Literasi Cyber Religion Membentuk Kesadaran Beragama pada Generasi Z (Studi Fenomenologi pada Pelajar MAN dan SMAN di Kota Pariaman)
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alex, S. (2013). Semiotika Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.
Budiman, R. (2003). Computer Forensic: Apa dan Bagaimana ? Jurnal Bandung.
Bungin, B. (2007). Analisis data penelitian kualitatif. PT RajaGrafindo Persada.
Dartoyo, A. (2007). Ensiklopedia sains dan teknologi. PT Lentera Abadi.
Dawson, I. L. (1998). Anti-modernism, modernism, and postmodernism: Struggling with the cultural significance of new religious movements. Sociology of religion, 59(2), 131–156.
Fakhruroji, M. (2018). Digitalizing Islamic lectures: Islamic apps and religious engagement in contemporary Indonesia. Contemporary Islam 2018, 13(2), 201–215.
Fathan. (2011). Metode penelitian kualitatif. Jenggala Pustaka Utama.
Ghifari, I. F. (2017). Radikalisme di internet. Religious : Jurnal Agama dan Lintas Budaya1, 123–134.
Habibi, malik. (2021). Youtube sebagai guru agama di era cyber religion. AdZikra: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 12(1).
Helland, K. I. (2007). Multi-lingualism, identity, and ideology in popular culture texts—Umfundi. http://umfundi.barbourians.org/thesis/hellend2007multilingualism
Hidayat, D. N. (2003). Paradigma dan metodologi penelitian sosial empirik klasik. Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.
Hojsgaard, M., & Warburg, M. (Ed.). (2005). Religion and Cyberspace (0 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203003572
Ilmiyah, P. N. H. (2021). Cyber religion dan dampaknya dalam buku “mengaji kepada ustadz google” karya ahmad sarwat (berdasar analisis hermeneutika gadamer). UIN Sunan Ampel.
Kriyantono, R., & Bungin, B. (2006). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana Prenada Media Group.
Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi: Metode penelitian komunikasi: konsepsi, pedoman, dan contoh penelitiannya. Widya Padjadjaran.
Meleong, L. J. (1989). Metologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Menizies, A., Yulianto, D., Emlrfan, & Abd, K. (2014). Sejarah agama-agama: Studi sejarah, karakteristik dan praktik agama-agama besar dunia. Yogyakarta Forum.
Nurdin, S. (2003). Guru profesional & implementasi kurikulum. Ciputat Press.
Oktavia, N. A., Muhid, A., & Hamidah, L. (2021). Cyber-religion pada generasi z: Kontribusi mindfulness terhadap penggunaan akun dakwah jejaring sosial sebagai referensi keagamaan. Psikoislamedia : Jurnal Psikologi, 6(1), 108. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v6i1.7939
Reddick, R., King, E., Ibrahim, M. D., & Maris, M. (1996). Internet untuk wartawan: Internet untuk semua orang. Yayasan Obor.
Rully, I. (2016). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan campuran untuk manajemen, pembangunan dan pendidikan (revisi).
Simula, H., Töllinen, A., & Karjaluoto, H. (2013). Crowdsourcing in the Social Media Era: A Case Study of Industrial Marketers. Journal of Marketing Development and Competitiveness, 7(2), 122–137.
Sudijono, A. (1998). Pengantar evaluasi pendidikan. PT RajaGrafindo.
Sugiyono. (2018). Statistika Untuk Penelitian. Alphabeta.
Sujarweni, V. W. (2019). Metodologi penelitian bisnis & ekonomi. Yogyakarta Pustaka Baru.
Yudha, C. B. (2019). Professionalism Of Lecturersto Improve Character Of The Student Teachers Of The Millennial Era DisrupsI. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 1(2), 83. https://doi.org/10.20961/shes.v1i2.26780
Ziakas, V., & Boukas, N. (2013). Extracting meanings of event tourist experiences: A phenomenological exploration of Limassol carnival. Journal of Destination Marketing & Management, 2(2), 94–107. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2013.02.002
DOI: https://doi.org/10.15548/amj-kpi.v17i01.14809
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Fitriani Ayu Lestari, Emeraldy Chatra, Rahmi Surya Dewi








