Dekonstruksi Moderasi Beragama dalam Buku Husein Ja’far Al-Hadar: Perspektif Jacques Derrida
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dekonstruksi moderasi beragama dalam buku Apalagi Islam Itu Kalau Bukan Cinta?! karya Husein Ja'far Al-Hadar dengan menggunakan pendekatan hermeneutika dekonstruksi Jacques Derrida. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji konsep-konsep inti dalam Islam seperti azan, ihram, hijrah, salam, keadilan, dan silaturahmi. Konsep-konsep ini diinterpretasikan melalui prinsip-prinsip dekonstruksi Derrida, terutama konsep differance dan aporia, untuk mengungkap makna yang tersembunyi dan dinamis dalam teks. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan hermeneutika dekonstruktif. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi sebagai metode analisis, tetapi juga sebagai cara untuk memahami teks keagamaan secara lebih mendalam. Penelitian ini berusaha untuk mengungkap bagaimana narasi moderasi beragama yang disampaikan oleh Husein Ja'far Al-Hadar tidak hanya relevan secara teologis, tetapi juga dapat diadaptasi dalam konteks sosial dan budaya yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori dekonstruksi Derrida mampu mendemonstrasikan sifat makna agama yang selalu dinamis, terbuka, dan tidak pernah mencapai finalitas. Dengan menggunakan konsep differance, penelitian ini mengungkap adanya keterbukaan makna teks keagamaan terhadap reinterpretasi dalam konteks yang berbeda. Sementara itu, melalui aporia, ditemukan bahwa narasi keagamaan yang ditampilkan Husein Ja'far Al-Hadar mencerminkan Islam sebagai agama yang inklusif, kontekstual, dan adaptif terhadap perubahan sosial-budaya. Husein Ja'far Al-Hadar memosisikan Islam sebagai landasan moderasi beragama yang tidak hanya menekankan prinsip cinta kasih, tetapi juga relevan dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama di masyarakat multikultural.
This study aims to analyze the deconstruction of religious moderation in the book Apalagi Islam Itu Kalau Bukan Cinta?! by Husein Ja'far Al-Hadar using Jacques Derrida's hermeneutic deconstruction approach. The primary focus of this research is to examine key Islamic concepts such as azan, ihram, hijrah, salam, justice, and fraternity. These concepts are interpreted through Derrida's principles of deconstruction, particularly the concepts of differance and aporia, to uncover the hidden and dynamic meanings within the text. The research method employed is a literature study with a hermeneutic deconstructive approach. This approach not only serves as an analytical method but also as a way to deeply understand religious texts. The study seeks to reveal how the narrative of religious moderation presented by Husein Ja'far Al-Hadar is not only theologically relevant but also adaptable to diverse social and cultural contexts. The findings indicate that Derrida's deconstruction theory demonstrates the inherently dynamic, open, and never-final nature of religious meanings. By employing the concept of differance, the study uncovers the openness of religious texts to reinterpretation in various contexts. Meanwhile, through aporia, it is found that the religious narratives presented by Husein Ja'far Al-Hadar portray Islam as an inclusive, contextual, and adaptive religion that responds to socio-cultural changes. Husein Ja'far Al-Hadar positions Islam as the foundation of religious moderation, emphasizing not only the principle of love but also its relevance in maintaining harmony among religious communities in multicultural societies.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Aa, M. (2017). Presentasasi Adzan Dengan Suara Meliuk-Liuk Dalam Perspektif Fiqih. Oktober, XV(2), 146.
Ahmad Noor. (2021). Analisis Dekonstruksi Jacques Derrida Mengenai Agama Dalam Meme Politik Pemilu 2019 Di Media Sosial [UIN Antasari Banjarmasin]. https://idr.uin-antasari.ac.id/16817/%0Ahttp://idr.uin-antasari.ac.id/16817/2/AWAL.pdf
Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation in Indonesia’s Diversity. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2).
Alawiyah, T. (2022). Analisis Gaya Komunikasi Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam Konten YouTube “Pemuda Tersesat.” UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Ali Mursyid Azisi, & Nur Syam. (2023). Moderasi Beragama di Ruang Digital: Studi Kontribusi Habib Husein Ja’far dalam Menebar Paham Moderat di Kanal Youtube. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 32(1), 125–141. https://doi.org/10.30762/empirisma.v32i1.803
Annisa. (2023). Relevansi Konsep Al-Wasathiyyah Dalam Beragama Untuk Gen-Z: Perspektif Husein Ja’far Al-Hadar. Tashwir: Jurnal Penelitian Agama Dan Sosial Budaya, 11(1).
