Praktikalitas Pengembangan Modul Ajar Berbasis Konsep pada Materi Organisasi Kehidupan Kelas VII Science MTs. Yusuf Annur

HENIK ANJAYATI

Abstract


Biologi merupakan bagian dari bidang sains yang membutuhkan pemahaman konsep yang baik. Guru biologi harus mampu menyajikan materi pelajaran dengan tepat sehingga siswa tidak lagi beranggapan bahwa pelajaran biologi adalah ilmu hafalan, tidak lagi terjadi multitafsir dan miskonsepsi. Salah satu cara untuk menunjang pembelajaran dan meminimalisir terjadinya miskonsepsi, khususnya KD sistem organisasi kehidupan maka perlu dikembangkan modul ajar berbasis konsep untuk materi tersebut yang diterapkan pada kelas VII science MTs. Yusuf Annur. Modul berbasis konsep memaparkan konsep-konsep mengenai materi pembelajaran disertai contoh-contoh yang dapat mendukung pemahaman siswa. Hasil nilai validasi rata-rata terhadap modul yang dikembangkan yaitu 3.57 (sangat valid) dengan persentase 89.25 % (sangat layak). Selain itu, media pembelajaran yang dikembangkan juga sangat praktis dari segi pelaksanaan dan keterpakaian. Penilaian diperoleh dari hasil respon guru dan siswa berdasarkan pengisian angket. Pertanyaan yang disebarkan melalui angket berjumlah 10 item, baik guru maupun siswa. Item dengan respon positif dari semua guru ada 6 item, item dengan respon sedang ada 4 item, dan tidak terdapat respon negatif guru terhadap masing-masing item. Sedangkan item yang mendapat respon positif dari semua siswa kelas VII kelas science MTs. Yusuf Annur ada 7, yang mendapat respn sedang ada 3 item dan tidak ada yang mendapat respon negatif.
Kata Kunci: Praktikalitas; Modul berbasis konsep; Organisasi kehidupan.

Full Text:

PDF

References


Ardianti, S. D. (2015). Pengaruh Modul Tematik Inquiry-Discovery Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Metabolisme Pembentuk Bioenergi. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan, 5(2), 1–6.

Arikunto, Suharsimi, Safruddin A.J, dan Cepi (2009). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Budiono, E., dan Susanto, H. (2006). Penyusunan dan Penggunaan Modul Pembelajaran Berdasar Kurikulum Berbasis Kompetensi Sub Pokok Bahasan Analisa uantitatif untuk Soal-soal Dinamika Sederhana Pada Kelas X Semester 1 SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 4(2), 79–87.

Gustinasari, M. Lufri, dan Ardi (2017). Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Konsep Disertai Contoh pada Materi Sel untuk Siswa SMA. Bioeducation Journal ,1(1). ISSN: 2354-8363.

Izzatin, N., Hindarto, N., & Pamelasari, S. D. (2013). Pengembangan Modul Tematik dan Inovatif Berkarakter pada Tema Pencemaran Lingkungan untuk Siswa Kelas VII SMP. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2(2), 183–188.

Lufri (2010). Strategi Pembelajaran Biologi. Padang: UNP Press.

Ridwan (2013). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Rosyidah, A.N., Sudarmin, S.S., dan Siadi, K. K. (2013). Pengembangan Modul IPA Berbasis Etnosains Zat Aditif dalam Bahan Makanan untuk Kelas VIII SMP Negeri 1 Pegandon Kendal. Unnes Science Education Journal, 2(1), 133–139.

Soimatussa’diyah (2016). Model Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Media Pembelajaran Materi Organisasi Kehidupan untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Ketrampilan Mendiskripsikan Siswa. Jurnal Scientia Indonesia, 1(1).

Subrata, Y., Kurniawan, A.D., dan Qurbaniah, M. (2019). Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Materi Sistem Organisasi Kehidupan Kelas VII SMP Negeri 14 Pontianak. Pena Kreatif: Jurnal Pendidikan, 8 (2), 125-142.

Sugiyono (2012). Metode Penelitian kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syahroni, M.W., Dewi, N.R., & K. (2016). The Effect of Using digimon (Science Digital Module) with Scientific Approach at The Visualization of Students Independence and Learning Result. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 5(1), 116–122.

Yulianti, D. (2010). Penerapan jigsaw Puzzle Competition Dalam Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6, 84-89.




DOI: https://doi.org/10.15548/nsc.v10i2.6835

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Natural Science

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional