee But Tong), menjunjung empat pilar, mengerti firman (Ti Bing), menerima firman (Siu Bing), menegakan firman (Liep Bing), menyempurnakan firman (SingBing). Kedua berperilaku 9 dengan ramah, lemah-lembut, jujur, cakap, patuh, tulus hati, sederhana, mantap, dan perkasa, melakukan tripusaka, bijaksana (Ti), cinta kasih (Jien), dan berani (Yong). Ketiga, meninggalkan 3 perilaku sombong, pemalas, dan foya-foya, bersahabat dengan lurus, jujur, dan berpengetahuan luas, berhubungan baik dengan sesama (Ren Dao) dan Tuhan (Tian/Shang Di) (Tian Dao).


Keywords


Aplication; Barongsai; Confusius values.



DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v2i1.2312
Abstract views : 68 times
PDF (Bahasa Indonesia) : 24 times

References


Andini, B. O. (2016). Barongsai Cap Go Meh Di Makassar Sebuah Pemikiran Tentang Tari, Ritual, Dan Identitas. Jurnal Kajian Seni, 2(1), 10–24. https://doi.org/10.22146/art.11646

Anis, M., & Sarai, Y. (2018). Kesenian Barongsai Sebagai Serana Pembauran Masyarakat Tionghoa di Aceh Tamiang. Seuneubok Lada: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Kependidikan, 5(2), 207–223.

Annas, S. (2017). Musik Pendukung Barongsai Nagasakti di Kota Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Christina, F. D. (2015). Nilai-Nilai Ritual Dalam Pertunjukan Barongsai Naga Sakti Kota Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Daradjadi. (2013). Geger Pacinan: Persekutuan Tionghoa-Jawa Melawan VOC 1740-1743. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Deva, N. D. (2012). Partisipasi Masyarakat Pribumi dalam Kesenian Barongsai Cina di Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Universitas Negeri Yogyakarta.

Irianto, A. M. (2017). Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan di Tengah Determinasi Teknologi Komunikasi. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 12(1), 90. https://doi.org/10.14710/nusa.12.1.90-100

Ismayani, S. N. (2018). Pertunjukkan Barongsai Pada Cap Go Meh di Masyarakat Tionghoa Kota Makassar. Universitas Negeri Makassar.

Kemendikbud. (2014). Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Liji, L. (2012). Dari Relasi Upeti ke Mitra Strategis: 2000 Tahun Perjalanan Hubungan Tiongkok-Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Oktaviani, F. (2015). Internalisasi Nilai-Nilai Kesenian Barongsai dan Liong (Studi Deskriptif Kualitatif Internalisasi Nilai-Nilai Kesenian Barongsai dan Liong Melalui Kompetensi Komunikasi Antar Budaya Antara Pembina dengan Pemain Barongsai dan Liong dari Etnis Jawa di Kelom. Universitas Sebelas Maret.

Rosyid, M., & Kushidayati, L. (2020). Pelayanan Pendidikan Penghayat Sapta Darma Di Sekolah Formal: Studi Kasus Di Kudus. Jurnal Hukum Progresif, 8(1), 81–97. https://doi.org/10.14710/hp.8.1.81-97

Silitonga, O. P. (2015). Analisis Musik dalam Konteks Pertunjukkan Barongsai Pada Masyarakat Tionghoa di Kota Tebing Tinggi. Universitas Sumatera Utara.

Wijaya, E. (2014). Barongsai Sebagai Pertunjukkan Komunikasi Budaya Etnis Tionghoa (Studi Etnografi Komunikasi mengenai Barongsai sebagai Pertunjukkan Komunikasi Budaya Etnis Tionghoa pada Tim Liong Barongsai Dharma Ramsi). Universitas Komputer Indonesia.

Wijayakusuma, H. (2005). Pembantaian Massal 1740 : Tragedi Berdarah Angke. Jakarta: Pustaka Populer Obor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Jl. M. Yunus No. 1, Lubuk Lintah, Kuranji. 
Kota Padang, Sumatera Barat 25153
E-mail: al-adyan@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.