Referral in the Best Interests of the Child: Legal Implications for Couples and Families
Abstract
This study aims to analyze the objectives of reconciliation and its legal consequences for couples and families, with a focus on reconciliation for the sake of the children. The method used is a literature study with a normative juridical approach. The results of the study show that reconciliation for the sake of the children serves to maintain the emotional stability and legal status of the family, while minimizing the negative psychological impact that children may experience as a result of permanent divorce. Legally, reconciliation reactivates the rights and obligations of husband and wife, has implications for child custody, and affects the position of joint property. This study emphasizes the importance of officially recording reconciliation in the Religious Court to ensure legal protection for children and improve family legal literacy in society.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
, K. A. R. (2006). Kompilasi Hukum Islam (KHI) (Revisi). Kementerian Agama Republik Indonesia.
Al-Ghazali. (2020). Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Usul (edisi terj). LKiS.
Amalia, R., & Alfiana, S. (2025). Rujuk sebagai instrumen penyelesaian konflik rumah tangga dalam perspektif hukum Islam. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(1), 45–58.
Amalia, R. (2023). Keluarga sakinah: Studi tentang pendidikan moral anak dalam Islam. Alfabeta.
Anshori, S. (2018). Hukum keluarga Islam di Indonesia: Konsep dan praktiknya. Prenadamedia Group.
Anshori, S. (2022). Ketidakadilan gender dalam perkawinan tidak tercatat. Jurnal Hukum Islam, 20(2), 145–160.
Auda, J. (2018). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. IIIT.
Azhari, F. (2023). Integrasi hukum Islam dan hukum nasional di Indonesia: Pendekatan budaya dan kemaslahatan. Jurnal Al-Manahij: Kajian Hukum Islam, 17(1), 45–61.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fauzan, M. (2019). Problematika hukum keluarga Islam di Indonesia. Jurnal Al-Ahkam, 29(2), 221–238.
Fauzia, N. (2021). Edukasi hukum keluarga dalam masyarakat modern: Pendekatan sosial keagamaan. Jurnal Al-Ahwal: Hukum Keluarga Islam, 14(2), 133–150.
Halim, A. (2020). Perlindungan hukum anak dalam keluarga perspektif hukum Islam. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 11(1), 45–60.
Hasan, M. (2021). Nilai-nilai islah dalam hukum keluarga Islam: Perspektif sosial-budaya. Jurnal Hukum Dan Masyarakat Islam, 9(2), 102–118.
Hasanah, N. (2020). Kepastian hukum pencatatan perkawinan dan implikasinya terhadap hak-hak keluarga. Jurnal Hukum Islam Indonesia, 12(2), 145–158.
Hidayat, A. (2022). Implementasi rujuk dalam masyarakat perkotaan: Antara norma hukum dan praktik sosial. Jurnal Hukum Dan Keadilan, 14(2), 200–215.
Hidayat, M. (2021). Analisis hukum Islam terhadap praktik rujuk dalam masyarakat. Al-Manhaj: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 3(1), 55–70.
Hurlock, E. B. (2015). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5th ed.). Erlangga.
Indonesia, D. A. R. (2005). Kompilasi Hukum Islam dan Peraturan Pelaksanaannya. Dirjen Bimas Islam.
Indonesia, D. A. R. (2006). Kompilasi Hukum Islam. Direktorat Jenderal Bimas Islam.
Ismail, A. (2020a). Peran Hukum Islam Dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian: Tinjauan Terhadap Lembaga Rujuk Dalam Sistem Hukum Keluarga Islam. Jurnal Hukum Islam, 12(1), 45–62.
Ismail, A. (2020b). Rujuk dalam perspektif hukum Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Ilmu Syariah, 19(2), 101–115.
KemenPPPA. (2015). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Kurniawan, Y. (2024). Perlindungan anak dalam dinamika perceraian dan rujuk: Kajian normatif. Jurnal Perlindungan Anak Dan Hukum, 3(1), 33–47.
Latif, H. (2023). Dampak perceraian terhadap perkembangan psikososial anak. Jurnal Psikologi Islam, 5(1), 88–101.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (9th ed.). Kencana.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mubarok, A. (2018a). Analisis Hukum Terhadap Pelaksanaan Rujuk Setelah Perceraian: Studi Kasus Di Pengadilan Agama Jakarta. Jurnal Studi Hukum Islam, 8(2), 112–125.
Mubarok, A. (2018b). Konsep rujuk dalam hukum Islam dan aplikasinya di Indonesia. Jurnal Syariah dan Hukum. Jurnal Syariah Dan Hukum, 16(1), 77–90.
Munir, A. (2023). Dakwah tematik dan kesadaran hukum keluarga di Indonesia. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 11(1), 25–39.
Muslich, M. (2017). Rujuk Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Implikasinya Terhadap Status Perkawinan. Al-Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 21(1), 58–74.
Muttaqin, I. (2021). Kepentingan terbaik bagi anak dalam perspektif hukum keluarga Islam. Jurnal Syariah Dan Hukum, 9(2), 133–150.
N, S. (2021). Pengaruh Rujuk Terhadap Stabilitas Keluarga Dan Hak-Hak Anak Pasca Perceraian Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Keluarga Sejahtera, 9(3), 133–146.
Nasution, H. (2019). Hukum Perkawinan dalam Islam: Analisis Fiqh dan Perundang-undangan di Indonesia. Rajawali Pers.
Nasution, M. (2019). Peran lembaga keagamaan dalam pembinaan keluarga sakinah. Jurnal Bimas Islam, 12(1), 45–59.
Nawawie, A. H. (2019). Kebijakan Formulasi Perlindungan Hukum Terhadap Anak Akibat Perceraian. Legitima, 1(2), 63–79.
Nurhayati, S., & Aziz, F. (2021). Rujuk dan rekonsiliasi keluarga Muslim: Analisis yuridis dan sosiologis. Jurnal Hukum Keluarga, 13(1), 77–91.
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). Sage Publications.
Rahardjo, S. (2006a). Hukum dan masyarakat. Penerbit Angkasa.
Rahardjo, S. (2006b). Hukum progresif: Hukum yang membebaskan. Kompas.
Rahman, F., & Lestari, D. (2022). Administrasi hukum keluarga dalam sistem hukum nasional. Jurnal Legislasi Dan Yurisprudensi, 8(1), 21–34.
Rahman, F. (2021). Fikih Keluarga Islam Kontemporer. Prenadamedia Group.
Rahmawati, L., & Fauzi, M. (2023). Kultur keluarga dan praktik rujuk: Studi sosiologis di Jawa Tengah. Jurnal Sosial Dan Hukum, 8(1), 89–104.
Rofiq, A. (2020). Peran adat dalam penyelesaian konflik keluarga di Indonesia. Jurnal Sosiohumaniora Islamica, 6(1), 89–105.
Soekanto, S. (2013a). Sosiologi hukum. Rajawali Pers.
Soekanto, S. (2013b). Sosiologi suatu pengantar (revisi). Raja Grafindo Persada.
Suhadi, R. (2020). Mediasi dan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara keluarga. Jurnal Hukum Dan Keadilan Islam, 6(2), 201–215.
Susanti, D. (2021). Rujuk dan perlindungan anak dalam hukum Islam di Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga, 12(2), 155–170.
Syafruddin, D. (2019). Implementasi Norma Hukum Islam Dalam Praktik Rujuk Di Masyarakat Adat. Jurnal Hukum Dan Budaya, 5(2), 99–114.
Syahrin, A. (2022). Relasi antara hukum adat dan hukum Islam dalam sistem hukum keluarga nasional. Jurnal Hukum Dan Keadilan Sosial, 8(2), 130–144.
Syamsuddin, A. (2020). Hukum Keluarga Islam di Indonesia. UII Press.
Umam, K. (2022). Konsep Rujuk Nikah Dalam Perpektif Madzhab Syafi’I Dan Madzhab Hanafi. Al-Inṣāf - Journal Program Studi Ahwal Al Syakhshiyyah, 2(1), 93–115. https://doi.org/10.61610/ash.v2i1.23
Wahid, A. (2022). Kesenjangan norma hukum dan praktik sosial dalam pelaksanaan rujuk. Jurnal Kajian Hukum Islam, 5(2), 200–214.
Zubaedi, Z. (2022). Penerapan Instrumen Hukum Islam Dalam Penyelesaian Masalah Keluarga Di Indonesia: Peran Rujuk Dalam Memperbaiki Hubungan Suami Istri. Jurnal Pengembangan Hukum Keluarga, 6(1), 1–15.
DOI: https://doi.org/10.15548/alahkam.v16i2.11708
Refbacks
Copyright (c) 2025 Fajriman Putra, Yusnita Eva

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Kampus II Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Jl. Mahmud Yunus Nomor 1, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25153





