Eksplorasi Persepsi Siswa SMP Terhadap Problematika Pembelajaran Sejarah Dalam Kurikulum Merdeka

Afriliana Wulan Dari, Anna Dewi Siregar, Faizul Akbar, Putri Patma Negara, Sandra Yunita

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terhadap problematika pembelajaran sejarah dalam konteks Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa pembelajaran sejarah dalam IPS terpadu seringkali kurang mendapatkan porsi yang memadai, sehingga berdampak pada rendahnya minat dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII dan guru IPS di SMP Negeri 2 Kota Solok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika utama dalam pembelajaran sejarah, yaitu rendahnya minat belajar siswa, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, serta beban tugas yang dirasakan berlebihan. Selain itu, siswa cenderung memandang pembelajaran sejarah sebagai kurang menarik dan membosankan karena dominasi metode ceramah dan kurangnya keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, tuntutan pembelajaran yang berpusat pada siswa belum sepenuhnya terimplementasi secara optimal. Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi problematika tersebut antara lain dengan memberikan perhatian individual kepada siswa, mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif, serta melakukan asesmen diagnostik untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi siswa memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran sejarah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam strategi pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan berpusat pada siswa agar tujuan pembelajaran sejarah dalam membentuk kesadaran historis dan karakter peserta didik dapat tercapai secara optimal.

Full Text:

PDF

References


Aisyah, S., Effendi, H., & Azmi, F. (2019). Development of contextual models in subjects of Islamic education based on Dalihan Na Tolu to improve student critical thinking. Journal of Moral and Civic Education, 3(1), 9–17.

Anis, M. Z. A., Putro, H. P. N., & Susanto, H. (2020). Historical thinking model in achieving cognitive dimension of Indonesian history learning. Journal of Social Studies Education Research, 11(2), 1–15.

Effendi, H. (2018). Kontekstualisasi Fungsi Bagas Godang dan Sopo Godang Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal. Diakronika, 18(2), 19–44.

Eggink, M. (2018). LEARNING HISTORY: BORING FACT MEMORISING OR EXCITING FACT GENERATION? 4875–4884.

Febriyanti, E., Kusmarni, Y., & Ma’mur, T. (2021). Kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital pada pembelajaran Sejarah daring (studi deskriptif terhadap guru Sejarah SMA di Kota Bandung). FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 10(2), 147–154.

Haniah, A. R., Aman, A., & Setiawan, R. (2020). Integration of strengthening of character education and higher order thinking skills in history learning. Journal of Education and Learning (EduLearn), 14(2), 183–190.

Hendriawan, D., Ali, M., & Rusman. (2019). High School History Education and Education for Sustainable Development. An Integrated Curriculum Approach. 1179(1), 012048.

Karima, N., & Samudra, H. (2023). Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 14567–14575.

Keleşzade, G., Güneyli, A., & Özkul, A. (2018). Effectiveness of history teaching based on social constructivist learning and development of historical thinking skills. Education and Science, 43(195), 167–191.

Komariah, N., Kartika, A., Rahayu, A., & Johardi, A. (2021). Implementasi kebijakan kurikulum Di SMKN 1 KEMPAS. Educational Journal of Islamic Management, 1(2), 102–109.

Laksono, M. D. (t.t.). Reconstruction and Rationalization (ReRa) Content of Teaching Materials in Learning History at The High School Level.

Loewen, J. W. (2018). Teaching what really happened: How to avoid the tyranny of textbooks and get students excited about doing history. Teachers College Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3 ed.). Sage Publications.

Nurhayati, R. (2020). Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Undang–Undang No, 20 Tahun 2003 Dan Sistem Pendidikan Islam. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 57–87.

Nurhuda, A. (2020). The challenge of learning history in schools during the new normal era. 27–32.

Putri, D. A., & Nugroho, A. (2021). Persepsi siswa terhadap pembelajaran sejarah dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sejarah, 10(1), 45–56.

Raditya, A. (2020). Karakter Orang Madura, Nasionalisme, Dan Globalisasi. Masyarakat Indonesia, 46(1), 15–33.

Rahayu, S. (2022). Contextual learning in Indonesian classrooms. Journal of Social Studies Education Research.

Sabilillah, M. (2017). Pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar sejarah siswa. Jurnal Pendidikan Sejarah, 6(1), 23–34.

Sa’diyah, T. (2022). Penerapan pembelajaran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter pribadi yang islami. Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi, Agama, Budaya dan Terapan, 2(3), 148–159.

Samiah, S., Syaharuddin, S., & Mutiani, M. (2021). The contribution of historical science in social studies teaching materials in the junior high school. The Innovation of Social Studies Journal, 2(2), 159–168.

Sapitri, D., Wulandari, S., & Pratama, R. (2023). Pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis digital terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 120–128.

Sari, M. P., Hidayat, T., & Kurniawan, D. (2022). Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS siswa SMP. Jurnal Edukasi, 10(2), 89–98.

Sihombing, H., Sinaga, R., & Manurung, J. (2022). Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(2), 343–348.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Surur, M. (2021). A. Model Dick And Carey. Perencanaan Pembelajaran, 39.

Sutrisno. (2019). Problematika pembelajaran sejarah di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 2(1), 12–20.

Syahputra, M. A. D., Sariyatun, S., & Ardianto, D. T. (2020a). Peranan penting sejarah lokal sebagai objek pembelajaran untuk membangun kesadaran sejarah Siswa. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 4(1), 85–94.

Syahputra, M. A. D., Sariyatun, S., & Ardianto, D. T. (2020b). Peranan penting sejarah lokal sebagai objek pembelajaran untuk membangun kesadaran sejarah Siswa. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 4(1), 85–94.

Tohri, A., Syamsiar, H., Rasyad, A., & Hafiz, A. (2023). Relevansi metode pembelajaran IPS terpadu berbasis kearifan lokal di era masyarakat digital. Jurnal Teknodik, 27(1), 85–96.




DOI: https://doi.org/10.15548/thje.v5i2.13881

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Afriliana Wulan Dari, Anna Dewi Siregar, Faizul Akbar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.