The Swiftlet Nest Business of Gua Sibarasok: A Historical Study in Pasar II Singkuang Village, Muara Batang Gadis District, Mandailing Natal Regency (1989-2020)
Abstract
This study investigates the history of the swiftlet nest business at Gua Sibarasok in Pasar II Singkuang Village, Muara Batang Gadis District, Mandailing Natal Regency. It aims to describe the historical background of the business's emergence and analyze its socio-economic impact on the community. This qualitative study employs a historical method encompassing four stages: heuristic, source criticism, interpretation, and historiography. Findings reveal that the swiftlet nest business at Gua Sibarasok originated from the cave's discovery in 1989. Initially, it was privately managed. However, in 1990, the Singkuang Village community claimed rights to Gua Sibarasok, establishing it as a community-owned enterprise with management subsequently transferred to PT Mujur Timber. In 1993, the Singkuang Village community formed KUD Singkuang to manage Sibarasok Cave. Yet, in 1999, KUD Singkuang handed over management to PT Anugerah Langkat Makmur, which continues to manage it today. The presence of Sibarasok Cave, containing high-quality swiftlet nests, has significantly contributed to improving the economy and generating employment for the residents of Pasar II Singkuang Village. Despite these positive contributions, the swiftlet nest business at Sibarasok Cave has also led to negative impacts, including various community conflicts and environmental degradation.
Full Text:
PDFReferences
Adisasmita. R. 2005. Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah. Yogyakarta: Ghaha Ilmu
Adiwibawa, E. 2009. Meningkatkan Kualitas Sarang Walet. Yogyakarta: Kanisius.
Alfitra. 2017. Konflik Sosial dalam Masyarakat Moderen: Penyelesaian Menurut Hukum Positif, Politik dan Adat. Ponorogo: Wade Group
Arifin, M. S., Rahayuningsih, M., & Ngabekti, S. (2012). Distribusi Walet (Collocalia sp) di Kabupaten Grobogan. Life Science, 1(1).
Budiman,A. 2002. Memproduksi Sarang Walet Kualitas Atas. Jakarta: PT Penebar Swadaya
Budiman,A. 2018. Meningkatkan Populasi dan Produktifitas Walet. Jakarta: PT Penebar Swadaya
Fiqri, Y. Y. 2022. Analisis Usaha Sarang Burung Walet di Kota Kuala Tungkal. Al-Amal: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 2(1), 46–64.
Fisher.S, dkk. 2001. Mengelola Konflik, Keterampilan dan Strategi Bertindak. Jakarta: The British Counchil
Gottschalk.L. 1969. Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press
Hao, Qi., Rahman, Abdul dan Omar. 2010. Swiflets and Edible Birds Nest Industry in Asia. Journal of Scholarly Research. 2(1) : 32-48.
Helllo Sehat. (2021). Manfaat Sarang Burung Walet bagi Kesehatan. Diakses dari https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-sarang-burung-walet/
Ihsan, A., Janati, N., & Ermansyah. (2022). Analisis Faktor Penghambat Dalam Penangkaran Sarang Burung Walet dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Kec. Sungai Lala Kab. Indragiri Hulu Ditinjau Berdasarkan Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Khazanah Ulum Ekonomi Syariah (JKUES), 6(1), 1–23.
Irwandi, Endah R. Chotim, E.R (2017). Analisis Konflik antara Masyarakat, Pemerintah dan Swasta (Studi Kasus di Dusun Sungai Samak, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung). JISPO VOL. 7 No. 2 Edisi: Juli-Desember Tahun 2017: 24-42.
Iswanto, H. 2008. Budidaya Walet dun Aspek Bisnisnya. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Kasmir dkk. 2003. Study Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Kong, Y. C., Keung, W. M., Yip, T. T., Ko, K. M., & Tsao, S. W. (1987). Evidence that epidermal growth factor is present in swiftlet's (Collocalia) nest. Comparative Biochemistry and Physiology Part A: Physiology, 87(2), 221–226. https://doi.org/10.1016/0300-9629(87)90197-6
Likminto, A.I. 2013. Kesejahteraan Sosial. Jakarta: Radja Grafindo Persada
Lodokter. (2022). Potensi Sarang Burung Walet dalam Mengatasi 3 Penyakit Ini. Diakses dari https://www.alodokter.com/potensi-sarang-burung-walet-dalam-mengatasi-3-penyakit-ini
Marcone, M. F. 2005. Characterizations of the edible bird’s nest the “Caviar of the East”. Food Research International. 38(10), 1125-1134.
Marzuki, A.F.,dkk. 2000. Meningkatkan Produksi Sarang Walet Berazas Kelestarian. Jakarta: PT Penebar Swadaya.
Marzuki. A.F, Sunu. K, Masnunah. H, Yustina. E.W. 2008. Meningkatkan Produksi Sarang Walet Berazas Kelestarian. Jakarta: Penebar Swadaya
Mucdarsyah, S., 2015. Produktivitas. Jakarta: Budi Aksara
Reksoprayitno. 2004. Sistem Ekonomi Dan Demokrasi Ekonomi. Jakarta: Bina Grafika
Ritzer, G. 2013. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Saipullah. 2018. Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat (Studi Kasus Usaha Sarang Burung Walet Bapak Jurni). eJurnal Administrasi Bisnis: Vol.6 No.2 Mei 2018: 370 – 384
Saleh, M. M., Ambararas, W. P., & Hadi, I. 2022. Kontribusi Usaha Sarang Burung Walet Dalam Peningkatan Pendapatan Ekonomi Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Syariah. Islamic Business and Finance (IBF), 3(1), 46–66.
Sjamsuddin, H. 2007. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Sood, Muhamad. 2019. Hukum Lingkungan Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika
Sudiyanto, T. 2021. Dampak Bisnis Burung Walet terhadap Perubahan Perekonomian Masyarakat. Jurnal Meida Wahana Ekonomika, 12 (3): 72-85.
Taslim, H. 2002. Trading Sarang Walet. Jakarta: PT Penebar Swadaya
Vebriansyah, R. 2017. Rahasia Sukses Bisnis Walet dari Pakar dan Praktisi . Jakarta: Penebar Swadaya
Wicaksono, A. P. P., Kusmayati, N. K., & Kurniawan, T. (2023). Pengaruh Usaha Sarang Burung Walet Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Kota Surabaya. RISK: Jurnal Riset Bisnis dan Ekonomi, 4(1), 12-21.
DOI: https://doi.org/10.15548/thje.v7i1.9954
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Amliansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





1.png)