Aswadi. (2014). Refomulasi Epistemologi Hijrah dalam Dakwah. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 5(2).
Awaluddin. (2023). Dakwah Digital Habib Husein Ja ’ far Al -Hadar Dalam Penyebaran Syiar Islam Moderat. Jurnal Kajian Manajemen Dakwah, 5(2), 153–164.
Bari, F., & Jamila, I. F. (2023). Toleransi beragama era digital (studi atas podcast habib husein ja’far al-haddar). Jurnal Studi Pesantren, 3(1).
Christopher Norris. (2021). Membongkar Teori Jacques Derrida. Buku Bijak.
Darussalam, A. (2017). Wawasan Hadis Tentang Silaturahmi. Jurnal Tahdis, 8(2), 116–132.
Derrida, J. (1967). Writing & Difference. Universitas of Chicago Perss.
Derrida, J. (1981). Positions. The University Of Chicago.
Derrida, J. (2002). Dekonstruksi Spiritual; Merayakan Ragam Wajah Spiritual. Jalasutra.
Faisal, M. Z. dan. (2019). Sikap Dan Etika Dalam Menghadapi Ikhtilaf Pendapat Mazhab Fiqih. Jurnal Al-Qadha, 6(2), 12–20.
Fajriyaturrohmah, M. A. D. I. L. (2023). Criticism Of Jacques Derrida’s Deconstruction Application to Al-Qur’an Verses. Journal Of Islamic Thought and Philosophy, Vol. 2(No. 2), 208–218.
Fathur Rokhman, Tommi Yuniawa, D. (2021). Dialektika Filsafat Bahasa Dari Struktur alisme ke Pascastrukturalisme. LPPM Universitas Negeri Semarang.
Hardiman, F. B. (2015). Seni Memahami: Hermeneutika dari Schleiermacher Sampai Derrida. PT Kasius.
Husein Ja’far Al Hadar. (2018). Apalagi Islam Itu Kalau Bukan Cinta?! (Cinta dalam Seluruh Diminsi Islam: Dari Akidah, Ibadah, Sampai Akhlak. Yayasan Islam Cinta Indonesia.
Husein Ja’far Al Hadar. (2020). Tidak Di Ka’bah, Di Vatikan, Atau Di Tembok Ratapan: Tuhan Ada Di Hatimu. Mizan.
Husein Ja’far Al Hadar. (2022). Seni Merayu Tuhan. PT Mizan Pustaka.
Ikbal, M. (2019). Unsur Aporia Dalam Novel Seperti Dendam Rindu Haris Dibayar Tuntas Karya Eka Kurniawan (Suatu Tinjauan Dekontruksi Jacques Derrida).
Izzan, A. (2017). Menumbuhkan Nilai toleransi Dalam Keragaman Beragama. Jurnal Kalam, 11(1), 165–186.
Jauhari, M. L., Wildan Yahya, & Parihat Kamil. (2024). Analisis Konten Tentang Toleransi Beragama dalam Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar di Channel Youtube Jeda Nulis. Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication, 4(1), 79–86.
Jaya, S. (2023). Moderasi Beragama Melampaui Toleransi. Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Kemasyarakatan, 27(2), 210–229. https://doi.org/10.15408/dakwah.v27i2.36707
KBBI, T. P. (2009). Kamus Besar Bahasa Indonesia. PPB-Kemendiknas.
Kristianto, A. (2021). Je Ne Sais Pas, Il Faut Croire: Upaya Memahami Epistemologi Ketuhanan Menurut Jacques Derrida. Jurnal Marturia, III(1), 48–80.
Mailinda, Riska, D. (2023). Moderasi Beragama Kaum Milenial : Studi Pemikiran Habib Husein Ja ’ far Al -Hadar. The Ushuluddin International Student Conference, 1(1), 644–654.
Marlina, L. (2022). Pembentukan Karakter Sopan Melalui Pembiasaan Senyum Dan Salam Di Sma Negeri 1 Ciampel. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 2(1), 115–124.
Maulida, N. A. (2023). Dekonstruksi Dalam Cerpen Jimat Sero Karya Eka Kurniawan (The Deconstruction in the Short Story Jimat Sero by Eka Kurniawan ). Jurnal Kawruh Abiyasa, 3(1), 25–34.
Muhammad, Y. (2014). Makna Toleransi Dalam Al Qur’an. Jurnal Ushuluddin, XXII(2).
Muradho, H. K., Mahdi, I., & Iqbal, M. (2024). Dagital Dakwah Habib Husein Ja ’ far Al -Hadar dalam Konten Youtube Login ( Analisis Teori Media Baru ). Journal on Education, 06(03), 16857–16865.
