PANDANGAN MODERNISME MUHAMMAD ABDUH DAN RASYID RIDHA

Susilawati Susilawati

Abstract


Among the figures of modernism in Islam are Muhammad Abduh (1849–1905) and Rasyid Rida (1865–1935). These two modernist figures are teachers and students. This study analyzes the views of modernism from the two figures. Where this research is a qualitative research using exploratory methods and data analysis. The results obtained from this study are: the thoughts of modernism by Muhammad Abduh, which are related to reason and revelation that the teachings of the Koran and Hadith regarding social issues are only principles and basics. The principle is general without details, all of which can be adapted to the demands of the times. In order to adapt it to these demands in a modern way, it is necessary to have a new interpretation and for that it is necessary to open the door to ijtihad. Meanwhile, according to Rasyid Rida, one of the causes of the ummah to retreat is due to fatalism, therefore a work ethic is needed to advance Muslims. The work ethic is that Muslims must be active, try hard, and be willing to sacrifice their wealth and soul, in order to achieve the ideals of struggle. As for education for Rasyid Rida, general education reform needs to be carried out for traditional schools which so far only discuss religious issues. Abstrak Di antara tokoh modernisme dalam Islam yaitu Muhammad Abduh (1849–1905) dan Rasyid Ridha (1865–1935). Kedua tokoh modernisme ini merupakan guru dan murid. Penelitian ini menganalisis tentang pandangan modernisme dari kedua tokoh tersebut. Dimana penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode eksploratif dan analisis data. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu: pemikiran modernisme yang dilakukan Muhammad Abduh yaitu berkaitan dengan akal dan wahyu bahwa ajaran-ajaran al-Quran dan Hadis mengenai soal-soal kemasyarakatan hanya merupakan prinsip dan dasar saja. Prinsip itu bersifat umum tanpa perincian yang kesemuanya itu dapat disesuaikan dengan tuntutan zaman. Untuk menyesuaikannya dengan tuntutan itu dengan modern, perlu diadakan interpretasi baru dan untuk itu perlu pintu ijtihad dibuka. Sementara menurut Rasyid Ridha salah satu penyebab umat mundur adalah karena fatalisme oleh karenanya perlu etos kerja untuk memajukan umat Islam. Etos kerja yaitu umat Islam harus bersikap aktif, berusaha keras, dan rela memberi pengorbanan harta dan juga jiwa, demi mencapai cita-cita perjuangan. Adapun mengenai pendidikan bagi Rasyid Ridha pembaharuan pendidikan umum perlu dilakukan untuk sekolah-sekolah tradisional yang selama ini hanya membahas masalah keagaamaan saja.

Keywords


Muhammad Abduh, Rasyid Rida, Modernism

Full Text:

PDF PDF


DOI: https://doi.org/10.15548/ja.v14i2.4900
Abstract views : 504 times
PDF : 154 times PDF : 112 times

References


Abidin, Z. (2015). “Formasi dan Rekontruksi Politik Islam Abad 19”. 13 (01). Tasamuh., Vol. 15 No, 15–16.

Akhmad Taufik, D. (2005). Sejarah Pemikiran dan Modernisme Islam,. PT RajaGrafindo Persada,.

Anang Solikhudin. (2017). “Merebut Kembali Kejayaan Islam Analisis Internal dan Eksternal Penyebab Kemunduran Islam”, al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 03 No, 153–156.

Bobbi Aidi Rahman. (2017). “Modernisme Islam dalam Pandangan Muhammad Abduh”,. Tsaqofah Dan Tarikh, Vol. 02 No, 39–40. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/twt/article/view/786/694,

Finsa Adhi Pratama dan Ira Trisnawati. (2021). “Pemikiran Tajdid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dalam Kitab al-Ushul ats-Tsalatsah”, Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 07 No, 101.

Harun Nasution. (n.d.). Pembaharuan dalam Islam...,.

Harun Nasution. (2003). Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan,. Bulan Bintang,.

Muhajirin. (n.d.). “Ide-ide Pembaharuan...”,. 74.

Muhajirin. (2022). “Ide-ide Pembaharuan Jamaluddin al-Afghany, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha”, Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman, Vol. 03 No, 73. http://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/dirasatislamiah/article/view/82/79,

Muhammad Nurcholis dan Nurzaman. (2015). “Konsep Pembaharuan Pendidikan dalam Pemikiran Muhammad Abduh”,. Online Thesis, Vol. 01 No, 26. https://tesis.riset-iaid.net/index.php/tesis/article/download/6/19,

Muttaqin, I. (2015). “Konsep al-Kasb dan Modernisasi Islam”. al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 01 No, 25. http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/view/3339.

Ris’an Rusli. (2013). Pembaharuan Pemikiran Modern dalam Islam,. PT Raja Grafindo Persada,.

Saifullah. (2001). Perkembangan Modern dalam Islam: Tokoh dan Gerakan Pembaharuan dalam Islam di Kawasan Timur Tengah,. IAIN IB Press,.

Syahraini Tambak. (2016). “Eksistensi Pendidikan Islam al-Azhar: Sejarah Sosial Kelembagaan al-Azhar dan Pengaruhnya terhadap Kemajuan Pendidikan Islam Era Modernisasi di Mesir”,. Jurnal Al-Thariqah, Vol. 01 No, 33–34.

Syamsuez Salihima. (2013). “Konsep Pembaharuan Muhammad bin Abdul Wahab”, Rihlah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan, Vol. 01 No, 165–167. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/661,

Syamsul Bahri dan Oktariadi. (2016). “Konsep Pembaharuan dalam Perspektif Pemikiran Muhammad Abduh”,. Al-Murshalah, Vol. 02 No, 34. http://jurnal.staitapaktuan.ac.id/index.php/Al-Mursalah/article/view/82/65,


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Faklutas Ushuluddin dan Studi Agama, UIN Imam Bonjol Padang
Jl. Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Kel.Anduring. 
Kec.Kuranji, Kota Padang, SUMBAR
Tlp/Fax: 
Handphone: 
E-mail: al-aqidah@uinib.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.