Revitalisasi Riset dan Publikasi: Pilar Pembangunan Intelektual di UIN Imam Bonjol Padang
Oleh : Gibran Harsingki
Dalam enam tahun terakhir, perguruan tinggi (PT) di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam peringkat global, terutama dalam Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS-WUR). Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya PT dalam meningkatkan reputasi akademis serta mengelola umpan balik dari pengguna lulusan melalui survei yang memiliki bobot penilaian hingga 50 persen. Selain itu, meningkatnya rasio dosen terhadap mahasiswa, baik secara riil maupun administratif, juga memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian ini.
Namun, ada tantangan yang tak kalah besar: sitasi per dosen dari publikasi ilmiah yang dihasilkan. Meski publikasi ilmiah Indonesia secara kumulatif meningkat 1,35 kali lebih banyak dibanding Singapura, skor sitasinya masih mencerminkan angka yang memprihatinkan. Bahkan, skor sitasi dari perguruan tinggi tertinggi di Malaysia terbukti 17 kali lipat lebih tinggi dibandingkan skor tertinggi dari perguruan tinggi Indonesia. Semua angka ini menunjukkan bahwa meskipun volume publikasi meningkat, kualitas dan dampak dari riset terhadap daya saing bangsa masih menjadi tantangan utama.
Riset dan Publikasi: Manfaat Akademis dan Sosial
Riset adalah bagian krusial dari Tridharma PT, dengan publikasi ilmiah menjadi output yang dihasilkan. Dua lembaga pemeringkatan global, QS-WUR dan Times Higher Education, menggunakan database Scopus sebagai salah satu indikator utama. Hal ini memberikan alasan kuat mengapa luaran riset perlu dipublikasikan dalam jurnal yang terindeks di dalamnya.
Dalam beberapa tahun mendatang, publikasi ilmiah akademisi Indonesia pada jurnal yang terindeks Scopus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai 37,12 persen per tahun – angka tertinggi di ASEAN. Namun, jika dihitung per kapita, kami masih perlu berupaya lebih keras untuk menyamai Singapura, yang memiliki tingkat publikasi hampir 35 kali lipat. Di sisi lain, publikasi nasional masih didominasi oleh jurnal kuartil rendah (Q4), yang menunjukkan perlunya peningkatan kualitas.
Kualitas publikasi menjadi penting, apalagi karena data dari Scival mengungkapkan lebih dari separuh publikasi Indonesia berada dalam kuartil terbawah, sedangkan hanya 4,7 persen publikasi yang diterbitkan dalam jurnal Q1 teratas. Di belahan dunia lain, seperti China, akademisi mencapai hampir setengah publikasi ilmiah pada jurnal teratas, memperlihatkan kekuatan pengaruhnya yang jauh melampaui Indonesia.
Dalam konteks ini, bagaimana perguruan tinggi dapat meningkatkan sitasi publikasi mereka? Bali dan Makassar sebagai kota tujuan utama akademisi di Indonesia perlu fokus pada upaya menciptakan kolaborasi antara pendidikan tinggi dengan industri untuk memaksimalkan relevance. Melalui pendekatan semacam ini, perguruan tinggi dapat mengurangi gap antara riset akademik dan kebutuhan di sektor ekonomi, sehingga hasilnya dapat berkontribusi langsung bagi masyarakat luas.
Menghadirkan Dampak bagi Masyarakat
Pengembangan publikasi ilmiah tidak hanya menjadi syarat administratif bagi hibah riset, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Sebagai investor terbesar dalam riset, pemerintah dan masyarakat memiliki hak untuk memperoleh hasil yang optimal. Salah satu contohnya dapat dilihat dalam pengembangan paten teknologi baru. Negara seperti China mampu memanfaatkan publikasi ilmiah mereka hingga 11 kali lebih baik dibandingkan Indonesia dalam konteks pengembangan paten.
Kontras dengan itu, kolaborasi antara riset dan industri di Indonesia perlu didorong. Negara-negara dengan ekosistem inovasi yang solid menunjukkan bagaimana paten yang dihasilkan dari publikasi ilmiah dapat menghasilkan start-up yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Kolaborasi antara akademisi dan pebisnis juga diperlukan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan nyata masyarakat.
Namun, pada kenyataannya, pemanfaatan publikasi ilmiah oleh stakeholders di Indonesia masih tergolong rendah. Meskipun bidang kedokteran dan teknik cukup proaktif dalam menggunakan hasil riset, sektor bisnis dan publik masih tertinggal jauh. Sering kali kita tidak melihat pengambil keputusan, baik di tingkat nasional maupun daerah, yang menggunakan temuan terkini dari publikasi ilmiah dalam kebijakan mereka.
Kendala seperti kurangnya waktu dan kompleksitas bahasa akademis kerap kali membuat hasil riset sulit diakses oleh masyarakat umum, yang jelas juga merupakan faktor pendorong rendahnya pemanfaatan resmi. Ironisnya, salah satu tujuan utama dari setiap riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan di sinilah peran pemangku kepentingan menjadi penting.
Pengurus Ukm Bengkel Kata Riset Dan Publikasi UIN Imam Bonjol Padang
Tahun 2026
Peluang Melalui UKM Bengkel Kata
Untuk menjawab tantangan ini, UKM Bengkel Kata di UIN Imam Bonjol Padang muncul sebagai jawaban yang tepat. Dipimpin oleh Gibran Harsingki, UKM ini berkomitmen untuk mendukung dan mempercepat perkembangan riset serta publikasi di kalangan mahasiswa. Pada tahun 2026, UKM ini menargetkan serangkaian program yang fokus pada peningkatan kualitas riset dan publikasi yang mampu berkontribusi secara langsung kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan yang direncanakan termasuk workshop dan seminar yang membahas teknik penulisan ilmiah, pengembangan proposal riset yang solid, serta pelatihan dalam penggunaan teknologi untuk penyebaran hasil riset. Dengan melibatkan dosen dan para pakar sebagai mentor, mahasiswa akan memiliki akses kepada sumber daya yang akan memperkuat kapasitas mereka dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Selain itu, UKM Bengkel Kata akan mengadakan forum diskusi terbuka yang melibatkan masyarakat luas, sehingga hasil riset yang diperoleh dapat dipaparkan dan mendapatkan masukan langsung dari masyarakat. Dengan cara ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya akan lebih terbiasa dengan proses penelitian dalam konteks akademik, namun juga dapat melihat dengan jelas dampak sosial dari penelitian yang mereka lakukan.
Dengan mengedepankan publikasi ilmiah yang bermanfaat dan praktis, UKM Bengkel Kata meyakini bahwa mereka dapat mengubah pola pikir mahasiswa, dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen pengetahuan yang tanggap terhadap isu-isu terkini. Di atas segalanya, UKM ini bertekad untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi antara akademisi dan stakeholder yang berpengaruh.
Penutup
Revitalisasi riset dan publikasi di UIN Imam Bonjol Padang merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam konteks global. Melalui UKM Bengkel Kata, mahasiswa diberikan peluang untuk berkontribusi tidak hanya di dunia akademik tetapi juga di masyarakat secara lebih luas. Dengan usaha kolektif ini, diharapkan akan tercipta generasi peneliti yang tak hanya baik dalam riset, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat, sebagai bagian dari tujuan mulia mencerdaskan kehidupan bangsa.
Gibran Hasingki, Ketua Umum UKM Bengkel Kata Riset dan Publikasi UIN Imam Bonjol Padang Tahun 2026