Nisa, N. F. (2024). Moderasi Beragama Dalam Dakwah Habib Husein Jafar Al Hadar Pada Program Log In – Close The Door. Al-Jamahiria: Jurnal Komunikasi Dan Dakwah Islam, 2(1), 42–55.
Norris, C. (2017). Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Ar-Ruzz Media.
Nurrohman, A. S. (2021). Stategi Dakwah Digital Habib Husein Ja’far Al-Hadar Dalam Konten YouTube Jeda Nulis. UIN Ponogoro.
Panjahitan, B. (2021). Penerapan Dekonstruksi Demi Menemukan Keadilan Dalam Praktek Hukum Perspektif Jacques Derrida (Vol. 3, Issue 2). Universitas Katolok Widya Mandiri Kupang.
Rand, R. (2001). Futures Of Jacques Derrida. University Press.
Rangkuti, A. (2017). Konsep Keadilan Dalam Perspektif Islam. TAZKIYA Jurnal Pendidikan Islam, VI(2), 115–143.
Romli. (2023). Dekonstruksi Konsep Moderasi Beragama Dalam Proses Pembelajaran. EDOIS: International Journal of Islamic Education, 1(01), 21–29. https://doi.org/10.32923/edois.v1i01.3308
Rozi, S. (2017). Metodologi Penelitian Agama. LP2M IAIN Bukittinggi.
Sadzali, A. (2020). Hubungan Agama dan Negara di Indonesia: Polemik dan Implikasinya dalam Pembentukan dan Perubahan Konstitusi. Undang: Jurnal Hukum, Vol. 3(2).
Safruddin, M. (2022). Membaca Hermeneutika Reformasi Edip Yuksel : Analisis Teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Jurnal Of Qur’an and Hadith Studies, Vol. 11(No. 2), 147–172. https://doi.org/10.15408/quhas.v11i2.24921
Senatore, M. (1990). Jacques Derrida : A biographical note. 1–10.
Siregar, M. (2019). Kritik Terhadap Teori Dekonstruksi Derrida. Journal of Urban Sociology, 2(1), 65–75.
Siswanto, J. (1994). Metafisika Derrida. Jurnal Filsafat, Vol. 8.
Siswanto, J. (2016). Horizon Hermeneutika. Gadja Mada University Press.
Soraya, & Mualimin. (2022). Tolerance Discourse In Interfaith Dialogue In Habib Husein Ja’far Al Hadar’s Youtube Channel “Jeda Nulis.” Syams: Jurnal Studi Keislaman, 3(2), 160–181.
Suhartini, R. (2009). Anatomi Teori Dekonstruksi Jacques Derrida (1930-2004). Dakwah Digital Perss.
Susanto, A., Wahyuni, Mirawati, Muharram, B., Asdar, Taufiq, M., Nasrullah, Nisar, Aulia Karim, P., Murida, I., Rahma, S., Febri, M. Z., Musmuliana, Nugrahayu, Imran, M. A. I., Masna, Ilham, Aisyah, N., Karvina, … Sakti. (2020). Biografi tokoh-tokoh sosiologi klasik sampai postmodern. IAIN Parepare Nusantara Press.
Suyanto, B. (2013). Filsafat Sosial. Aditya Media Publishing.
Tamam, B. (2023). Perayaan Tahun Baru Masehi: Tinjauan Hermeneutika Dekonstruksi Jacques Derrida. Jurnal Multidisiplin Ilmu, Vol. 2(No. 4).
Taufik Nur Rohman. (2015). Analisis Teks Makna Kerukunan Antarumat Beragama Dalan Piagan Madinah. UIN Syarifhidayahtullah.
Udang, F. C. (2019). Berhermeneutik Bersama Derrida. Jurnal Tumou Tou, Vol. VI(No. 2), 117–127.
Wijayanti, H. (2023). Reprentasi Toleransi Beragama Pada Tayangan Series Logindiclosethedoor Dalam Channel Youtobe Deddy Combuzier. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.
Yandra, E. D. (2022). Kajian Pakaian Ihram Laki-laki Perspektif Hadis. Gunung Djati Conference Series, 16(20459), 126–135.
Zubair, A. B. dan A. C. (1990). Metodologi Penelitian Filsafat. Kanisius.
DOI: https://doi.org/10.15548/al-adyan.v5i2.9414
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Sri Rahmadani Pasaribu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Departement Religious Studies of The Faculty Ushuluddin and Religious Studies State Islamic University Imam Bonjol Padang
Kampus III Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kode pos 25171
E-mail: [email protected]

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




